Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 71 - Teman hidupku.


__ADS_3

“Tu-tunggu berhenti sebentar sayang.” Ucap Al dengan nafas terengah-engah. Dia menatap sang istri dengan tatapan curiga.


“Ada apa?” Tanya Lilac bingung,


“Kenapa kamu berubah? Aku sampai kewalahan berciuman dengan mu, Ungu. Darimana kamu belajar ciuman?” Tanya Al penuh kecurigaan.


“Aku belajar dari pria tampan yang mengambil ciuman pertamaku.” Jawabnya acuh, Lilac hendak membenarkan posisi tidurnya namun Al langsung menariknya agar kembali menatap dirinya.


“Ciuman pertama? Si brengsek mana yang berani mengambil ciuman pertamamu sayang? Katakan padaku!” Tanya Al penuh amarah, dia tidak bisa membayangkan jika istrinya itu pernah berciuman dengan pria lain selain dirinya. Ya walaupun itu mantan kekasih istrinya dia tidak rela jika itu pernah terjadi.


“A-atau mungkin Daniel pernah menciumu?” Tanya Al tiba-tiba karena sekilas bayangan Daniel lewat di kepalanya membuat dadanya terasa sangat nyeri.


Lilac hanya tersenyum, hal itu malah semakin membuat wajah pucat Al menjadi lebih pucat.


“Katakan sayang, apa benar Daniel pernah mencium mu?” Tanya Al dengan tidak sabaran.


“Bukan kak Daniel, tentu saja orang itu adalah suamiku. Dia yang sudah merenggut hal pertama dalam hidupku.” Jawabnya sambil memutar bola matanya sinis.


“Jadi aku tampan? Aku yang pertama? Katakan juga jika kamu mencintaiku sayang.” Tanya Al dengan antusias.

__ADS_1


“Tidak aku tidak mencintaimu.” Jawab Lilac dia segera mengalihkan pandanganya dan beranjak dari tidurnya.


“Aaaakkkkkk ampun Al!!!”


“Cepat katakan jika kamu mencintaku sayang.” Paksa Al sambil menggelitiki ketiak Lilac dengan pelan namun dapat membuat wanita itu terpingkal kegelian.


“Ya… ya ya aku mencintai mu, sayang.” Akhirnya Lilac pun menjawabnya dengan terpaksa. “Yakk!! Jangan di buka!!” Pekik Lilac saat ia merasakan jika Al menarik kain tipis berbentuk segitiga yang ia kenakan.


Akhirnya dalam beberapa jam kedepan pasangan suami isteri itu pun menghabiskan malam penuh gairah di atas ranjang lebarnya. Sampai keduanya kelelahan saat sudah mendapatkan pelepasan berkali-kali.


Al menarik tubuh Lilac masuk kedalam pelukanya, ia mengelus punggung mulus sang istri yang tidak di baliti sehelai beangpun.


“Sayang, apa kamu bersedia mendampingiku sepanjang hidup?” Tanya Al tiba-tiba sambil menatap lurus ke atas.


“Dulu aku sangat mencintai Julia.”


Deg.


Jantung Lilac terasanya nyeri sampai dirinya susah untuk bernafas.

__ADS_1


“Sampai aku menutup mata atas kelakuan Julia yang berani bermain di belakangku, karena aku takut jika dia akan meninggalkanku.” Ucap Al dengan wajah sedih.


Lilac menatap kembali suaminya. Bagaimana bisa seorang Alterio bisa melakukan hal itu, bukankah dia yang terluka selama ini?


“Tapi saat aku melihatmu berpelukan dengan Daniel, dadaku sakit. Dan aku takut jika kamu akan pergi dengan pria lain dan meninggalkan aku. Lain hal saat Julia yang melakukannya, asal dia tetap di sisiku apapun yang mau dia lakukan aku membiarkanya.” Ucap Al.


Al lalu menatap Lilac dan mengelus pipi isterinya itu.


“Jadi apa jawaban mu? Apa kamu mau menemaniku seumur hidup? Aku kamu dan anak-anak kita.” Tanya Al lagi.


Lilac mengangguk, tentu dia harus bersikap egois sekarang. Demi anaknya dan juga dirinya, dia tidak mau jika anaknya merasakan hal yang sama sepertinya, sedih karena tidak dibesarkan oleh kedua orang tuanya.


“Terimakasih sayang.” Ucap Al lalu mencium kening isterinya itu. “Besok aku akan menceraikan Julia.” Lanjutnya lagi.


“Apa?” Lilac terkejut.


*********


Hai hai…

__ADS_1


*Jangan lupa mampir di Novel baruku yah**🤭*



__ADS_2