Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 64 - Ruang Periksa.


__ADS_3

Al nampak hawatir dengan keadaan Lilac tanpa pikir panjang dia langsung menbawa Lilac pada dr.Leon, namun Lilac terus menolak karena dirinya merasa tidak sakit dan hanya telat makan.


“Sayang, aku mohon ini hanya mual karena telat makan. Aku tidak sakit seperti apa yang kamu pikirkan.” Cegah Lilac dia tidak mau terlalu membesar-besarkan masalah.


Al tidak memperdulikan ocehan Lilac dia terus menggandeng istrinya berjalan menuju ruangan Leon berada.


Dari jarak jauh terlihat Leon yang berlari menghampiri Al karena sebelumnya ia sudah menerima kabar jika sepupunya akan datang, Leon terlihat hawatir saat mendengar jika Al akan datang karena jika bukan hal darurat pria itu sudah pasti menyuruhnya untuk menemui Al di kediaman nya.


“Al ada apa ini? Apa kamu terluka? Sakit?” Tanya Leon dengan sigap sambil mengatur nafasnya.


“Bukan aku! Tapi istriku!” Ucap Al Leon pun melirik ke arah Lilac yang sudah tersenyum kaku.

__ADS_1


“Lilac? Bagaimana kondisimu ayo kita periksa di ruanganku.” Ajak Leon. Namun Lilac menggeleng dengan wajah pucatnya.


“Tidak perlu Kak, aku hanya butuh toilet.” Ucap Lilac dia menahan mual nya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dan segera berlari saat.


“Sayanggg…” teriak Al dia ikut berlari mengejak Lilac.


“Aw!!!” Pekik Serena yang tidak sengaja di tubruk Al saat berlari, Serena bingung kenapa ada sepupunya di sana dia pun segera mendekati Leon yang sedang berdiri mematung melihat Al berlari mengejar Lilac.


“Sepertinya kita akan dapat ponakan.” Ucap Leon sambil memegangi kedua pundak Serena. Dia pun segera berlari mengikuti Al dan meninggalkan Serena yang tersenyum.


“Apa? Aku akan jadi tante? Aku punya ponakan? Yeeee…” ucap Serena girang namun sedetik kemudian senyuman nya hilang begitu saja saat otaknya mulai mempertanyakan siapa yang sedang hamil. “Kak!!” Teriak Serena pada Leon yang sudah menghilang.

__ADS_1


“Ihh! Siapa yang hamil? Apa kak Leon menghamili wanita? Terus aku bagaimana? Kak Leon!! Aku ga mau yah kalo kakak menikah dengan orang lain!” Pekiknya sambil berjalan mencari keberadaan Leon dan tidak memperdulikan orang yang berlalu lalang yang sedang menatapnya aneh.


“Sayang bagaimana? Sudah enakan?” Tanya Al saat Lilac keluar dari toilet wanita.


Lilac berpegangan tangan pada Al karena entah mengapa kakinya sudah tidak dapat menahan bobot tubuhnya, ia sudah mengeluarkan isi perutnya sehingga tubuhnya terasa sangat lemas.


“Aku lemas, aku ingin pulang.” Ucap Lilac dengan mata yang tertutup dan bersandar di tubuh Al, Al pun dengan sigap menggendong tubuh istrinya itu karena Leon mengajaknya untuk masuk kedalam ruangan nya agar segera di lakukan pemeriksaan.


“Sayang bertahanlah.” Ucap Al saat merebahkan tubuh istrinya, dia mengecup kening istrinya dengan raut wajah hawatir. Al sangat menyesal karena tidak memperhatikan kondisi tubuh istrinya itu, dia terus memegang lengan Lilac dan menautkan jemari mereka berdua.


“Kak Leon! Siapa yang ham—“ ucapan nya terhenti saat Leon membekap mulut sepupunya itu.

__ADS_1


“Diam! Duduk manis di sini dan jangan berbicara sepatah katapun saat aku selesai memeriksa Lilac.” Ancam Leon sambil membuat tubuh Serena duduk di kursi pojokan ruangan Leon. Tentu saja Serena akan menurut jika itu perintah pria yang paling di cintainya, walau dia harus mengesampingkan rasa ingin taunya.


__ADS_2