
Alterio menatap Julia dengan senyuman hangat yang biasa ia berikan pada istrinya itu, dia melepas pelukan Julia dan memegang kedua lengan istri yang sangat ia cintai.
Tapi itu dulu saat sebelum Julia memberontak dan menginginkan kebebasan, Julia membalas senyuman Al dia sangat berharap banyak jika Al akan tidur bersamanya.
Senyuman Al yang belum berubah membuat hati Julia yang sebelumnya sempat terasa sakit, kini perlahan mulai menghilang karena di mata Julia terlihat jelas jika suaminya masih sangat memuja dirinya.
“Aku sangat rindu padamu, Al. Aku mencintaimu.”Ujar Julia.
Senyuman Al hilang begitu saja, raut wajahnya berubah menjadi datar. Perubahan kecil itu membuat Julia bertanya-tanya dan mulai berdebar.
“Cukup Julia, jangan merengek seperti ini. Kamu tahu sendiri jika Lilac sedang hamil, aku tidak bisa menemanimu.” Tolak Al dia hendak melangkah pergi namun Julia segera menahan lengan Al.
“Kalau besok? Kamu bisa menemaniku kan Al?” Tanya lagi Julia dia berharap jika Al tidak selalu bersama dengan Lilac.
“Entahlah.” Ucap Al kembali menatap Julia. “Lebih baik kamu menikmati kebebasan yang kamu minta selama ini, karena sekarang aku sudah membebaskan mu jadi lakukan sesukamu.” Ucap Al sambil merapihkan kemejanya.
__ADS_1
“Al apa maksudmu? Aku hanya ingin kamu mengerti tentang pekerjaanku, aku bukan ingin bebas seperti itu Al. Aku— aku…” Julia sempat berpikir dengan apa yang dia inginkan, dia sendiri tidak bisa mengelak.
“Lakukanlah apa yang kau inginkan Julia, aku tidak akan melarang mu lagi.” Ucap Al dia bergegas pergi keluar dari kamarnya itu.
“Al.” Panggil Dad Rion saat ia keluar dari kamar Julia, Al menoleh ke belakang.
“Iya Dad, ada apa?” Tanya Al.
“Ikut Dad ke ruang kerja.” Ajaknya. Al langsung mengikuti Dad Rion dari belakang.
“Dad ada apa?” Tanya Al bingung, tidak biasanya pria bucin ini memeluk anaknya karena selama ini Dad Rion selalu bersikap keras kepada kedua anaknya dan bersikap manja hanya di depan istrinya.
“Dad bangga padamu, Al. Dad senang akhirnya kamu punya anak.” Ucap Dad Rion dengan isak tangis di kedua matanya.
Al ikut terharu, dia tidak tau jika sebesar ini harapan Dad Rion kepadanya.
__ADS_1
“Maaf Dad, Al tidak tau jika Dad berharap banyak padaku. Al sangat menyesal karena tidak dari dulu memikirkan hal ini.” Sesal Al.
Dad Rion melepaskan pelukanya, dia menatap Al dengan sangat serius.
“Tidak apa-apa, Al. Mungkin Tuhan sangat sayang padamu dan memberimu anak dari istrimu yang lain. Dad senang karena itu bukan Julia.” Ucap Dad Rion jujur. Walau memang ucapan Dad Rion benar namun ucapanya itu sedikit membuat Al janggal.
Tapi satu yang pasti, dulu Dad Rion sempat menolak Julia saat Al akan menikahi Julia. Mungkin itu salah satu alasan Dad Rion senang mepihat Lilac menikah.
Ya bagamana pun Julia memang sudah sangat mengecewakan keluarganya dan juga dirinya.
“Sudahlah temui Lilac, perlakukan dia dengan baik. Wanita hamil sangat mudah marah dan merengek, kamu harus bersabar menanganinya Al. Karena Mommy mu dulu juga seperti itu, apalagi saat mengandungmu dia bahkan ngidam ingin bertemu banci Thailan.” Ucap Dad Rion sambil terkekeh mengingat masa-masa itu.
Al pun ikut terkekeh mengingat cerita itu.
“Semoga anakku tidak membuatku pusing, Dad.” Jawab Al.
__ADS_1