Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 86 - Berpesta.


__ADS_3

Tubuh Al sangat lemas saat melihat kelakuan sang isteri, Al menatap isterinya yang tertawa bahagia sambil berjoged ria dengan mengenakan gaun yang ketat dengan belahan dada rendah, dengan memperlihatkan bentuk tubuh yang sexy dengan perut buncitnya.


“Paman, apa aku tidak salah liat?” Tanya Al yang berdiri kurang lebih 7 meter dari tempat istrinya berjoged.


Dengan menahan amarahnya Al berusha mengambil nafasnya perlahan, lengan dan rahangnya yang sudah mengeras menandakan berapa kesalnya pria yang akan menjadi calon ayah ini.


“Sabar Tuan, anda jangan marah-marah pada wanita hamil.” Ucap Paman Lee sambil menahan Al yang hendak melangkahkan kakinya.


“Lalu aku harus bagaimana paman? Aku sangat ingin marah.” Ucap Al menatap tajam pamanya itu.


“Pantau saja dari sini, kamu sendiri yang akan menerima akibatnya jika kamu mengganggu kesenangan wanita hamil.” Ucap Paman Lee berusaha mengingatkan jika dirinya akan lebih kalah dari pada isterinya.


“Tapi bagaimana dengan tubuhnya yang terbuka seperti itu, bagaimana dengan kondisi anakku?” Ucap Al penuh kekhawatiran.


Penelope tanpa sengaja melirik ke arah Al dimana pria itu sedang menatapnya dengan tajam. Dia pun berhenti berjoget bersamaan dengan senyum yang mulai menghilang, Penelope menyentuh lengan Lilac tanpa mengalihkan pandanganya dari sang kakak.


Lilac yang sedang asyikpun mengikuti arah pandang adik iparnya itu.


“Mati kita ketahuan.” Ucap Penelope, Mikayla pun ikut terdiam saat menyadari kehadiran Al,  namun saat Al akan melangkah maju justru dia di kagetakan dengan kedatangan Theo yang lebih cepat berjalan di depan Al dengan raut wajah marahnya.


Al ,Lilac dan Penelope melihat Theo yang menarik paksa Mikayla, terlihat jelas raut wajah marah dari seorang Theo Felix.

__ADS_1


“Ikut aku!” Sentak Theo menariknya ke arah berlawanan.


Lalu tidak lama dari itu Penelope pun melihat Lilac yang di bawa Al.


Kini hanya tinggal dieinya sendirilah karena Sherena entah dimana, malang sekali nasibnya.


“Sayang, kamu tega membawaku pergi dari sini? Aku masih ingin berpesta.” Ucap Lilac. “Aku janji ini yang terakhir kali, aku juga tidak berani minum. Sayang.” Pinta Lilac dengan wajah sendunya. “Ini demi anak kita, dia menginginkanya.”


Al pun mneghela nafasnya, lalu melepaskan lengan sang isteri. “Baiklah aku akan memperhatikan mu dari sini, hanya sampai jam 12 malam, tidak lebih dari itu!” Ucap Al, lalu melepaiskan jas yang di pakainya dan memakaikanya di tubuh sang isteri.


“Jangan pernah sekali lagi memperlihatkan tubuh indah mu ini pada orang lain.” Ucap Al lalu mencium Lilac dan kembali memberikan Lilac pada Penelope yang masih ada di sana.


“Kau berani membohongiku!” Pekik Theo pada tawananya itu.


“A-ampun, aku tidak bohong saat bilang akan pergi bersaha sahabatku.” Ucap Mikayla.


“Hah, lalu apa ini? Kau berjoget dengan para pria dan berpakaian sexy seperti ini.” Sentaknya lagi sambil menatik baju itu sampai memperlihatkan kedua belah dada yang selalu membuatnya terlena setiap kali bercinta denganya.


“Mereka semua temanku. Kam—“


“Berhentik mengelak, kau tau sendiri jika aku sangat benci itu. Turun sekarang juga!” Pekik Theo karena wanita yang sudah melanggar janjinya harus ia hukum dengan hukuman setimpal.

__ADS_1


Mikayla pun perlahan turun ke bawah dan berjongkok mendongak menatap Dosen gila di hadapanya, dia tahu betul jika dirinya lagi-lagi harus menerima hukuman.


Dengan segera dia membuka gesper yang ia kenakan, dan menjambak pelan kepala wanitanya gara mendongak menatapnya.


“Buka mulutmu!” Pekiknya Mikayla pun membuka mulutnya dan langsung merasa penuh dan sesak bersamaan. “Ssstthh Ahh! Rasakan ini!” Pekik Theo semakin menghentakanya sampai ke ujung rongga mulut wanita itu.


“Emmmpphh!” Teriakan yang tertahan karena mulutnya sangat penuh dengan benda tumpul panjang dan berurat itu, Mikayla kembali meneteskan air matanya perlahan.


.


.


To be continued…


Hai hai✨✨


Sedikit cerita tentang Theo dan Mikayla aku masukin ke sini, emang sih rada-rada bar-bar tapi begitulah Theo tidak memandang tempat dan waktu selalu panas kalau sama Mikayla.


Btw cerita Theo dan Mikayla akan tayang setelah tamat ceritanya Daniel dan Cery yah🤭


Sebentar lagi kita akan berpihas dengan Lilac dan Al, jangan lupa mampir di cerita Daniel dan Cery✨

__ADS_1


__ADS_2