Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 84 - Ketakutan Penelope


__ADS_3

Malam itu Al tiba-tiba di panggil oleh Kakeknya, padahal Al sangat enggan keluar dari rumahnya karena menurutnya rumah adalah tempat ternyaman untuk nya saat ini terlebih ada isterinya. 


Apalagi dia sedang menyambut kelahiran anaknya di bulan ini, Al dengan malas berjalan keluar rumah itu. 


“Ayolah sayang semangat, kakek mu pasti sangat rindu makanya dia ingin bertemu denganmu.” Ucap Lilac dengan jantung yang berdegup sangat kencang, karena pertama kalinya ia menjerumuskan suaminya. 


Ya Lilac menyuruh Penelope dan Sherena untuk membuat Al keluar dari rumah ini agar mereka bisa pergi dengan bebas.


Maka dari itu Penelope dan Sherena mengadu pada sang kakek jika Al sering membuat isterinya kelelahan dan menyuruh sang kakek mendidik cucunya itu. 


“Iya sayang, kalau ada apa-apa telpon aku. Aku pasti akan sangat rindu padamu.” Ucap Al sambil mengecup kening dan bibir isterinya.


“Hanya beberapa jam sayang, kita tidak akan berpisah jauh. Hati-hati di jalan.” Ucap Lilac namun Al malah kembali memeluk tubuh sang isteri. 

__ADS_1


“Jaga Mommy kalian yah, Dad pergi dulu.” Ucap Al lalu mencium perut buncit sang isteri, ia pun berjalan dan menaiki mobil yang di kendarai supir. 


“Sherenaa…” panggil Lilac saat Al sudah keluar dari gerbang rumahnya. 


Sherena pun keluar dari tempat persembunyianya, bebarengan dengan Penelope yang keluar dari rumah itu membawa tas cukup besar. 


“Ayo sudah siap?” Tanya Sherena. Penelope dan Lilac mengangguk. 


Mereka bertiga berjalan menuju mobil sambil menggandeng ibu hamil itu, ibu hamil yang masih sangat lincah dengan tubuh ramping namun perut yang buncit. 


“Tapi kak, aku masih takut jika Kak Al marah saat tau jika kakak pergi.” Ucap Penelope, jantungnya sejak tadi berdegup kencang. 


“Ya ampun Kak Lope tenang saja, ini demi kebaikan Debay dan Ibu hamil ini. Biarkan Kak Lilac bahagia dengan kebahagiaanya sendiri. Apa kak Lope tidak kasian pada Kak Lilac selama 9 bulan dia harus berada di rumah ini setiap hari.” Ucap Sherena yang lebih jelas mendukung keinginan Ipar Sepupunya itu. 

__ADS_1


Walaupun benar Kakak nya memang terlalu parah mengekang sang isteri karena demi keselamatan anak dan isterinya, tapi walau bagaimana pun Lilac sebagai isteri harusnya merasa beruntung punya suami yang sangat menghawatirkanya. 


Selama hampir 9 bulan Lilac juga banyak kegiatan yang harus nya tidak membuatnya bosan walau semua nya di lakukan di dalam kediamanya.


Selama ini Lilac disibukan dengan berbagai kegiatan alat musik, yoga, berjalan-jalan di taman bahkan memasak pun ada koki khusus yang mengajarkanya, apalagi saat belajar tentang kehamilanya dokter khusu yang mengajari Lilac selama ini.


Selain itu perawatan tubuhnya juga tidak pernah ketinggalan karena pihak salon yang datang kekediamanya, bahkan Penelope sendiri sangat senang karena dia ikut melakukan perawatan tubuhnya berkat Kakaknya yang berusaha membahagiakan isterinya.


“Semua akan baik-baik saja Kak, jangan takut.” Ucap Lilac berusaha membuat Adik iparnya itu percaya jika semuanya akan baik-baik saja. “Apa pakaian ku kakak bawa semua?” Tanya Lilac. 


Penelope mengangguk, “iya tidak ada satupun yang tertinggal, semua keperluan sudah ada di dalam tas.” Ucap Penelope. 


Mereka pun masuk kedalam mobil dan beranjak dari kediaman keluarga Estevan karena Sherena mulai melajukan kendaraanya.

__ADS_1


__ADS_2