
Daniel menatap datar kedua orang yang sejak tadi di tunggunya dengan dada yang terasa nyeri, ternyata mereka lebih dekat dari yang ia bayangkan.
Seperti sekarang saja mereka terlihat begitu mesra di depan nya, Daniel tidak menyangka secepat itu Lilac melupakan dirinya. Di saat dia datang untuk membawa pergi wanita yang sudah mengisi hatinya, disitu pula ia merasa kecewa karena di suguhkan dengan fakta seperti ini.
“Daniel?” Panggil Al. Dia tersenyum sambil melepaskan pelukan nya. “Ada apa kamu datang ke sini? Bukanya kamu sedang ada di Jepang?” Tanya Al lagi dia mendekati sepupunya itu.
Deg!!!
Lilac terkejut, betapa sempitnya dunia ini sampai orang yang dia cintai saja mengenal suaminya. Jantung Lilac bergerumuh rasa takut dan sedih sedang melandanya, di tambah nyeri di dada nya membuat dirinya tidak bisa berkutik.
Daniel sejak tadi hanya menatap Lilac tanpa menoleh dan mendengarkan ucapan Al.
Al sadar ketika tatapan Daniel mengarah pada istrinya, dia mendekati istri sambil merangkul pinggang Lilac.
__ADS_1
Lilac pun mendongak untuk menatap Al.
“Kenalkan dia istri ku, namanya—“
“Lilac.” Ucap Daniel.
“Ah, apa kalian saling kenal?” Tanya Al dia lalu menatap Lilac yang masih diam mematung menatap Daniel, Al menyadari jika Lilac sedikit tegang.
Lalu Al menatap Daniel.
“Oh kalau begitu ayo masuk, kalian berbincang di dalam saja.” Ucap Al dia menekan kode sandi Apartemen nya lalu membukanya dan mempersilahkan Daniel masuk kedalam.
“Honey, ayo.” Ajak Al, dia merangkul istrinya dan membawa nya masuk. “Kalian berbincang lah dulu, Kakak ke kamar mandi dulu. Nanti aku sekalian masak untuk mu Daniel, jadi janagn dulu pulang.” Ucap Al. Daniel pun mengangguk dan Al langsung masuk kedalam kamar nya untuk pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Daniel lalu menatap Lilac yang sedang menundukan kepalanya, Daniel melangkah mendekati Lilac.
“Apa kabar Lilac.” Ucap Daniel, Lilac pun mengangkat kepalanya memberanikan diri untuk menatap Daniel.
“Kak, maaf kan aku.” Ucap Lilac tiba-tiba. Dia tidak pandai berbasa-basi. Wajah sendunya dapat Daniel lihat di wajah cantik Lilac, terlihat kesedihan dan rasa menyesal pada wanita itu.
“Aku sudah tau, tapi aku tidak bisa menyalahkan mu Lilac. Aku tau ini bukan salah mu, sepupu ku yang sudah merusak masa depan kita.” Ucap Daniel. Lilac kembali menunduk, dia tidak berani lagi menatap pria tampan berkaca mata itu.
Lilac terkejut ternyata mereka berdua adalah sepupu, pantas saja wajah tampan keduanya tidak bisa di ragukan lagi. Keturunan keluarga itu memang memiliki paras yang tampan dan cantik.
“Aku datang kesini untuk memberimu pilihan padamu Lilac, aku ingin mengajak mu pergi dari tempat ini. Tinggal lah bersama ku, aku akan menikahi mu dan lupakan semua yang sudah pernah terjadi dengan Kak Al.” Ucap Daniel.
Lilac menatap Daniel dengan wajah terkejut. Dia tidak menyangka jika Daniel akan berbicara sepeeti itu. Sejujurnya Lilac berpikir jika Daniel akan kecewa padanya dan menyalahkan semuanya pada Lilac.
__ADS_1
“Apa Kakak serius dengan apa yang kakak ucap kan barusan?” Tanya Lilac.
.