Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 49 - Penuh curiga.


__ADS_3

Malam itu semua keluarga Al pulang cukup larut, Lilac berjalan dengan gontai ke arah ranjang nya dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Al yang juga masuk bersama Lilac kedalam kamar, dia melihat istrinya yang mungkin saja masih sakit karena efek bercinta dengan nya tadi malam.


“Ungu.” Panggil Al pria itu lupa memanggil nya dengan panggilan sayang seolah kata itu sudah terbiasa keluar dari mulutnya.


Lilac menoleh ke arahnya dengan gerakan lemas, namun tubuh masih dalam posisi tengkurep. “Sejak kapan panggilan itu terdengar manis di telingaku.” Gumamnya dalam hati. Karena pria itu biasanya memanggil nama Ungu ketika sedang memaki dirinya atau marah padanya.


“Ah, maaf aku lupa Honey.” Ralat Al dia menyimpan nampan di atas nakas dengan gelas yang berisi air dan juga vitamin di atas nya. Sambil duduk di samping Lilac di tepi ranjang.


“Tidak apa-apa, panggilan itu lebih manis dari pada kata-kata Honey.” Ceplos Lilac tanpa sadar, karena memang mendengar kata Honey terasa sanagt menggelikan bagi Lilac melihat Al yang biasanya hanya marah kepadanya.


“Benarkah? Ungu.” Ucap Al sambil menatap ke arahnya. Lilac hanya mengangguk lemas. “Ungu..”


“Iya?”


“Ungu.”

__ADS_1


“Hmm..”


“Ungu.. Ungu.. Ungu..” panggil Al dengan gemas sambil mencubit pipi wanita nya yang nyaris tertidur, Lilac pun membuka matanya kembali karena tidur nya terganggu.


“Al!!! Ada apa? Aku ngantuk.” Protes Lilac.


“Minum vitamin yu, Laon bilang kalau kamu harus banyak minum Vitamin biar sehat.” Ajak Al, dia melirik ke arah tubuh Lilac yang tergeletak di atas ranjang.


Paha mulus..


Kaki jenjang..


Al mengelus lembut paha istrinya, penganya perlahan naik sedikit-demi sedikit.


Namun seolah nyawa Lilac menyatu kembali dengan tubuhnya dia kembali membuka mata daat sadar dengan sentuhan Al.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Lilac. Al terkejut lalu menatap Lilac.

__ADS_1


“M-Mommy menyuruhku memijit tubuhmu malam ini, sejak tadi dia memarahi ku karena aku tadi pagi pergi bekerja dan tidak menemani mu saat sakit.” Ucap Al jujur namun jujur saja dia merasa tertangkap basah.


“Astaga dia istriku, tapi kenapa aku terlihat seperti seorang cab bul?” Tanya nya dalam hati sambil terlihat kikuk.


“Tidak perlu aku ngantuk.” Ucap Lilac. Namun lagi-lagi dia tidak bisa tidur karena Al langsung memijat pinggang nya.


“Al tidak perlu, aku baik-baik saja.” Protes Lilac namun jujur saja pijatan pria itu sangat pas di tubuhnya, tidak kekerasan dan tidak terlalu lemah. Rasanya pinggang nya yang remuk terasa enak berkat pijatan Al.


“Seperti biasa, mulutnya menolak namun tubuhnya menikmatinya.” Ucap Al dalam hati sambil tersenyum karena kini Lilac terlihat lebih rileks karena tegang nya sudah berkurang. Al juga senang karena Lilac seperti nya sudah mulai terbiasa dengan sentuhan tanganya.


Di sela-sela pijatan nya Al teringan ucapan Adiknya Penelope. Dimana Adiknya itu mempertanyakan hati nya yang sudah berubah, Penelope bilang jika Al sudah berpindah hati pada Lilac.


“Apa benar aku menyukai wanita ini?” Tanya nya dalam hati. “Atau aku hanya memaksanya untuk menggantikan Julia menanggung semua kewajiban Julia sebagai istri?” Tanya Al dalam hatinya pada dirinya sendiri.


Al lalu ikut merebahkan tubuhnya di atas tubuh Lilac yang sedang tengkurep.


Lilac merasakan itu, dia berbalik menatap Al.

__ADS_1


“Kali ini apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Lilac penuh curiga.


.


__ADS_2