Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 59 - Wanita kedua.


__ADS_3

“Pak Theo, silahkan di minum.” Ucap Lilac sambil menyodorkan minuman yang tadi di bawa Mika. 


Pak Theo hanya mengangguk, Lilac sesekali melirik ke arah Theo dan Daniel bergantian memperhatikan kesamaan wajah keduanya saat mereka sedang berbincang.


Jika Daniel pria muda yang terlihat masih polos dan kutu buku tapi ketampanan nya tidak kalah tampan dengan saudaranya dan sepupunya. Sementara Pak Theo dia lebih memiliki aura orang dewasa dengan tubuh bak binaragawan dan rahang yang gagah seperti Alterio. 


Lalu Lilac melirik ke arah Al, namun Lilac dikejutkan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan suaminya itu. Dia jadi gelisah sendiri saat kepergik memperhatikan sepupu suaminya itu. 


Saat tiga pria itu mengobrol, Lilac mengalihkan pandangan nya pada Mika agar tidak merasa terintimidasi oleh tatapan suaminya. 

__ADS_1


“Mika ada apa? Apa kamu ada masalah dengan pak Theo?” Bisik Lilac. Mika hanya membalasnya dengan senyuman dan gelengan di kepalanya, walau sesekali dia memantau Dosen nya itu. 


“Engga ada apa-apa Lilac, bagaimana kondisi mu akhir-akhir ini? Aku tidak bisa menghubungimu karena terlalu sibuk.” Ucap Mika dia berusaha mengalihkan pembicaraan karena Lilac tipe wanita yang sangat peka. 


“Mikaaa… banyak banget yang mau aku ceritain, tapi suasananya tidak mendukung. Kapan-kapan kita ngobrol berdua yuk.” Ajak Lilac dia sangat tahu jika sahabatnya itu sedang mengalihkan topik pembicaraan, dia tau betul jika sahabatnya sedang dalam masalah. Namun Mika adalah tipe gadis yang selalu memendam masalahnya sendirian. 


“Lalu bagaimana dengan Kak Daniel dan Tuan Al. Apa mereka bertengkar? Wajah keduanya terlihat memar.” Tanya Mika, karena Mika juga tau jika Daniel adalah pria yang sedang dekat dengan Kilac. Karena itulah ada kemungkinan jika Tuan Al sudah mengetahui hubungan keduanya dan memar yang mereka dapatkan karena hal itu juga. 


“Apa? Kamu kan sudah menikah, kenapa masih berani berpelukan dengan pria lain. Wajar saja jika Tuan Al memukul Kak Daniel karena dia cemburu pada mu Lilac!” Ucap Mika tidak habis pikir pada sahabatnya itu. 

__ADS_1


“Astaga Mika! Kamu kira aku ini cewe apaan? Kak Daniel memeluk ku karena aku menangis dan itu juga pelukan terakhir sebagai tanda perpisahan karena aku menolak nya untuk hidup bersamanya.” Ucap Lilac dia menghela nafasnya lalu sedikit menunduk sambil kembali mengunyah snack yang ia makan. 


“Lagian kenapa Al harus marah, dia juga kan punya istri lain selain aku, selain itu kita juga menikah karena terpaksa.” Gumamnya lagi. 


Mika menepuk pundak Lilac pelan, sahabatnya ini dama sekali tidak bisa membedakan orang marah dan cemburu. 


“Dia sudah mencintaimu Lilac, Tuan Al cemburu padamu. Apa dia pernah mengungkapkan isi hatinya? Seperti di bilang kalau dia mencintaimu?” Tanya Mika. 


Kedua wanita itu terus berbisik-bisik pelan tanpa menghiraukau orang yang sedang di bicarakan nya berada di depan mereka walaupun mereka juga sibuk dengan topik pembicaraan tentang pekerjaan. 

__ADS_1


“Semalam dia bilang sih… tapi apa itu bisa di sebut cinta? Jika bisa menyukai dua wanita di waktu yang sama?” Tanya Lilac hatinya semakin gundah. 


“Lilac, kamu tahu? Jika ada dua wanita di dalam hidup seorang pria, percayalah jika wanita kedualah yang ia cintai. Karena tidak akan ada wanita kedua jika dia mencintai wanita pertama.” Ucap Mika sok bijak. Padahal dirinya sendiri tidak bisa mengartikan hubungan apa yang sedang ia jalani dengan Dosenya itu. 


__ADS_2