Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 52 - Memalukan.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mereka berdua tidak banyak bicara, Lilac sibuk dengan pikiran nya sendiri sementara Al sibuk dengan pekerjaan nya di layar laptop.


Lilac merasakan lengan nya yang sedang di sentuh, dia yang sejak tadi menatap langit lewat kaca mobil akhirnya menoleh ke arah Al yang berada di samping nya. Lilac melihat pria itu sibuk menatap layar laptop nya, namun lengan pria itu menggenggam lengan kiri Lilac.


Lilac hanya menatap sendu lengan nya yang sedang di genggam.


“Kenapa kamu menyentuh lengan ku?” Tanya Lilac karena saat ia menarik lengan nya sendiri, Al malah semakin erat menggenggam nya.


Al tidak berbicara lagi, dia hanya mencium sekilas lengan Lilac dan menbuat Lilac terkejut. Karena bukanya menjawab pria itu malah mencium lengan nya.


“Al, kamu tidak mungkin mengajak ku bercinta lagi kan?” Curiga Lilac karena biasanya Al selalu menggida atau merayunya dulu seperti sebelumnya saat ia terbuai dengan rayuan maut suaminya itu.


Al menatap ke arah Lilac dengan tatapan tajam, namun Lilac malah semakin curiga.


“Kamu tidak mungkin sedang merayuku sekarang kan? Aku tidak sanggup jika malam ini harus melayani mu lagi.” Ucap Lilac.

__ADS_1


Al yang tadi nya ingin berbicara agar Lilac berhenti membicarakan hal itu, dia malah jadi penasaran dengan alasan Lilac menolak hal yang tidak sedang dia inginkan itu.


“Kenapa kamu tidak sanggup?” Tanya Al dengan wajah datar nya.


“Kamu seperti hewan buas Al! Kamu membuat ku kelelahan semalaman. Bahkan saat aku tertidurpun aku—“ ucapan Lilac terhenti karena Al segera memitong ucapanya.


“Honey, aku sejak tadi sedang meeting. Seperti nya kamu salah paham.” Ucap Al dengan segera karena takut semua orang yang sedang meeting melalui ponsel nya mendengar ucapan Lilac lebih banyak lagi.


“Meeting?” Tanya Lilac bingung. Namun dia segera menatap layar laptop suaminya itu karena merasa curiga. Dan benar saja dia terkejut melihat beberapa orang yang ada di layar laptop itu, ia pun melihat telinga Al yang rupanya sedang memakai aerphone.


Al hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu, walaupun dia harus menahan malu pada orang-orang yang sedang meeting dengan nya.


Al segera menyudahi meeting itu dan segera menyusul Lilac.


“Ya ampun apa yang ku lakukan!! Ini sangat memalukan!” Lilac memekik dirinya sendiri. “Lagian sejak kapan dia meeting, aku yang ada di samping nya sampai tidak sadar jika dia sedang sibuk begitu.” Ucapnya lagi, karena sejak masuk kedalam mobil Lilac hanya menatap ke arah jendela mobil karena teringat kenangan bersama kakeknya.

__ADS_1


Lilac sejak tadi menekan-nekan tombol Lift berdoa segera terbuka pintu itu agar dia tidak perlu naik bersama suaminya.


“Ga mungkin kan dia marah padaku? Itu juga salah dia karena menyentuhku sembarangan. Waajr dong aku salah paham.” Gumam Lilac menbela dirinya sendiri karena merasa malu pada dirinya sendiri karena sudah salah paham.


“Tergantung isi otak orang itu, jika dia berpikir positif pasti dia akan berpikir jika aku hanya mencium lengan mu. Tapi jika berpikiran mesum seperti mu, pasti akan berpikir jika aku mengajak mu bercinta. Iya kan?” Tanya Al dengan santai nya ia berjalan masuk lebih dulu kedalam lift sambil merangkul Lilac masuk kedalam nya.


“Si-siapa bilang aku berpikir seperti itu. Aku hanya takut saja.” Elak Lilac.


“Benarkah? Aku kira kamu sedang memberiku kode.” Ucap Al. Mereka berjalan keluar Lift saat Lift itu kembali terbuka.


“Ih kamu kepedean banget! Aku ga mau yah kaya gitu lagi.” Ucap Lilac dia segera melepaskan rangkulan suaminya dan berjalan lebih dulu.


Al mengejar Lilac lalu memeluk istrinya dari belakang saat dia berhenti berjalan. “Benarkah? Tapi aku menginginkan nya malam ini.” Ucap Al pada Lilac yang berdiri mematung dan menatap lurus seseorang yang ada di depanya.


Al menatap Lilac karena tidak bereaksi bahkan tidak menjawab nya, lalu menatap arah pandang Lilac yang terlihat kaget melihat seseorang.

__ADS_1


“Daniel?” Gumam Al bingung.


__ADS_2