
“Lilac!!” Semua orang berteriak kecuali Julia yang nampak terkejut dengan perbuatanya sendiri, dia melotot kaget tanpa bergerak untuk menahan tubuh wanita itu saat hendak terjatuh.
Untungnya dengan cepat Al menangkap tubuh Lilac dengan kedua lenganya, wajah Al seketika berubah menjadi pucat.
Dia sangat takut jika terjadi hal yang tidak di inginkan pada istri dan juga anaknya.
“Julia berani nya kau!” Pekik Al namun Al tidak berniat lebih lanjut marah pada Julia, karena saat ini yang terpenting adalah Lilac.
“Al, aku baik-baik saja.”
“Lilac, Nak kamu baik-baik saja?” Tanya Mom Aily dia langsung memeluk Lilac dan menariknya dari tubuh Al.
“Iya Mom, aku baik-baik saja.”
“Maaf Lilac, aku tidak menggandengmu dengan kuat.” Ucap Penelope merasa bersalah.
Seluruh pekerja yang ada di belakang berbondong-bondong lari ke ruangan tengah untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
“Cepat siapkan mobil!” Sentak Al, dengan segera salah satu sopir di sana berlari keluar untuk melaksanakan perintah tuanya.
“Kita harus periksa kondisimu, ayo.” Ucap Al dia segera menggendong tubuh Lilac.
“Tunggu Al! Bagaimana dengan masalah kita, aku ingin selesaikan masalah ini.” Cegai Julia dengan tidak tahu diri.
“Enyahlah!” Sentak Al lagi tanpa mau menatap wajah wanita yang sudah berusaha mencelakai anak dan istrinya.
“Al!” Teriak Julia, dan hendak mengikuti langkah Al namun Mom Aily menatik tubuh Julia.
Sementara Penelope dia berlari mengikuti kakakanya.
“Hentikan Julia, kamu sama sekali tidak punya perasaan.” Ucap Mom Aily.
“Mom kamu tahukan jika sejak ada Lilac Al jadi berubah kepadaku, apa Mom mau punya menantu licik seperti wanita itu” tanya Julia dia menangis dengan tersedu-sedu.
“Itu semua karena kesalahan mu sendiri, kamu melukai hati Al dan teruk menolak mempunyai keturunan darinya! Apa kamu bodoh?” Ucap Mom Aily, selama ini dia hanya diam saja. Namun katena Julia sudah sangat keterlaluan akhirnya dia pun berbicara.
__ADS_1
“Bi Nur, panggilkan supir aku harus menemani menantuku di rumah sakit. Dan siapkan beberapa pakaian untuk Lilac lalu bibi menyusul lah ke sana.” Titahnya pada salah satu pelayan di sana yang menyaksikan kejadian itu.
Mom Aily kembali melirik Julia, malang sekali nasibnya namun karena keegoisanya lah hal ini terjadi di hidupnya. Padahal semua telah Al berikan pada wanita ini, namun seolah tidak punya kepuasan Julia lebih senang hidup bebas semaunya di banding menuruti apa yang suaminya inginkan.
“Sudah seperti ini.” Ucap Mom Aily, Juliapun mengangkat wajahnya untuk menatap Mom Aily berharap jika wanita paruh baya itu kembali seperti dulu yang selalu ramah kepadanya.
“Pergilah dari rumah ini, malam ini juga. Karena saat Daddy tau dia tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja Julia.” Ucap Mom Aily lagi.
Julia terdiam, dia sama sekali tidak menyangka jika kata-kata itulah yang akan keluar dari mulut wanita lemah lembut itu.
“Nyonya ini tas anda, supir sudah siap di depan. Dan setelah saya selesai mengepak pakaian Nona Lilac saya akan segera kesana.” Ucap Bibi Nur.
“Terimakasih, Bi.” Ucapnya lalu pergi sambil merogoh ponselnya yang ada di dalam tas dan menghubungi suaminya.
Tak berlangsung lama sambunga telpon itu terhubung.
“Dad, Lilac terjatuh. Al sedang membawanya ke rumah sakit, dan Mom sekarang akan pergi ke sana.” Ucapnya, bagaimana pun suaminya harus tahu keadaan menantu dan cucunya.
__ADS_1
Tangisan Julia semakin pecah saat melihat semua orang meninggalkanya tanpa memperdulikan perasaanya yang terluka karena wanita hamil yang mereka hawatirkan itu.