Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 87 - Berkumpul di Club.


__ADS_3

Al yang sejak tadi tidak mengalihkan pandanganya dari sang isteri dan adiknya, dia berkali-kali menghela nafas sampai membuat Paman Lee berkali-kali membuat Al mengucapkan kata sabar.


“Sabar Tuan,” ucap Paman Lee, sambil melihat Al yang berjalan kekuri dan kekanan seolah gatal ingin segera membawa wanitanya pergi.


“Paman, lebih baik siapkan Ambulance dan tenaga medis.” Ucap Al saat menghentikan gerakanya, ia menatap Paman nya dengan serius.


“Untuk apa? Apa akan ada kecelakaan?” Tanya Paman Lee yang tidak memikirkan apapun selain keselamatan Alterio.


“Tentu saja untuk isteriku, aku takut dia kenapa-kenapa. Siapkan saja untuk berjaga-jaga.” Ucap Al, Paman Lee mengangguk dan segera menghubungi seseorang.


Al kembali menatap ke arah isterinya, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang, Al pun melirik ke arah orang itu. Terlihat jelas jika Leon berlari kesini saat mendengar jika Sherena ada di Club malam, karena pria itu sekarang tengah mengatur nafasnya.


“Dimana Sherena?” Tanya Leon pada sepupunya itu.


“Di sana.” Ucap Mengarahkan posisi Sherena sekarang, “dia sedang joged dengan ketiga adikmu.” Ucap Al sambil terkekeh.


“Sial, bukanya menangkap Sherena mereka malah ikut minum dan berjoged tanpa melaksanakan perintahku!” Pekik Leon kesal.

__ADS_1


Karena dia mengirim Arsenio, Reyno dan Aziel untuk melindungi Sherena dan membawa pulang gadis itu namun justru mereka ikut happy-happy dengan gadis yang pandai menghasut para adiknya itu.


Leon melangkahkan kakinya dimana semua adik dan wanita yang selalu mengganggunya itu berada.


Al tersenyum melihat kepergian sepupunya, karena rupanya bukan hanya dirinya yang di buat setres oleh wanitanya, tapi Leon juga.


Lalu pandanganya beralih pada Theo yang seperti akan meninggalkan tempat ini sambil menarik wanita yang di duga sahabat baik sang isteri.


“Ah rupanya ada satu pria lagi yang bernasib sama denganku.” Ucap Al sambil terkekeh, dia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di antara mereka berdua.


“Berhenti.” Ucap Al saat Theo akan melewati dirinya.


“Aku tidak peduli apa urusanmu dengan nya, tapi aku tidak suka saat melihat tamu spesial isteriku di bawa pergi tanpa seijin isteriku.” Ucap Al sambil memberi kode dengan matanya jika wanita yang sedang di gandengnya itu adalah tamu spesial sang isteri.


“Kami harus pulang,” ucap Theo.


“Lepaskan, atau aku akan memberi tahu Mam Eria.” Ancam Al.

__ADS_1


Theo pun melirik pada wanitanya dan mendekat untuk berbisik. “Jangan berani berdekatan dengan pria lain!” Bisik Theo pada Mikayla.


Wanita itu mengangguk dan berlari ke arah dimana teman-temanya berada.


“Mau kemana?” Tanya Al sambil menahan bahu sepupunya itu. “Diam di sini temani aku.” Ucap Al mendorong tubuh itu duduk di depan meja batender.


“Sambil menunggu teman kita satu lagi yang sedang mencari wanitanya, lebih baik kau memesan minuman dulu.” Ucap Al.


“Hah, siapa temanmu?” Tanya Theo basa-basa sejujurnya dia tidak peduli.


“Nanti kau akan tau sendiri, dia sampai berlari untuk mencari wanitanya kesini. Yah sama sepertimu Theo.” Ucap Al sambil mengulum senyumnya.


Karena Al tau betul jika Theo mengetahui orang itu siapa pasti pria bernama Theo itu akan marah, terlebih wanita yang di carinya adalah Adik kandungnya sendiri.


“Kamu tidak minum?” Tanya Theo saat dirinya selesai memesan minuman beralkohol itu.


“Tidak, aku harus menjaga isteriku yang sedang hamil.” Ucapnya sambil melirik ke arah isterinya. Theo pun ikut melirik ke arah dimana Al melihat iaterinya.

__ADS_1


Betapa terkejutnya dia saat melihat Sherena yang juga ada di sana sedang di tarik oleh seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah sepupunya sendiri.


“Sherena! Leon!” Pekik Theo dengan wajah tidak suka.


__ADS_2