
Lilac melihat interaksi antara Suaminya dan sepupunya Serena, sesekali Lilac tersenyum mengingat beberapa hari yang lalu juga Al memperlakukan nya seperti itu.
“Kamu tinggal di sini lebih lama lagi, biarkan Kak Leon mu itu pergi bekerja! Jangan terus mengganggunya Serena!” Ucap Al dengan tatapan dingin nya. Al tau betul jika Leon pasti sangat risih pada Serena yang setiap saat menempel padanya.
Serena menunduk karena takut, namun dia juga sedih karena tidak bisa pulang bersama dengan Kak Leon.
Leon menghela nafas lelah saat melihat sorot mata sedih dari gadis kecil itu. “Tidak apa Al, biarkan aku mengantarnya pulang.”ucap Leon akhirnya. Lalu dia mengeluarkan kantong plastik kecil. “Ini ambillah Vitamin yang kamu minta sebelumnya. Selebih aku akan mengirim pesan padamu.” Ucap Leon. Dia menatap Serena yang kegirangan kembali bergelendot manja di lengan nya.
“Ayo kita pulang.” Ucap Serena sambil menjulurkan lidahnya pada Al.
Mom Aily dan Lilac hanya tertawa kecil, apalagi saat melihay wajah Al yang kesal di buat gadi itu. Mom Aily dan Lilac pun berjalan ke arah meja makan yang sudah ada Bunda Alika dan Mami Eria di sana.
__ADS_1
“Lilac duduk lah, kami sudah buat makan malam untuk kita.” Ucap Mami Eria.
“Makasih Tante, Lilac jadi tidak enak sudah merepotkan kalian semua.” Ucap Lilac.
Sementara itu Penelope yang berjalan melewati Al yang masih berdiri melihat kepergian Leon dan juga Serena langsung menarik adiknya itu.
“Mau pergi kemana setelah membuat koenaran seperti ini?” Tanya Al, Penelope menelan salivanya susah.
“Ya sudah, lain kali jangan buat kegaduhan yang membuat kakak ipar mu malu. Aku tau umur Lilac jauh lebih muda dari umurmu, tapi bagaimana pun juga dia adalah kakak ipar mu.” Ucap Al dia tidak mau jika Penelope mempermalukan Lilac lagi seperti ini, kalau dirinya sih tidak jadi masalah.
“Kak, aku janji tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap Penelope dengar ragu-ragu sebenar nya dia ingin bertanya lebih namun seperti nya dia tidak sanggup bertanya.
__ADS_1
“Ya sudah, minta Paman Lee untuk mengantar mu pulang.” Ucap Al. Namun Penelope belum juga pergi dia malah melihat Al dengan pikiran nya sendiri.
“Ada apa? Katakan lah jangan hanya menatap ku seperti itu.” Ucap Al dia sangat tau isi otak adiknya itu, namun sangat aneh baginya karema Penelope yang sikapnya blak-blakan tiba-tiba saja sulit untuk bertanya.
“Aku tidak menyangka jika perasaan kakak dapat berubah secepat ini, aku kira Kakak tidak akan bisa mencintai wanita lain selain kak Julia. Karena Kakak terlihat sangat menyayangi Kak Julia. Tapi sepertinya aku salah! Hati kakak sudah berpindah pada Lilac.” Tanya Penelope akhirnya dia mempertanyakan pertanyaan yang selama ini ada di dalam hatinya.
Al menghela nafas. “Semua akan berubah tergantung situasi Lope, ku harap kamu tidak menemukan pria sepertiku.” Ucap Al karena dia sadar diri jika dia bukan pria yang baik. “Pulang lah, hati-hati di jalan.” Ucap Al sambil berlalu begitu saja meninggalkan Penelope yang mematung menatap nya.
“Kak, kau pria hebat yang mau bertanggung jawab. Itu sangat keren.” Teriak Penelope, Al tidak berbalik menatapnya dia hanya tersenyum sambil mendengus dan tetap berjalan meninggalkan Penelope.
.
__ADS_1