Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 43 - Menghawatirkan Lilac.


__ADS_3

Sudah hampir satu jam Al memasak, Lilac tidak kunjung bangun. Al hawatir karena istrinya itu belum makan siang bahkan ia melewatkan sarapan paginya.


Al masuk kedalam kamar dan melangkah mendekati Lilac yang masih berbaring di atas ranjang, Al duduk di tepi ranjang sambil mengusap lembut wajah mungil Lilac.


“Honey bangun, kamu harus makan dulu.” Ucap Al sambil mencubit-cubit pelan pipi cubby Lilac. Lilac hanya menggeliat dengan sedikit racauan tidak jelasnya membuat Al tersenyum kecil.


Al mendekatkan wajahnya lalu menarik pipi kanan dan kiri Lilac dengan kedua lenganya. “Menggemaskan.” Gumamnya lalu mengecup bibir yang sedang tertarik itu.


Al lalu meninggalkan Lilac pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya, dia di minta Sekertaris Lee untuk datang ke kantor karena ada rapat mendadak. Padahal Al sudah memberi tahu Sekertaris Lee sebelumnya jika dirinya akan mengambil cuti, namun apalah daya dia harus meninggalkan Lilac yang pasti membutuhkan nya karena wanita itu pasti kelelahan.


Al kembali keluar dari walk in closet dan kembali menghampiri Lilac saat sebelum ia pergi. “Aku berangkat kerja dulu Honey, jangan lupa makan.” Bisik Al sambil mencium kening, pipi kanan dan kiri Lilac lalu bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya itu.


Dia pun pergi keluar kamar, di sana sudah ada sekertaris Lee dan juga tiga pelayan perempuan.


“Tuan, saya sudah menyiapkan 3 pelayan untuk Nona Lilac.” Ucap Sekertaris Lee, dia terlihat hawatir dengan kondisi Lilac. “Apa Nona Lilac sakit parah?” Tanya nya Lagi.


“Tidak terlalu parah, dia hanya kecapean Paman.” Jawab Al sambil memasang jas nya. Al lalu menatap ketiga pelayan itu.


“Jangan ganggu istriku, layani dia saat bangun. Dan usahakan jangan biarkan dia banyak bergerak.” Perintah Al pada ketiga pelayan yang sudah ia minta pada sekertaris Lee sebelumnya.

__ADS_1


“Baik Tuan.” Ucap ketiga pelayan itu.


Al berjalan keluar dari Apartemen nya dan di ikuti sekertaris Lee dari belakang.


Dua jam kemudian, Lilac menggeliat dengan mata terpejam. Namun ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama di pangkal pahanya.


“Aduh… tubuhku rasanya sangat remuk.” Keluhnya sambil menguap dan membuka matanya. “Yyaakkk!! Siapa kalian?” Tanya Lilac kaget dia meliat tiga wanita dengan pakaian serba pink seperti baby sister yang ia lihat di mall ketika sesang memomong anak kecil.


“Maaf Nona Lilac kami sudah mengagetkan anda.” Ucap salah satu pelayan itu. Mereka bertiga berjejer di pinggir dinding sambil menatap ke arahnya. “Kami masuk karena Tuan Al menghawatirkan anda, karena sejak tadi tidak kunjung bangun.” Ucap nya lagi.


“I-itu karna aku ngantuk, lalu kalian siapa?” Tanya Lilac sia duduk sambil menutup bagian tubuhnya dengan selimut.


“Dimana Al? Dimana suamiku?” Tanya Lilac dia masih sedikit takut dengan ketiga orang itu.


“Ini Tuan, Nona.” Ucap pelayan itu memberikan ponsel nya kepada Lilac.


“Halo?” Jawab Lilac.


“Honey.” Panggil Al.

__ADS_1


“Al siapa mereka? Kenapa mereka bisa masuk kedalam kamar?” Tanya Lilac tanpa sadar sudah memanggil nama suaminya itu.


Al hanya mendengus dengan senyum di bibirnya, mungkin saat bercinta Al sangat menyukai ketika Nama itu di ucapkan oleh Lilac. Tapi saat seperti ini sejujur nya dia lebih suka di panggil dengan panghilam Honey pikirnya.


“Mereka pelayan yang akan mengurus mu mulai sekarang, aku ada rapat mendadak jadi tidak bisa menemanimu sekarang.” Ucap Al dengan nada pelan dan halus nya. “Dan aku sudah memasak untuk mu Honey, jangan lupa makan.”


“Oh, baik.” Ucap Lilac singkat dia langsung mematikan ponsel itu secara sepihak.


Al yang belum selesai berbicara tiba-tiba ponsel nya di matikan begitu saja oleh Lilac. “Ha-halo? Honey!” Panggil Al mulai kesal. Dia langsung menatap sekertaris Lee dengan tatapan mematikan. “Sudah ku bilang aku ingin cuti, istriku jadi marah gara-gara aku tidak menemaninya saat sakit.” Ucap Al kesal pada Sekertaris Lee yang memaksanya bekerja.


Sekertaris Lee berdeham memberi kode pada Tuanya itu. “Ekhem Tuan.” Panggil nya sambil memberi tanda jika di depan nya tidak hanya ada Sekertaris Lee namun ada banyak orang yang juga sedang duduk di depan nya.


Ah, iya Al lupa jika dirinya sedang rapat. Al menyuruh pelayan itu untuk segera menghubunginya saat Lilac bangun dan jika terjadi apa-apa. Jadi tanpa pikir panjang dia langsung menerima telpon itu, dan tanpa sadar melupakan meeting yang sedang berlangsung di depan matanya.


“Lanjutkan sampai mana tadi?” Tanya Al karena semua orang sekarang sedang menatap ke arahnya dengan perasaan tidak enak. Takut jika pria itu memaki mereka.



Ada yang bisa kasih masukan kedepan nya gimana? 🤣🤭 kali aja aku dapat pencerahan wkwkkw.

__ADS_1


__ADS_2