
“Tuan, Nona Lilac pergi dengan Nona Penelope dan juga Nona Sherena sambil membawa tas besar.” Ucap Paman Lee.
“Sial! Aku sudah curiga dengan gelagat mereka akhir-akhir ini. Kemana mereka pergi?” Tanya Al lagi, dadanya tiba-tiba terasa nyeri.
“Belum tahu kemana Tuan, yang jelas orang-orang kita sedang membuntuti mereka.” Ucap Paman Lee lagi.
Al memijat pelipisnya yang terasa nyeri, dadanya berdegup sangat kencang. “Cepat putar arah dan ikuti mereka.” Ucap Al.
Apa Al terlalu mengekang Lilac sampai isterinya itu kabur, Apa Lilac akan sama dengan Julia yang tidak mau berada di sisinya karena terlalu banyak melarang dan mengekangnya.
Seketika perasaan takut menyelimuti dirinya.
“Telpon Leon, dan suruh bawa wanitanya pergi.” Ucap kesal Al.
“Maksud anda Nona Sherena?” Tanya Paman Lee bingung, setaunya hanya Sherena yang menempel denganya, karena paman Lee bingung ada Penelope dan Sherena di samping Nona Lilac jadi siapa yang di sebut wanitanya Tuan Leon, pikirnya.
__ADS_1
“Ya tentu saja, siapa lagi kalo bukan Sherena.” Ketusnya kesal karena hal itu malah menbuatnya semakin sakit kepalanya.
Sementara Lilac dan kedua iparnya itu baru saja sampai di Black Club, mereka berdua di sambut oleh Mikayla dahabat Lilac yang sudah menunggunya di sana.
“Mika… kamu datang juga. Aku kira kamu tidak akan datang.” Ucap Lilac sambil berpelukan.
“Tentu saja aku datang, aku rindu dengan bumilku satu ini.” Ucap Mikayla.
“Oh iya kamu kenalkan dengan Kak Penelope dan Sherena, kalian semua harus berteman yah.” Ucap Lilac tentu saja Penelope dan Sherena pun menyambut Mikayla dengan senang hati.
“Ayo masuk dan ganti pakaianmu, semua teman kampus sudah ada di dalam.” Ucap Mikayla.
“Ayo, aku siap untuk berpesta malam ini!!!” Teriak Lilac saat keluar ruangan itu dan mendengar suara dentum musik yang begitu keras di iringi lampu kelap kelip yang menghiasa seluruh ruangan ini.
“Yeee,, aku juga siap!” Teriak Sherena. Sementara Penelope dan Mikayla hanya terkekeh, dengan hati yang dagdigdug . Jika Penelope takut kakaknya marah karena dirinya yang sudah membantu isterinya pergi ketempat malam seperti ini. Lain hal nya dengan Mikayla yang takut jika akan kena hukuman lagi dari Dosen gilanya yang akan menbuat tubuhnya kembali remuk.
__ADS_1
Tapi ini demi Lilac, demi sahabatnya. Dan kapan lagi mereka akan ke tempat seperti ini, jadi jalankan dan nikmati selagi mereka bisa menikmatinya.
Sementara Sherena sudah berlari entah kemana, dia yang paling sedih saat ini karena hatinya benar-benar hancur. Sherena sudah menggagalkan pertunangan Leon yang kedua kalinya, sungguh dia sangat sakit saat mendengar Leon tidak mencintainya.
Sherena menangis sambil tertawa dan menikmati musik dengan berjoged.
Club itu sangat luas, sementara Lilac hanya mebgundang 50 orang temanya saja. Tapi Penelope sudah memesan seluruh tempat ini untuk mereka berpesta.
“Ayo kita juga pergi kebawah.” Ucap Mikayla pada Lilac, dan dengan telaten memapah bumil yang sebenarnya bisa jalan sendiri dengan sangat lincah, karena sekarang dia sudah menari-nari dengan lincahnya sambil berjalan menuju kerumunan banyak orang.
“Sungguh ini pemandangan yang akan membuat Kakak ku murka padamu Lilac.” Ucap Penelope tapi mau bagaiman alagi, dia tidak bisa melarang ngidamnya seorang ibu hamil, pikirnya.
Dia sendiri ikut menyusul Mikayla dan juga Lilac yang lebih dulu turun kebawah.
To be continued…
__ADS_1
*Yuk yang mau sefolowan di ig boleh Follow Bbbyyy95_
Tinggal Dm kalo minta di folback. ✨*