Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 41 - Rasa sesak di bawah sana.


__ADS_3

“Kenapa?” Tanya Al saat melihat reaksi Lilac yang penuh tanya dengan wajah meronanya. Entah mengapa melihat Lilac tergulai lemas di atas ranjang seolah menginginkan dirinya untuk segera dimasuki.


“Ka-katanya dia belum berpungsi.” Ucap Lilac dengan terbata, dia sendiri takut jika apa yan di katakan dokter jika Aset Al tidak akan berpungsi lagi karena dirinya.


“Semalam kamu sudah mengurutnya dengan baik, jadi mari kita coba apakah dia berpungsi dengan baik?” Ajak Al, tubuhnya mendekat sambil mengulurkan tangan nya untuk menarik lengan Lilac dan membawanya menyentuh aset berharganya itu.


“Sentuhlah, dia sangat ingin kamu manjakan Honey.” Ucap Al tanpa takut jika kejadian dimana Lilac memencet kedua telur nya terulang lagi.


Lilac menyentuhnya, besar dengan urat-urat di sekeliling nya membuat Lilac berdebar sendiri.


“A-aku harus bagaimana?” Tanya Lilac dia hanya menggenggam batang itu.


“Urutlah seperti semalam,” ucap Al dia segera melebarkan kedua paha Lilac sambil mulai menciumi kedua dada padat milik istrinya.


Lilac bergetar dan terkejut saat Al mengusap halus kain tipis berwarna hitam berbentuk segitiga yang ia kenakan di bawah sana.


“Pejamkan matamu, dan nikmati setiap sentuhan yang ku berikan Honey dan jangan menahan suaramu.” Ucap Al dia mulai menjelma menjadi seorang vampir karena mulai memberi tanda merah di beberapa bagian tubuh Lilac termasuk leher wanitanya itu.

__ADS_1


“Ssshhtt..” Al sedikit mendesah saat Lilac mulai mengukiti perintah Al. Dia mengikuti alur dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan Al, geli di sekujur tubuhnya membuat bagian bawah nya semakin basah.


Al mulai menyelinap kan jarinya telunjuknya di balik kain segitiga itu, dan menggeseknya pelan.


“Aaaahhhh..” Lilac tak kuasa lagi menahan ******* nya. Ia menikmati dan menerima setiap sentuhan yang di lakukan Al. Pikiran nya terasa melayang hanya karena sentuhan itu. Sementara Al dia sudah menyentuh setiap inci tubuh wanitanya, meremas, menggesek menghisap dan memainkan kedua benda kenyal itu dengan kedua tangan dan bibirnya.


Al mencium Lilac sambil membuka kain segitiga itu. Dan meremas pantat mulus istrinya, lalu mulai turun menciumi tubuh istrinya sedikit demi sedikit lama-lama kepalanya sudah berada di kedua pangkal paha Lilac.


“Se-sedang apa di sana?” Tanya Lilac. Dia sangat malu dan geli nersamaan karena Al menatap miliknya dengan tatapan penuh minat, dan nafas yang terus berhembus di inti wanita nya membuat miliknya berkali-kali berkedut-kedut.


Al baru sadar jika warna bibir bawah Lilac berwarna pink pucat dengan bentuk yang indah dan terlihat sangat seeempitt. Lembah yang sudah becek itu sangat menggiurkan membuat Al berkali-kali menelan salivanya.


Lidahnya mulai menjulur. “Ouhhh Alterio! Hentikan!” Pekik Lilac benar-benar malu karena Al berani bermain lidah di baeah sana yang membuat nya berkali-kali menggeliat dan mendongakan kepalanya. Lilac mencengkram rambut Al dengan kuat. Namun tidak di tariknya melainkan di tekan. Lilac menekan kepala Al karena rasa dasyat yang Lilac rasakan membuat tubuhnya berkali-kali bergetar. Al menggelengkan kepalanya dengan Lidah yang menghisap kasar dan kuat milik Lilac.


“Aaahhhh…!! Al..!” Pekik Lilac.


Al tidak melepaskan permainan lidahnya namun ia menatap Lilac hanya untuk melihat reaksi istrinya itu. Wajah merah merona dengan mata sayu dan tak berdayanya semakin membuat Al bergairah, miliknya pun sudah tidak sabar menunggu giliar untuk di puaskan.

__ADS_1


Ssslluuuuurrpp…


“Aaarrrggghh!!!” Pekik Lilac dengan tubuh yang nergetar saat Al menghisap kuat. Ia menjauh dari bagian baeah Lilac dan beralih menatap wanitanya itu.


“Sudah puas?” Tanya Al. Lilac bingung dengan tubuh lemasnya, entah mengapa dia merasa kecewa saat Al ternyata tidak melanjutkan permainan nya.


Al mendekati wajah Lilac dan menghimpitnya lagi.


“Kenapa sayang? Katakan apa mau mu?” Tanya Al sambil mengecup beberapa kali bibir Lilac dan menempelkan kedua kulit tubuh mereka. “Kamu tidak mau membelaiku dan menciumku?” Tanya Al. Dia ingin wanitanya ikut mengimbangi dirinya. Walau sejujur nya Al lebih suka Lilac yang hanya menerima sentuhan dari nya, tapi dia ingin melihat apakah Lilac juga ingin menyentuhnya.


Tanpa berpikir lama Lilac mulai mencium Al dengan kedua lengan yang mulai membelai punggung suaminya itu.


Al melebarkan kedua kaki Lilac tanpa melepas ciuman keduanya, Tanpa Lilac sadari Al sudah bersiap mengarahkan benda tumpul panjang berurat itu mengarah ke inti wanita miliknya.


“Emmmppp!!” Teraik yang tertahan saat daerah intinya merasakan tusukan dari benda tumpul itu. Rasa sesak sakit dan penuh menjadi satu di bawah sana. Namun Al kembali mengambil pokus wanitanya dengan memainkan lidahnya menbuat Lilac tidak lagi merasakan nyeri di bagian sana.


Walau bukan yang pertama Lilac tetap merasakan sakit, wajah saja karena Al juga merasa sangat susah untuk memasuki wanita nya itu.

__ADS_1


__ADS_2