
Mikayla berbisik pada Theo karena dirinya tidak bisa lama-lama di sana, ia harus segera menemui neneknya. Theo mengangguk bagaimana pun kedua orang tuanya akan datang, dia tidak ingin melihat mereka bertemu di tempat seperti ini.
“Theo, lihat bukan kah mereka mirip denganku?” Tanya Al dia sangat ingin membanggakan dirinya di depan kedua sepupunya itu.
“Iya anakmu cantik seperti ibunya dan yang satunya lagi tampan seperti mirip ibunya juga.” Ucap Theo malas. Al menatap tajam ke arah Theo, berbeda dengan Lilac yang malah terkekeh dan juga yang lainya yang sudah berkumpul di sana.
Keluarga Bunda Alika sudah datang, yang belum datang tinggal Dad Rion yang baru pulang dari luar negeri saat mendengar cucu nya lahir, dan keluaga Theo Mam Eria belum datang karena baru pulang berlibur dari pantai.
“Sayang bukankah anak-anak kita mirip denganku?” Tanya Al pada isterinya yang sedang berbaring sambil memeluk Baby girlnya.
“Tentu saja, mereka mirip denganmu.” Ucap Lilac tidak mau berkepanjangan.
“Apa kalian sudah memberi nama untuk anak kalian?” Tanya Bunda Alika, dengan cepat Al mengangguk karena dialah yang memberi nama untuk anak-anaknya.
“Siapa? Namanya?” Tanya Ayah Ben.
“Anak ku yang laki-laki namanya Bintang dan yang kecil ini namanya Jasmine.” Ucap Al sambil mencium bayi mungil yang ada di pelukan sang isteri.
“Loh ayah kira bakalan kamu kasih nama bulan anak perempuanmu, Al.” Ucap Ayah Ben.
__ADS_1
“Engga Ayah, aku juga ingin anak ku sama dengan Mom nya. Berasal dari bunga-bungaan.” Ucap Al dan langsung mendapat cubitan dari sang isteri.
Mereka pun terkekeh.
Tiba-tiba pintu terbuka, di lihatnya Dad Rion yang berlari mendekati mereka dan di susuk dengan keluarga Mam Eria yang kebetulan bertemu di Loby Rumah sakit.
“Mana cucu ku.” Ucap Dad Rion. Dia tersenyum melihat bayi dengan kupluk dan bedong yang berearna abu-abu. Dad Rion tersenyum karena menandakan jika cucunya adalah cucu laki-laki.
“Dad senang melihatmu nak, bayi yang lucu.” Ucap Dad Rion sambil mengambil bayinya yang ada di gendongan sang isteri.
“Dad cucu mu ada dua.” Ucap Mom Aily sambil menunjuk ke arah Lilac. Dad Rion langsung tersenyum.
“Tentu saja Dad, tapi aku berbuat berkali-kali.” Keluhnya dan kembali mendapat cubitan dari sang isteri membuat semua orang tertawa seketika.
“Kak, cucu mu mirip sekali denganmu.” Ucap Mam Eria pada Dad Rion. Membuat Al seketika mengekuh.
“Aku yang bikin Mam, sudah pasti mirip denganku.” Ucap Al.
Mam Eria pun terkekeh geli.
__ADS_1
“Eria, Alika cepatlah suruh anak pertama kalian untuk segera menikah dan memberi kalian cucu yang lucu seperti ku.” Ucap Dad Rion.
Seketika Theo dan Leon segera menjauh dari tempat itu secara perlahan, mereka tidak ingin mendapat ceramah karena sudah jelas tidak akan cukup dengan satu atau dua jam.
“Kalian mau kemana?” Tanya Sherena. Dan seluruh irang menatap ke arah dua perjaka tua itu.
“Kamu ada urusan.” Ucap Theo dan Leon bebarengan, seketika mereka pun pergi dari sana.
Saat semua orang sedang sibuk bermain dengan kedua bayi itu karena baby girl sudah di ambil entah oleh siapa, Al malah berbisik-bisik di telinga sang isteri.
“Sayang, apa malam ini kita bisa main?” Tanya Al.
Lilac menatap suaminya bingung, awalnya Lilac kira Al akan mengajaknya pergi, namun setelah di pikir lagi Lilac bari mendekatkan bibirnya di telinga Al.
“Bertahanlah sampai satu bulan, karena aku tidak bisa di sentuh sampai saat itu.” Ucap Lilac.
“What! Kenapa?” Tanya Al dengan nada tinggi dan tidak terima.
“Masih banyak darah setelah melahirkan, jadi kamu harus berpuasa.” Ucap Lilac dengan senyuman di bibirnya.
__ADS_1
Al memang sangat bahagia dengan kelahiran dua anak kembarnya, namun kebehagiaanya itu menghilang kesetika saat tau jika dirinya tidak bisa bercocok tanam dengan sang isteri.