
Sejak semalam Lilac memang tidak membalas ucapan Al, dia lebih memilih memejamkan matanya. Walau Al berusaha menggodanya dengan mencium-cium tubuhnya memijat kakinya. Lilac tetap pura-pura tertidur hingga akhirnya ia tertidur sungguhan.
Al memperhatikan Lilac yang juga sedang merapikan pakaian nya tepat di samping dirinya yang juga sedang bercermin.
“Hari ini aku ada rapat, mungkin akan pulang larut.” Ucap Al tiba-tiba dia memberi tahu kegiatan nya hari ini.
“Iya.” Jawab Lilac singkat. “Aku duluan.” Ucap Lilac dia berjalan meninggalkan Al, namun pria itu juga ikut bergegas mengikuti Lilac.
Lilac dan Al keluar bersama dari Lift menuju Loby Apartemen nya, Al mengerutkan kening nya saat melihat Sekertaris Lee sedang berbincang dengan seorang pria.
Setelah di perhatikan secara seksama rupanya pria itu adalah Daniel, hingga membuat Al merengutkan wajahnya di pagi ini.
“Kak Daniel sudah sampai?” Ucap Lilac, sontak membuat Al menatap penuh tanya ke arah Lilac. Jadi Lilac sudah tau jika Daniel datang menemuinya? Pikirnya.
“Iyah, ayo kita berangkat.” Ucap Daniel sambil tersenyum tanpa sedikitpun melihat kehadiran Al.
__ADS_1
“Tunggu! Kamu harus pergi ke kampus Lilac!” Titah Al sambil menarik lengan Lilac.
Lilac dan Daniel pun menoleh ke arahnya, keduanya seolah terlihat kesal dengan kehadiran Al.
“Kak Daniel memang menjemputku untuk pergi ke kampus bareng.” Jawab Lilac.
“Aku yang harus mengantar mu, kenapa kamu ikut dengan Daniel?” Tanya Al.
“Tuan kita ada rapat pagi ini.” Ucap Sekertaris Lee.
“Tuan Alterio yang sangat sibuk seharusnya anda cepat naik mobil dan pergi ke kantor, kalau begitu kami undur diri pergi ke kampus.” Ucap Lilac sambil tersenyum. Lalu buru-buru masuk kedalam mobil Daniel bersama pria itu.
Al mendengus kesal bukan nya sekertaris Lee mendukung dirinya, dia malah menbuat dirinya susah memisahkan Lilac dan Daniel.
“Paman! Kenapa paman merusak rencanaku!” Ketus Al kesal dia memijat pelipisnya.
__ADS_1
“Tapi memang benar kita sedang sibuk dan banyak pekerjaan.” Jawab Lee jujur.
“Pamana saja yang urus, aku harus ikut Lilac dan Daniel pergi ke kampus.” Ucap Al. “Kabari aku jika ada masalah di kantor, tapi aku tetap tidak akan datang jadi mau tidak mau Paman harus menangani pekerjaan nya dengan benar.” Ucap Al dia bergegas berlari ke arah mobil Daniel yang masih terparkir.
Tanpa malu Al masuk kedalam mobil itu dan duduk di kursi kemudi belakang, sementara Lilac dan Daniel yang duduk di depan mereka berdua menatap Al yang sedang tersenyum sambil duduk manis di kursi penumpang.
“Ayo jalan, aku harus ikut melihat-lihat kampus istriku.” Ucap Al dengan percaya diri.
Lilac dan Daniel pun menghembuskan nafasnya kesal lalu melajukan kendaraan nya menuju kampus.
Sementara itu Sekertaris Lee mendengus kesal, karena lagi-lagi dia selalu jadi korban dari sejak jaman Dad Rion hingga sekarang anak nya Alterio.
“Ya ampun, aku sudah sangat menderita bekerja dengan keluarga Estevan.” Keluhnya. Mau tidak mau Sekertaris Lee pun bekerja seorang diri tanpa Alterio lagi. “Begitu tuh kalo udah mulai cinta, percis sekali dengan Dad nya yang selalu mengesampingkan pekerjaan hanya untuk seorang wanita.” Sindirinya kesal.
“Semangat Lee, setelah ini kamu harus mengundurkan diri dan membangun usahamu sendiri.” Gumam Sekertaris Lee berusaha menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1