Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 83 - Minta jatah


__ADS_3

Sebulan kemudian, Lilac sejak tadi berbincang dengan Penelope. Entah apa yang di rencanakan mereka namun hal itu membuat Al semakin curiga karena akhir-akhir ini Lilac selalu berbicara dengan Penelope tanpa memberi tahu Al isi pembicaraanya.


“Tapi Lilac, apa kak Al tidak akan marah?” Tanya Penelope yang tahu betul sifat kakanya.


“Tenang saja biar aku yang urus, aku mohon kak ini permintaan terakhirku sebelum menjadi seorang ibu.” Ucap Lilac dengan wajah memelas.


“Baiklah, tapi jangan bawa-bawa namaku jika Al mencarimu dan marah padamu.” Ucap Penelope dan di jawab anggukan oleh Lilac.


“Kenapa aku harus marah?” Tanya Al yang sejak tadi berjalan ke arah mereka berdua, Penelope dan Lilac terlihat sangat terkejut. 


“Tidak kami hanya sedang berbicara masalah wanita sayang.” Jawab Lilac asal.


“Sayang kamu bawa apa?”tanya Lilac saat melihat Al membawa beberapa kotak di tanganya dan di susul dengan pelayan yang juga membawa beberapa kotak lainya.

__ADS_1


“Ah ini, aku membeli peralatan anak kita. Kita belum tau anaknya perempuan atau laki-laki jadi aku beli dua setiap barangnya dengan warna yang berbeda.” Ucap Al dengan bangganya.


Ya mereka berdua memang lebih memilih tidak tau jenis kelamin anaknya, yang tau hanya Mom Aily dan Dad Rion. 


Karena Lilac dan Al mendengar jika bayinya sehat saja sudah membuat keduanya senang. 


“Sayang, tapi itu boros banget. Kita kan bisa minta tolong Mom untuk beli agar gak harus beli dengan dua warna sekaligus.” Keluh Lilac entah mengapa akhir-akhir ini dia selalu ingin marah pada semua perbuatan suaminya walau sekecil apapun.


Lilac memasang wajah malas pada suaminya itu saat Al menyentuh pipinya dan membelainya.


“Jangan marah yah, kasian anak kita. Mending kita belanja keperluan mu yuu, kata Madan Anne dia punya koleksi tad terbaru yang baru datang dari Spanyol. Kamu mau?” Tanya Al berusaha membujuk sang isteri.


“Mau… tapi lain kali aku juga ingin belanja keperluan anak kita bareng-bareng, jangan kamu sendiri yang belanjanya.” Keluh Lilac karena dia juga ibunya dia juga ingin merasakan sibuk mengurus keperluan anaknya.

__ADS_1


“Maaf sayang, niatnya aku gak mau liat kamu capek, tapi lain kali aku akan ajak kamu aku janji sayang.” Ucap Al lalu mencium bibir ranum sang isteri. 


“Uweggh jijik!” Pekik Penelope yang sering melihat keduanya berciuman, “cepat kalian pergi sebelum mual.” Ucap Penelope pada beberapa pelayang yang tadi menyimpan barang bawaan mereka.


Sementara Penelope sendiri sudah pergi jauh, Al malah semakin menuntut ciuman itu. Sudah berapa bulan belakangan ini dia sama sekali tidak mendapat jatah dari sang isteri.


“Sayang, aku tidak tahan.” Ucap Al di sela-sela ciuman itu. 


“Gak boleh, kata dokter aku gak boleh sampai kelelahan lagi kaya kemarin.” Ucap Lilac karena beberapa bulan yang lalu Lilac sempat kecapean hanya karena melayani sang suami hingga harus membuat ibu hamil itu di rawat. 


“Aku janji sekali saja, gak lebih.” Pinta Al, Lilac yang juga sudah sangat merindukan sentuhan sang suami dia akhirnya menganggukan kepalanya.


Al tersenyum penuh kemenangan, dengan segera ia menggendong isterinya yang s emakin berat itu naik ke atas dimana kamarnya berada.

__ADS_1


__ADS_2