
“Apa yang sedang kalian lakukan!” Sentak Al tiba-tiba saat keluar dari kamar nya sambil menarik lengan Daniel untuk menjauh dari tubuh istrinya itu.
Lilac terkejut, sementara Daniel dia hanya diam menatap tajam pada Al.
“Aku mencintainya Kak.” Ucap Daniel datar.
Al sangat terkejut sampai mengepalkan lenganya. “Apa kau sadar dengan apa yang sedang kau ucapkan, Daniel!” Pekik Al. Dia hendak melayangkan pukulan pada Daniel namun Lilac segera menarik dan menahan lengan Al.
“Hentikan Al!” Teriak Lilac sambil memeluk tubuh Al dari belakang untuk menahan puhulan itu.
Al terdiam, dia sedikit sakit mendengar Lilac yang berusaha menghentikan nya.
“Daniel, kamu tahu kan jika Lilac sekarang sudah menjadi kakak sepupumu?” Tanya Al dengan menahan amarahnya, dada nya terasa sakit melihat wanitanya berpelukan dengan pria lain.
__ADS_1
“Lalu apa Kakak tau jika aku dan Lilac saling mencintai sebelum kau berbuat hal keji pada nya?” Balasnya. Daniel sengaja membuat Al tau jika sebelum ada dirinya hubungan Lilac dan Daniel lebih dari yang Al bayangkan.
Nafas Al seolah berhenti mendadak saat mendengar ucapan Daniel, sesak dan jengkel melanda dirinya. Dia tidak pernah membayangkan jika Lilac mempunyai pria lain sebelum ada dirinya.
Ya Al melupakan hal seperti itu, dia tidak berpikir jika Lilac memiliki hubungan sebelum menikah bersamanya. Karena rasa kecewanya pada julia dia harus membuat eanita tak berdosa itu menanggung semua kesalahan nya.
Bugghhh!!!
“Hentikan!! Sudah cukup! Aku tidak suka melihat kalian seperti ini!” Pekik Lilac dia tidak lagi memperdulikan kedua irang itu dan kangsung masuk kedalam kamar bahkan samapi membantung pintu kamar itu.
Al dan Daniel pun berhenti saling memukul, mereka terduduk di atas lantai dengan pemikiran nya masing-masing.
“Maafkan aku Daniel…” lirih Al akhirnya dia memang tau betul semua ini adalah kesalahan nya, ternyata korban nya bukan hanya Lilac melainkan hati sepupunya sendiri juga telah ia lukai.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu meminta maaf kak, aku pasti akan merebut nya kembali.” Ucap Daniel seolah memberi tanda permusuhan, dia segera berdiri dan pergi dari tempat itu.
Al mengepalkan lengan nya karena kesal mendengar ucapan Daniel, Al terdiam kenapa hatinya sangat sakit melihat Lilac berpelukan dengan Daniel.
“Apa Julia tidak pernah merasakan sakit seperti ku saat melihat aku menikah dan tidur bersama Lilac? Kenapa dadaku sangat sesak dan sakit saat melihat Daniel dan Lilac berpelukan tadi?” Gumamnya dengan wajah sendunya mengingat kejadian tadi, dimana hati nya terasa sakit melihat Lilac berpelukan dengan pria lain.
Al segera bangkit dan melangkah masuk kedalam kamar, dia melihat Lilac yang sedang berbaring menunggungi dirinya.
Al berjalan dan mensejajarkan tubuhnya dengan Lilac yang sedang berbaring di atas ranjang, dia menatap wajah cantik wanitanya yang sedang terpejam.
“Apa kamu marah padaku, Ungu?” Tanya Al raut wajahnya terlihat sangat sedih, rasa sesal emmang sejak tadi sudah ia rasakan. Tapi rasa kesal dan sakit hati jauh lebih menguasai tubuhnya hingga ingin membuat Daniel kembali tersungkur jatuh ke lantai.
“Ungu, maaf.” Ucap Al dia mengguncang-guncang tubuh Lilac pelan dengan pipi yang sudah ia senderkan di bantal yang sama yang sedang Lilac pakai. “Jangan marah, apa kamu tidak tau jika aku juga berhak marah karena melihat istriku berpelukan dengan pria lain?” Tanya Al entah mengapa dia sangat sedih jika istri kecilnya itu marah padanya.
__ADS_1