
Sudah hampir satu jam lebih Lilac tergulai lemas di atas ranjang dengan tenaga yang sudah mulai habis, Lilac benar-benar mengakui jika enegri Al sangat fit. Sampai dirinya sudah tidak ada tenaga lagi untuk meladeni kegiatan ranjang pria yang sedang kembali menghentakan pinggul nya itu.
Di saat dirinya sudah berkali-kali merasakan puncak kenikmatan, pria itu tanpa henti menggerakan tubuhnya. Sudah pasti ketika pria ini mendapatkan kenikmatanya, Lilac harus bersiap lagi untuk ronde-ronde selanjutnya karena Al tidak cukup dengan sekali permainan.
“Buka matamu sayang, lihat wajahku.” Ucap Al sambil menarik lengan yang menutupi mata wanita itu.
Mata indah itu terlihat sangat sayu dan juga sexy di selimuti gairah yang membara sambil menatap Al dan membuat Al semakin bersemangat untuk menghentakan pinggulnya, pikiran Lilac sangat kosong seperti melayang lagi-lagi bagian bawah kembali bersiap mengeluarkan cairan nya.
Lulac meremat rambut Al yang sedang menghisap dadanya dengan kuat, dadanya membusung sambil mendongakan kepalanya. Dalam hitungan mundur pun Lilac bersiap mencapai puncakhnya.
“Sudah selasai…” ucap Al tiba-tiba membuat Lilac yang sedang melayang tiba-tiba tersadar dari gairahnya.
“Al…” Lirihnya dengan nada kecewa dan wajah tidak terimanya, Al terlihat datar walau sejujurnya dia sangat ingin tertawa.
“Kenapa sayang?” Tanya Al dia belum mengeluarkan bagian tubuh yang masih menyatu dengan tubuh istrinya itu.
__ADS_1
“Aku belum… aku sedikit lagi…” Lilac nampaknya bingung bagaimana cara dirinya mengucapkan kekesalanya dan kekecewaanya serta keinginan nya untuk melanjutkan ketanggungan nya.
“Apa kamu belum puas, Hum? Ingin mendapatkan ******* lagi?” Tanya Al terus terak, hal itu justru membuat Lilac maku dan merona. “Kalau mau mulai sekarang panggil aku sayang jangan memanggilku Al, aku, kamu dan jangan bertemu lagi dengan Daniel!” Pinta Al sambil menggerakan pinggul nya sangat lambat membuat Lilac tidak tahan jadi ingin bergoyang sendiri.
Lilac menganggu kecil sambil memalingkan wajahnya malu.
“Apa katakanlah, dan menohon padaku.” Ucap Al semakin menpermainkan istrinya itu dengan sentuhan sensual yang di lakukan lengan suaminya.
“Sayang, lanjutkan lah dengan gerakan lebih cepat seperti tadi.” Ucap Lilac tidak tahan rasanya kepalanya hampir mau pecah.
“Kamu janji tidak akan bertemu lagi dengan Daniel?” Tanya Al untuk memastikan.
“Iya sayang aku janji!! Cepat bergeraklah lebih kasar lagi! Tolong puaskan aku seperti sebelumnya sayang aku mohon.” Ucap Lilac kesal karena Al terus mempermainkan nya.
“Baiklah Baby sesuai permintaan mu, aku akan melakukan nya dengan kasar.” Ucap Al dia langsung meremas dada Lilac dengan keras dan minghisap kuat dada sintal istrinya itu.
__ADS_1
“Aaaahhhh…. Ma-maksudku bukan kasar sayang Ahhh… ssshhtt” lenguh Lilac.
Al terus menghentakan pinggul nya lebih keras lagi, sambil terus menelusuri bagian titik sensitif istrinya yang sudah mulai kembali bergairah dan merasakan sensasi yang sejak tadi ia tunggu.
“Sssttthhh baby, kamu tau jika kamu adalah wanita tersexy dan paling cantik? Ssshhtt aaahh…” Al terus mengoceh yang di sertai lenguhan-lenguhan kecil karena sudah mulai mendapatkan puncaknya.
“Mmnhh Aahhh… sa-sayang pelannnnnnmmhhh— Aarrggghh!!!!” Lilac menjambak kepala Al dengan sangat keras dengan tubuh bergetar, jantung kedua manusia itu berdebar begitu kencang saat keduanya mendapatkan pelepasan nya.
Al memeluk erat tubuh istrinya sambil menenggelamkan wajahnya di kedua benda kenyal milik istrinya yang juga sedang memeluknya.
Kedua keringat mereka saling menyatu, dengan tubuh yang menempel tanpa terhalang sehelai benang pun sambil menikmati kedutan-kedutan kecil yang di dapat dirinya karena miliknya yang masih menyatu di dalam tubuh istrinya.
“Sayang, lain kali kamu boleh memohon seperti itu jika ingin bercinta lagi. Aku suka.” Bisik Al. Lilac menenggelamkan wajahnya di pundak pria nya karena malu. “Aku ingin mendengar lagi suara sexy mu.” Ucap Al dia langsung menggulingkan tubuhnya menjadi di bawah tubuh istrinya.
“Naiklah, aku ingin melihatmu bergoyang di atasku.” Ucap Al sambil mendudukan istrinya yang berusaha menutupi dadanya saat duduk di atas tubuh suaminya karena malu.
__ADS_1
“Aku malu sayang.” Ucap Lilac dengan wajah merah merona.