Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 62 - Sindiran maut


__ADS_3

“Sayanggg… ahhh ahhh…” sindir Al sambil terenyum.


Lilac melotot pada suaminya itu sambil memasangkan dasinya dengan malas. “Hentikan sayang, aku cape mendengar itu dari sejak pagi kamu terus menggodaku.”


“Tapi aku senang saat kamu bilang sayang aku mohon bergeraklah lebih kasar lagi.” Goda Al lagi, lilac pun mendelikan matanya dan hendak melangkah pergi, namun Al malah menarik dan mencium keningnya.


“Sayang!!”


“Aku juga sayang kamu.” Jawab Al sambil memeluk erat istrinya dan mencium aroma rambut hitam berkilau itu.


“Aku sedang memanggil mu bukan mengungkapkan kata sayang.” Ucap Lilac malas karena Al sama sekali tidak bisa di ajak serius.


Pria yang sering memarahinya itu sekarang berubah sangat drastis, selain menjadi ramah Al juga selalu berbicara mesra dan romantis bahkan sekarang dia pandai bercanda dan menggodanya sampai membuat dirinya merinding.


“Aku mau mau antar Kak Daniel—“

__ADS_1


“Kemana? Mau ngapain? Aku ikut!” Ucap Al dia semakin mengeratkan pelukan nya hingga membuat Lilac sesak.


“Ga usah kamu kan kerja sayang, masa ga masuk kerja lagi. Paman Lee pasti kewalahan kerja sendirian, dan aku cuma anter Kak—“


“Ga mau aku harus ikut. Tapi kamu semalam kan udah janji sama aku buat ga ketemu Daniel lagi, sayang.” Al berusaha mengingatkan istrinya tentang janji nya semalam.


“Ini yang terakhir karena Kak Daniel bakalan pulang ke jepang.” Ucap nya.


“Benarkah? Baguslah kalau begitu.” Ucap Al suasana hatinya seketika berubah, wajah tampanya semakin tampan saat ia tersenyum menatap istrinya. “Kemarilah aku ingin bicara.” Ucap Al sambil menarik Lilac duduk di tepi ranjang, dia menarik Lilac duduk di atas pahanya.


Lilac hanya menahan nafas nya karena merasa geli dan gelisah saat mendapatkan hembusan nafas Al di bagian lehernya.


Al mengangkat lenganya dan mulai mengelus dada Lilac tanpa sadar. “Al hentikan! Kenapa kamu selalu mesum sihh!!” Ketus Lilac sambil menarik lengan Al.


“Oh ya ampun maaf, tadi nya aku mau mengelus perutmu. Tapi tanpa sadar lengan ini malah mengelus bagian lain.” Ucapnya jujur karena sejak tadi dia berharap jika Lilac segera memiliki ana darinya.

__ADS_1


Lilac mendengus tidak percaya, dia hendak berdiri namun Al tetap menatanya.


“Aku senang bisa mengenalmu Ungu, aku senang kamu jadi istriku.” Ungkap Al jujur. Banyak sekali yang ingin dia ungkapkan, namun dia bingung bagaimana cara mengekuarkan ungkapan nya itu yang lebih banyak dari satu buah buku.


Lilac menatap mata Al berharap ucapan Al itu keluar dari dalam hatinya, tapi dia tidak mau terlena oleh pria seperti Al. Apalagi Al mempunyai istri lain selain dirinya, itu yang membuat Lilac tidak yakin dengan perasaan Al.


Bahkan dirinya saja tidak tau perasaanya terhadap Al seperti apa.


“Tapi jujur, pria sekuat ini sangat di sayangkan jika harus berbagi dengan eanita lain.” Gumam Lilac dalam hati sambil menatap dada bidang Al. Tanpa sadar Lilac mengelus dada bidang suaminya dengan mata sendu nya mengingat jika bukan hanya dirinya yang bisa merasakan tubuh ini.


“Apa kamu sedang memberiku kode agar aku bermain kasar lagi? Kamu mau bercinta lagi yah?” Tanya Al.


Lilac tersentak kaget dengan ucapan Al, dirinya seperti orang bodoh.


“Si-siapa yang bilang begitu! Kamu memang mesum Al! Menyebalkan!” Ketus Lilac dia dengan segera berlari keluar kanar.

__ADS_1


Al kebingungan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Bukanya dia sedang memohon padaku yah?” Gumamnya karena wajah Lilac tadi seolah menginginkan tubuhnya.


__ADS_2