Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 88 - Kegaduhan


__ADS_3

Saat Theo melihat Sherena yang di genggam erat pergelangan tangannya dengan cepat Theo bangkit dari duduknya dan segera menarik adiknya dan menjauhkanya dari sepupunya itu. 


“Leon, sudah ku peringatkan berapa kali jangan mendekati adikku!” Pekik Theo karena terlalu kesal lagi-lagi mereka berdua bersama.


“Kak Theo, aku yang mendekatinya bukan kak Leon.” Ucap Sherena tidak terima.


“Diam!” Pekik Theo sambil menatap Sherena dengan penampilan di luar kebiasaanya. 


“Theo, jangan membentaknya seperti itu.” Pinta Leon yang selalu hawatir kepada Sherena. 


“Kau juga diam Leon!” Pekik Theo, dia lalu melihat jaket yang di gunakan Leon dengan segera dia berusaha melepaskan jaket itu. “Buka jaketnya.” Ucap Theo. 


“Kenapa?” Tanya Leon sambil membuka jaket itu. 


Dengan segera Theo menutupi tubuh adiknya yang terbuka, dia sangat posesiv pada adiknya. Tidak mau adiknya rusak oleh pria yang seperti dirinya. 

__ADS_1


“Cepat pakai! Kenapa kamu memakai pakaian kurang bahan seperti ini! Dimana kaca matamu?!” Theo terus berbicara ini dan itu menceramahi adiknya sambil membuka tad kecil yang di bawa adiknya itu dan menemukan kaca mata besar yang biasa sang adik pakai. 


“Kak ini sedang di club, aku gak mau pakai ini.”  Keluh Sherena, lagi-lagi kakaknya selalu memaksanya memakai kaca mata dan selalu memaksanya memakai pakaian tertutp. 


Walaupun Sherena bingung pungsinya untuk apa karena matanya normal-normal saja, tapi dia selalu di paksa berpenampilan kutu buku, atau lebih tepatnya culun.


Leon hanya menatap wanita itu sendu, dia belum sempat marah atau berbicara dengan Serena karena jika ada Theo di antara mereka Leon jelas akan kalah. 


“Kak, maafkan kami. Tadinya kami sudah menangkap Sherena, tapi dia malah menggoda adikku yang lain untuk bersenang-senang di sini.” Ucap Arsen adik pertama Leon. 


Sementara Al dia hanya menikmati pemandangan itu, dan juga memantau sang isteri yang sedang berjoged. Di lihatnya jam menunjukan pukul 23.40 itu artinya 20 menit lagi Lilac harus segera pulang. 


Al bernapas dengan lega, karena ternyata hal yang ia takutkan tidak terjadi pada anak dan isterinya. Yah itu beberapa menit yang lalu Al berpikir seperti itu, tapi nyatanya sekarang dia sedang berlari ke arah Lilac karena Penelope memberi kode kepadanya jika terjadi sesuatu pada ibu hamil itu. 


Para sepupunya yang juga ada di sana segera berlari untuk membantu Al, Leon , Arsenio dan Theo sigap mengangkat tubuh Lilac. 

__ADS_1


“Berhenti! Jangan sentuh tubuh isteriku!” Pekik Al, dia sempat-semoatnya marah di situasi genting seperti ini. 


“Lalu kami harus bagaimana?” Tanya Theo bingung ingin menbantu namun tidak bileh menyentuh. 


“Aku dokter, aku boleh membantu kan?” Tanya Leon. 


“Tidak! Kalian buat semua orang minggir dan jangan menghalangi langkahku.” Ucap Al dengan sigap mereka para sepupu perempuan dan laki-laki dengan cepat berjajar memberi jalan dari kerumunan banyak orang itu. 


“Sayangggggg… aaahhh!! Aku tidak kuat!” Pekik Lilac dengan air ketuban yang mulai menetes dari selangkanganya.


“Bertahanlah sayang, aku sudah siapkan ambulan dan dokter di luar sana.” Ucap Al berjalan dengan mengangkat beban sang isteri yang lebih berat dari biasanya. 


Wajah hawatir semua orang terlihat sangat jelas, apalagi Al walau tubuhnya bergetar dia sekuat tenaga berjalan menuju Ambulance. 


Leon segera berlari lebih dulu menyuruh para pekerja medis bersiap menyambut kedatangan Lilac di luar Club.

__ADS_1


__ADS_2