ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
HARI KELULUSAN


__ADS_3

Hari berikutnya, Lee Min Im mendatangi tempat tinggal Park Jong Ah. Tapi sayangnya, gadis itu sedang tidak berada di rumah. Akhirnya Lee Min Im memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan akan memberikan penjelasan kepada gadis itu lain hari.


Namun, saat dia akan keluar rumah Park Jong Ah telah tiba kembali dari luar. Keduanya sama-sama mematung di tempat, hingga suara sang Ayah yang datang dari arah dapur mengejutkan mereka.


"Kau sudah pulang? Lee Min Im telah lama menunggumu. Kalau begitu kalian bicaralah, Ayah akan pergi keluar sebentar." Ucap Tuan Park pada kedua remaja itu. Keduanya pun menggangguk bersamaan dan melihat kepergian Tuan Park.


"Ada apa? Sampai sepagi ini kau sudah datang ke rumahku?"


"Aku ingin menjelaskan padamu tentang semalam."


Park Jong Ah tak bergeming, dia ingin mendengar langsung penjelasan dari Lee Min Im mengenai ucapannya semalam. Akan tetapi, keterdiaman Park Jong Ah lagi-lagi membuat Lee Min Im salah paham. Dia mengira bila gadis dihadapannya ini benar-benar marah padanya. Lee Min Im menarik napasnya panjang-panjang, sebelum memulai pembicaraannya dengan Park Jong Ah.


"Maafkan aku, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku benar-benar menyukaimu. Kau boleh marah padaku, tapi ku mohon jangan benci atau menjauhiku."


Park Jong Ah seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Gadis itu masih terdiam di tempat sampai Lee Min Im yang akan pergi meninggalkannya.


"Lee," mendengar panggilan dari Park Jong Ah, Lee Min Im pun berbalik dan mendapatkan sebuah pelukan dari gadis itu.


"Aku juga menyukaimu."


Lee Min Im tidak menyangka, bila gadis yang di cintanya kini membalas perasaannya. Ia melepaskan pelukan dari Park Jong Ah dan kembali bertanya


"Apakah kau bersungguh-sungguh?" Park Jong Ah tersenyum dan mengangguk. "Sungguh?" Tanya Lee Min Im sekali lagi, dan untuk kedua kalinya gadis itu mengangguk.


Lee Min Im kemudian memeluk tubuh Park Jong Ah sambil membawanya menari-nari. Keduanya telah resmi menjadi sepasang kekasih saat ini. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke pantai dan menikmati indahnya pemandangan disana.


"Minggu depan adalah hari kelulusanku, aku berharap kali ini bisa mendapatkan lagi nilai sempurna seperti dulu." Ucap Park Jong Ah sambil menatap ke laut lepas.

__ADS_1


Sangking indahnya pemandangan alam di sana, membuat gadis itu tidak menyadari perkataannya yang salah. Hingga membuat Lee Min Im pun bertanya "Nilai sempurna seperti dulu? Apakah kau pernah ikut ujian sebelum ini?"


Mendengar pertanyaan dari Lee Min Im membuat Park Jong Ah tersadar akan ucapannya.


"Maksudku, aku selalu mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Jadi aku berharap kalau nilai ujianku kali ini juga mendapatkan nilai yang sempurna." Jelas Park Jong Ah dan mendapatkan oh ria dari Lee Min Im.


"Lalu apa yang kau lakukan bila mendapatkan nilai yang sempurna?"


"Aku akan mendapatkan beasiswa ke Universitas Oxford."


"Aku yakin kau akan menjadi Dokter yang hebat kelak." Ucap Lee Min Im, kemudian keduanya menghabiskan waktu bersama di pantai sambil menikmati indahnya hari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ting...tong...


"Selamat pagi Bibi," sapa Lee Min Im pada ibu Park Jong Ah "Maaf mengganggu, apakah Park Jong Ah ada di rumah?" Tanyanya lagi pada wanita paruh baya itu.


"Oh, kau Lee Min Im? Masuklah, dia mungkin sedang mandi." Jawab Nyonya Park dengan ramah.


Tak beberapa lama terdengar derap kaki dari tangga, rupanya itu adalah Park Jong Ah yang tengah berlari menuju keduanya. Dia pun tersenyum ke arah Lee Min Im yang kini menatap kepadanya.


"Bibi, saya akan membawa Park Jong Ah keluar hari ini." Lee Min Im berucap meminta izin dari Ibu Park Jong Ah saat gadis itu telah berdiri di sampingnya.


"Ah...ya, ya, tentu! Kalian bersenang-senanglah."


Usai mengantongi Izin dari orang tua Park Jong Ah, kedua remaja itupun menuju sebuah taman, berlanjut ke tempat-tempat lain.

__ADS_1


Hari-hari mereka lewati bersama, jalinan kasih diantara keduanya kian erat. Park Jong Ah benar-benar menikmati kehidupan barunya. Perlahan, kenangan pahit dalam kehidupan masa lalunya mampu ia tepis jauh.


Senyuman yang hampir setengah abad sirna dari wajah gadis manis itu kini, kembali merekah layaknya kuncup bunga di musim semi. Park Jong Ah tidak menyangka bila, dalam kehidupan keduanya ia akan kembali mendapatkan cinta dan rasa yang sama dengan orang yang berbeda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh semua murid SMA. Sebab, hari ini akan diadakan pengumuman kelulusan Siswa kelas XII. Seluruh murid merasakan jantungnya berdebar-debar tak terkecuali Park Jong Ah. Walau gadis manis itu sudah pernah melewati hal ini dikehidupannya yang lalu, tapi tetap saja dia masih berdebar saat menunggu pengumuman kali ini.


Akhirnya, para Guru memberikan pengumuman yang sudah dinantikan oleh mereka. Semua orang gembira kala mendengar tidak ada yang harus menetap di SMA tahun ini. Itu berarti, mereka semua telah menuntaskan tahun pengajaran disana.


Park Jong Ah bahkan menjadi murid yang paling berprestasi dan mendapatkan program beasiswa ke Inggris. Derai air mata bahagia membanjiri wajah kedua orang tuanya kala gadis itu menyampaikan beasiswa yang didapatnya.


Gadis manis itu juga ingin berbagi kebahagiaan yang dirasakan olehnya pada sang kekasih. Ia lalu mencoba menghubungi Lee Min Im. Anehnya, nomor yang di tuju tidak dapat di hubungi, membuat Park Jong Ah sedikit hawatir.


"Tidak bisanya dia sulit di hubungi." Ucap Park Jong Ah dan masih terus berusaha untuk menghubungi sang kekasih.


Semenjak hari kelulusannya, Park Jong Ah tidak pernah lagi bertemu dengan Lee Min Im. Bahkan ponsel yang dimiliki oleh pria itu tidak pernah aktif. Park Jong Ah sudah berusaha untuk mencari keberadaan pria itu ke universitas tempatnya kuliah. Menanyakan keberadaannya pada teman kuliahnya, dan mengunjungi tempat tinggal pria itu. Akan tetapi usahanya masih tetap saja nihil, Lee Min Im menghilang bagai di telan bumi.


Hingga kini ia telah berada di bandara dan akan terbang ke Inggris sesuai dengan harapannya untuk berkuliah di Oxford. Gadis manis itu masih berharap, Lee Min Im akan menjumpainya sebelum dia berangkat ke Inggris.


"Jong Ah, pesawatmu akan segera berangkat. Kau bisa ketinggalan bila masih saja berdiri di sana!" Ucap Tuan Park pada putrinya.


Park Jong Ah menoleh ke arah sang Ayah, dengan langkah gontai gadis itu menghampiri kedua orang tuanya. 'Ayah benar, mungkin dia mempunyai alasan lain.' Batin Park Jong Ah kemudian memeluk kedua orang tuanya.


BERSAMBUNG....


☆☆☆Tunggu episode selanjutnya yang pasti akan sangat menarik!😉

__ADS_1


Tolong tetap dukung karyaku dengan menekan like,vaforit dan komentar😄☆☆☆


__ADS_2