ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
MIMPI BURUK


__ADS_3

Selama perjalanan, Park Jong Ah nampak selalu termenung. Wanita itu hanya duduk diam sambil menatap ke luar jendela. Begitu pula dengan Lee Min Im, tak ada pembicaraan yang ia lakukan ke pada sang istri seperti biasanya, membuat suasana di dalam mobil itu terasa makin senyap. Hingga tanpa terasa mereka telah tiba di kediaman Lee Min Im.


"Kau beristirahatlah! Aku akan pergi sebentar. Im Jee Sok akan menemanimu dulu." Ucap Lee Min Im lalu mengecup kening Park Jong Ah sebelum berlalu pergi dan digantikan dengan Im Jee Sok.


"Apakah kau akan istirahat? Atau kau memerlukan yang lainnya? Biar aku membantumu mengambilkan."


"Tidak, aku hanya ingin tidur."


"Baiklah, panggil aku bila kau membutuhkan sesuatu."


Park Jong Ah pun tersenyum seraya mengangguk, dan Im Jee Sok meninggalkannya sendiri. Tapi gadis muda itu berhenti di depan pintu dan berbalik.


"Percayalah pada Lee Min Im, dia pasti akan menemukan pelaku yang telah melukaimu. Istirahatlah, agar kau dapat lekas pulih dan memberikan keponakan lagi padaku."


Setelah mengucapkan hal demikian, Im Jee Sok benar-benar pergi dari kamar Park Jong Ah dan membiarkan Kakak iparnya itu beristirahat. Mungkin karena efek dari obat yang ia konsumsi, Park Jong Ah jadi mudah mengantuk. Tak butuh waktu lama baginya untuk menuju alam mimpi.


Park Jong Ah terbangun dan melihat sekeliling, ia tak menemukan siapapun di tempat itu. Park Jong Ah menuruni ranjang dan pergi ke dapur karena merasa haus. Tiba-tiba seorang anak laki-laki tampan datang menghampirinya sembari menangis.

__ADS_1


"Ibu, tolong aku. Ada orang jahat yang ingin membunuhku."


"Hei, di mana orang tuamu? Mengapa kau memanggilku Ibu?"


Park Jong Ah tidak mengenali anak laki-laki kecil itu, tapi hatinya seakan merasa ada ikatan dengan anak tersebut. Ia melihat sekeliling dan tidak melihat ada orang lain di sana selain mereka berdua. Dan ketika Park Jong Ah ingin membawa anak itu untuk mencari orang tua anak tadi, beberapa orang pria menghampiri mereka. Raut wajah orang-orang itu tidak asing, Park Jong Ah ingat betul siapa mereka. Ia bergegas menarik lengan anak kecil itu untuk berlari menuju kamarnya namun terlambat. Para pria itu telah lebih dulu menangkap mereka. Bahkan salah satu dari orang-orang itu akan menghunuskan pisau kepadanya.


"Tidak...!!" Teriak Park Jong Ah terbangun dari mimpi buruknya. Keringat dingin telah membanjiri wajah wanita itu. Lee Min Im yang berada di sisinya langsung menghampiri dan memeluk Park Jong Ah.


"Kau mimpi?" Park Jong Ah yang merasakan pelukan Lee Min Im langsung menangis tersedu-sedu.


"Aku melihat mereka datang kemari, mereka ingin membunuhku dan anak itu."


Dapat Lee Min Im rasakan ketakutan pada istrinya itu. Park Jong Ah memang terlihat tenang dan baik-baik saja. Namun di dalam jiwa wanita itu, Park Jong Ah amatlah rapuh dan masih sangat trauma. Lee Min Im mengepalkan buku jarinya kuat, andai saja dia dapat mengulang waktu, Lee Min Im lebih rela dirinya lah yang tertusuk waktu itu. Akan tetapi itu tidak mungkin, Lee Min Im hanya dapat berharap, sang waktu akan menghilangkan taruhan istrinya dan Park Jong Ah bisa kembali ceria seperti dulu lagi.


Walaupun Lee Min Im telah menghabisi nyawa orang-orang yang telah melakukan kejahatan atas dirinya dan juga Park Jong Ah, namun Lee Min Im itu tetap meninggalkan trauma mendalam pada Park Jong Ah. Dan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk di kemudian hari, Lee Min Im telah menempatkan puluhan penjaga dari militer untuk menjaga kediamannya. Ia tau bila keluarga Han Kyong Si cepat atau lambat pasti akan mengetahui atas penangkapan putri mereka. Jadi Lee Min Im telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi keluarga itu, bila memang mereka melakukan perlawanan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Di tempat lain, seperti dugaan Lee Min Im, orang tua Han Kyong Si yang mengetahui kabar penyekapan putri mereka pun mencoba mendatangi tempat tinggal Lee Min Im untuk melakukan negosiasi agar pria itu mau melepaskan putrinya. Latar belakang orang tua Han Kyong Si memanglah bukan sembarangan. Ayah Han Kyong Si adalah pebisnis handal keturunan keluarga Han yang memiliki perusahaan Berlian terbesar di Korea. Sedangkan Ibunya adalah putri tunggal seorang pensiunan Tentara yang berpangkat cukup tinggi, meskipun masih di bawah almarhum Kakek Lee Min Im sendiri.


Pagi ini kedua orang tua Han Kyong Si telah tiba di pintu gerbang kediaman Lee Min Im. Mereka melihat puluhan tentara militer yang telah berjaga di rumah itu lengkap dengan senjata mereka. Seorang penjaga yang melihat mobil di pintu gerbang pun menghampiri mereka.


"Ada keperluan apa?"


"Kami ingin bertemu dengan Lee Min Im."


"Pergilah! Tuan Lee tidak ingin bertemu siapa pun."


"Tapi kami memiliki urusan yang penting dengannya. Bisakah kau membantu kami untuk mengatakan hal ini padanya?" Pinta Ayah Han Kyong Si memelas. Penjaga itu hampir saja kembali mengusir kedua orang tua Han Kyong Si andai saja Lee Min Im tak menghentikannya.


"Biarkan mereka masuk!"


Bergegas penjaga itu membukakan pintu pagar dan membiarkan mobil orang tua Han Kyong Si memasuki kediaman Lee Min Im. Baru saja mereka turun dari mobil, tiga orang penjaga lengkap dengan dua ekor Anjing pelacak telah menghampiri. Mereka melakukan pengecekan terhadap orang tua Han Kyong Si, untuk memastikan tidak ada senjata apapun di tubuh oasangan tua itu. Setelah di yakini aman, barulah penjaga tersebut membiarkan Tuan dan Nyonya Han untuk berlalu.


Setibanya di dalam rumah Lee Min Im, Tuan dan Nyonya Han di sambut oleh pelayan yang membawa mereka ke ruang keluarga. Di sana sudah ada Lee Min Im yang telah duduk menunggu mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2