ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PRESDIR LEE YANG BERLEBIHAN


__ADS_3

Setelah sehari semalam berada di rumah sakit untuk melakukan perawatan. Akhirnya pagi ini Park Jong Ah bersama sang suami dapat kembali ke kediaman Lee Min Im. Bahkan demi menjaga kesehatan sang istri, Lee Min Im telah membawa Dokter spesialis kandungan dan juga beberapa perawat beserta alat-alat rumah sakit super canggih ke dalam rumahnya.


Lee Min Im juga tidak mengizinkan Park Jong Ah untuk turun dari ranjangnya barang selangkah meskipun itu hanya untuk pergi ke kamar kecil untuk buang air. Dengan sigap pria itu akan menggendong Park Jong Ah hingga kembali lagi ke atas ranjang.


Terdengar berlebihan memang, tapi itulah cara Lee Min Im untuk menjaga kesehatan istri dan calon anak mereka. Bagi Lee Min Im, bayi yang berada dalam kandungan Park Jong Ah bukan hanya sekedar penerus keluarga saja. Melainkan juga bukti cinta dan kesetiaan dari mereka berdua.


Ya, siapa yang tidak mengetahui cerita tentang kesalahanpahaman yang terjadi antara Lee Min Im dan juga Park Jong Ah lima tahun lalu. Mereka sama-sama saling membenci satu sama lain. Namun, biarpun begitu keduanya masih saling setia dan juga saling menantikan satu sama lain. Hingga akhirnya Tuhan telah mempersatukan cinta mereka kembali.


"Apakah kau tidak ke perusahaan? Kau tidak harus selalu di sampingku. Lagipula sudah ada suster dan juga Dokter Lin yang menemaniku di sini."


"Tidak. Aku akan lebih tenang bila bisa mengawasimu dengan mata kepalaku sendiri." Tutur Lee Min Im dengan wajah serius.


"Dokter hanya memintaku untuk tidak terlalu beraktivitas dan memperbanyak istirahat, bukannya tidak boleh bergerak." Park Jong Ah masih ingin memberikan pengertian pada sang suami yang terlalu berlebihan itu.


"Aku tau, tapi kamar mandi adalah tempat yang berbahaya. Lantainya licin, bisa saja kau terjatuh di sana. Dan aku tidak ingin mengambil editor itu. Lagipula aku adalah seorang Presdir, memangnya siapa yang berani untuk memarahi bila tidak pergi ke perusahaan?"


"Ya, kau memang benar Presdir Lee, terimakasih atas pengertianmu." Ucap Park Jong Ah menyerah. Ia tau tidak akan mungkin menang bila sudah berdebat dengan pria di hadapannya itu. Ia akan memiliki seribu pernyataan yang membuatnya langsung bungkam. Lee Min Im mengusap lembut pucuk kepala istrinya dan mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.


"Sekarang kau beristirahatlah, aku ada di ruang kerja bila kau memerlukan sesuatu." Park Jong Ah mengangguk dan melihat punggung kekar pria yang telah menjadi suaminya itu.


...----------------...


"Minggu depan kita harus terbang ke Cina untuk mengesahakan pembukaan pabrik mobil kita yang baru. Setelah itu meninjau kembali pabrik lama di kota M, dan kita juga memiliki janji temu dengan Gubernur Xeng Lou di sana." Tutur Baek Song sang sekretaris membacakan jadwal mereka seminggu lagi.

__ADS_1


"Kita lihat kondisi kesehatan istriku lebih dulu, bila Dokter menyatakan dia sudah jauh lebih baik, maka kita akan melanjutkan perjalanan ke Cina. Tapi bila kesehatannya masih sama saja, kirim orang lain untuk mewakiliku. Atau kau juga bisa menunda keberangkatan kita ke sana."


"Baik Presdir."


Lee Min Im melambaikan tangan sebagai isyarat untuk Baek Song meninggalkannya. Namun, tak lama kini giliran Ban Swon yang memasuki ruangan kerja Lee Min Im itu dengan tumpukkan berkas di tangannya.


"Permisi Presdir Le, ini adalah laporan dari divisi perencanaan dan keuangan bulan ini."


"Ledakan di sudut sana." Dengan mata yang masih berfokus ke layar laptopnya Lee Min Im kembali bertanya pada asisten kepercayaannya itu "Bagaimana dengan tanah yang ada di kota C, apakah sudah beres?"


"Kemungkinan dalam tiga minggu ini tanah itu sudah bisa kita bangun. Sebab semuanya sudah dapat di berisikan oleh pengacara kita di pengadilan tempo hari."


"Bagus, aku ingin mendengar laporan pembangunannya sudah harus ada di melakukan tiga minggu lagi."


"Baik Presdir." Ban Swon pun meninggalkan ruangan kerja sang Presdir.


"Permisi Tuan, ini kopi yang Anda minta, dan Nyonya juga sudah meminta kami untuk memberikan sedikit cemilan untuk mengganjal perut Anda."


Mendengar Park Jong Ah yang masih memperdulikannya walau tidak dapat turun dari ranjangnya mereka, senyum Lee Min Im terbit di wajah kakunya. Ia mengambil cemilan itu dan memasukannya ke dalam mulut.


"Bagaimana dengan Im Jee Sok? Apakah dia sudah kembali dari sekolah?"


"Maaf Tuan, Nona muda belum kembali. Dia berpesan bila ia akan pergi ke toko bunga lebih dulu untuk membelikan bunga mawar biru yang disukai Nyonya muda."

__ADS_1


Lee Min Im mengangguk paham dan memberi isyarat pada pelayan itu untuk pergi. Kini ia kembali fokus pada tumpukan berkas yang di bawa oleh Ban Swon padanya tadi. Satu per satu dokumen itu ia baca dan pahami, hingga tanpa tersangka waktu telah menunjukkan pukul satu siang. Alarm pada arlojinya pun berbunyi, pertanda ini adalah jam Park Jong Ah untuk meminum vitamin yang di berikan oleh Dokter Lin semalam.


Lee Min Im bergegas kembali ke kamar mereka, dan melihat wanita pujaannya masih tertidur lelap. Perlahan Lee Min Im mendekat dan membangunkan Park Jong Ah.


"Hei, ini sudah waktumu untuk meminum obat." Bisik Lee Min Im di telinga Park Jong Ah. Namun tidak ada respon dari wanita itu, hingga Lee Min Im mencoba menggoyangkan tubuh Park Jong Ah pelan untuk kembali membangunkannya.


"Emh...!" Park Jong Ah perlahan membuka mata, ia melihat senyum cerah Lee Min Im yang duduk di sisinya.


"Ini sudah pukul berapa?" Tanya Park Jong Ah dengan suara serak.


"Ini sudah pukul satu siang, cepat minum vitaminmu dan aku akan meminta para pelayan untuk menyiapkan makan siang untukmu."


Park Jong Ah bangkit dan meraih botol obat di atas nakasnya. Sementara Lee Min Im menghubungi para pelayan dengan telpon yang ada di kamar mereka yang telah terhubung pada telpon dapur.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^

__ADS_1


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^


Iā™”U READER'S...šŸ˜™šŸ˜™.


__ADS_2