
Pagi hari menyapa, Lee Min Im terbangun dari tidur pulasnya. Baru kali ini ia tidak terjaga di tengah malam akibat mimpi buruk yang selalu datang menghantuinya.
Dan yang lebih mengejutkan bagi Lee Min Im adalah sesosok tubuh wanita yang berada dalam pelukannya. Perlahan Lee Min Im mengangkat kepala untuk melihat wajah gadis yang ada di dekapannya saat ini.
Wajah cantik yang selalu di rindukannya, pipi berlesung pipit yang menambah manis senyuman sang gadis saat tertawa, dan juga mata indah yang sangat meneduhkan jiwa di tengah kehampaan, yang masih terpejam saat ini.
'Park Jong Ah?' gumam Lee Min Im dalam hati. Ia mencoba mengingat kembali peristiwa yang membuat mereka berakhir di atas tempat tidur.
Perlahan kepingan ingatannya mulai terkumpul kembali. Semua hal yang mereka lalui bersama semalam mulai bermunculan di pikirannya.
Lee Min Im tersenyum bangga kemudian mendekap hangat tubuh Park Jong Ah. Di dalam dadanya terasa seperti ada ribuan kembang api yang yang meledak-ledak saat ini.
Pergerakan yang di lakukan oleh Lee Min Im membuat Park Jong Ah merasa sesak. Hingga perlahan mata cantik gadis itu pun terbuka. Hal pertama yang di liatnya adalah senyum cerah Lee Min Im.
"Selamat pagi sayang,"
Blush..!
Wajah Park Jong Ah langsung bersemu merah, gadis itu lalu menarik selimut dan menyembunyikan dirinya.
"Hey! Ada apa denganmu hah? Kau malu?"
Dapat Lee Min Im rasakan bila Park Jong Ah tengah mengangguk saat ini. Lee Min Im pun menarik turun selimut yang menutupi wajah Park Jong Ah.
"Kenapa kau harus malu? Bukankah kau yang sangat liar tadi malam?"
"Kau..!" Wajah Park Jong Ah makin memerah mendengar ucapan Lee Min Im barusan. Teringatnya kembali hal yang terjadi semalam, betapa gilanya mereka melawati malam tadi bersama.
Wajah Park Jong Ah yang sangat menggemaskan di mata Lee Min Im. Lee Min Im yang gemas, kemudian menciumi seluruh wajah gadis manis di hadapannya ini dengan penuh cinta.
Merasa geli akan ciuman yang di lakukan oleh Lee Min Im, Park Jong Ah pun tertawa lepas.
"Hahahaha...hentikan Lee, hentikan! Hahaha..cukup kau membuatku geli!"
Dengan nafas terengah, Lee Min Im menempelkan keningnya pada kening Park Jong Ah dan berbisik mesra "Aku mencintaimu Park Jong Ah."
__ADS_1
Park Jong Ah tersenyum dan mengalungkan lengannya pada leher Lee Min Im seraya ikut berbisik.
"Aku juga mencintaimu Lee Min Im."
Mereka kembali mengulangi pergulatan panas di pagi hari bersalju itu. Kamar yang luas, kini di penuhi dengan suara decapan serta ******* dari kedua orang yang tengah memadu kasih saat ini.
Setelah hampir dua jam lamanya pergulatan kedua insan yang tengah di mabuk hormon kedewasaan itu, kini tengah membersihkan diri di dalam kamar mandi.
"Bawakan aku sepasang baju ganti untukku dan seorang wanita muda kemari."
Ucap Lee Min I'm pada seseorang dan langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak.
"Apakah kau lapar? Aku akan meminta pihak hotel membawakan makanan untukmu." Tanya Lee Min Im yang membawa Park Jong Ah kembali ke atas tempat tidur sambil menggendongnya.
Ia melakukan itu sebab merasa kasihan pada gadisnya yang terlihat sangat lemas saat ini. Tapi bukannya menyesal karena sudah membuat Park Jong Ah sampai seperti itu, ia justru sangat bangga pada dirinya sendiri.
"Ya, aku juga ingin meminum sebuah jus yang segar."
"Baiklah Nyonya Lee, aku akan mempersiapkannya untukmu."
Mata indah Park Jong Ah melebar kala melihat seorang wanita yang tengah berdiri di ambang pintu. Masih dengan jelas dalam ingatan Park Jong Ah siapakah wanita itu.
Dan kini penampilannya membuat hati Park Jong Ah makin bertambah sakit. Wanita yang dalam ingatan Park Jong Ah sebagai perebut kekasihnya itu tengah hamil besar.
'Apakah itu anaknya bersama Lee Min Im? Lalu apa maksud Lee Min Im mengucapkan kata-kata cinta untukku? Apakah dia sengaja ingin membuatku hancur?' Batin Park Jong Ah berargumen.
Wanita itu masuk dengan perut beasranya dan tersenyum ramah serta memberi salam pada Park Jong Ah.
"Selamat pagi Nyonya, ini adalah baju ganti untukmu."
"Ini..." Ucap Park Jong Ah seakan bertanya dan Lee Min Im langsung memperkenalkan sekretarisnya pada Park Jong Ah.
"Dia adalah sekertarisku Hana Ri."
"Sekertarismu? Tapi dia?"
__ADS_1
Lee Min Im mengerti akan arah pembicaraan Park Jong Ah, lelaki itu tersenyum dan menggenggam jemari Park Jong Ah dengan lembut.
"Apa yang kau pikirkan hah? Itu bukan anakku, dia telah bersuami."
"Jadi, kalian tidak pernah memiliki hubungan?" Sekertaris Lee Min Im dan Lee Min Im menggeleng bersamaan. Park Jong Ah tersenyum canggung dan menundukkan kepalanya. Ia sangat malu saat ini pada Lee Min I'm dan juga sekretarisnya.
'Jadi selama ini aku yang sudah salah paham? Tapi kenapa dia tidak pernah menemuiku selama di London dulu? Bukankah dia juga pernah ke sana?'
Park Jong Ah masih saja bertanya-tanya dalam hati. Ia ingin mendengar penjelasan dari Lee Min Im langsung setelah kepergian Hana Ri nanti.
"Kalau begitu saya permisi. Dan Presdir Lee, mulai minggu depan saya sudah tidak aktif lagi, semunya sudah saya serahkan pada Baek Song."
Lee Min Im mengagguk, dan membiarkan Hana Ri keluar dari kamarnya.
"Lepaslah ganti bajumu, kita akan turun dan sarapan."
Park Jong Ah mengangguk patuh, ia lalu ingin membawa baju itu ke dalam kamar mandi, namun segera di tahan oleh Lee Min Im.
"Kau mau membawanya kemana? Bukankah aku sudah melihat semuanya?"
Park Jong Ah kembali melebarkan bola matanya dan menatap tajam pada Lee Min Im. Gadis itu juga memberikan pukulan ringan pada tangan pria itu.
"Kau! Cepat lepas, aku masih harus ke rumah sakit."
Lee Min Im akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada Park Jong Ah dan mulai mengganti bajunya juga. Setelah keduanya siap, mereka lalu turun dan menuju sebuah mobil mewah yang sudah siap di depan lobi hotel.
Wajah keduanya nampak amat berseri-seri seperti bunga Sakura yang mekar di musim semi. Bahkan orang lain pun dapat melihat itu dengan sangat jelas.
BERSAMBUNG....
*Hai gais...
ini adalah persembahanku yang lain lagi, aku harap kalian masih setia menunggu karyaku selanjutnya ya...
salam sayang dari NAZUA MUGHOZA*.
__ADS_1