
Ada begitu banyak karyawan pria yang telah berkumpul di ruangan Lee Min Im. Dengan wajah pucat, satu per satu dari karyawan pria itu di pilih oleh Park Jong Ah.
"Siapa namamu?"
"Sa..saya Tae Dong Nyonya Presdir." Jawab karyawan muda itu gugup. Ia pikir, salah satu dari mereka telah melakukan kesalahan hingga harus di panggil langsung ke ruangan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
"Baiklah. Selain dari Tae Dong, yang lain boleh keluar." Titah Park Jong Ah pada karyawan lain. Ia begitu tertarik melihat wajah lugu yang dimiliki oleh pemuda yang bernama Tae Dong itu.
Sedangkan Lee Min Im, sudah memberikan Tatapan yang mematikan. Membuat bulu kuduk Tae Dong berdiri dari ujung kepala hingga ujung kaki.
'Awas saja bila aku menemukan kau mencari kesempatan menikmati pelukan istriku. Akan kupastikan, kau tidak akan dapat melihat matahari besok pagi.' Batin Lee Min Im. Tanpa aba-aba, Park Jong Ah langsung memeluk tubuh kekar pria muda tampan di hadapannya. Tae Dong yang terkejut akan pelukan Park Jong Ah, tak dapat berkutik. Mata sipitnya bahkan sampai melebar karena sangking terkejut.
Meskipun sudah mengetahui akan terjadi seperti ini. Namun, melihat istrinya memeluk pria lain, Lee Min Im tetap saja emosi. Ia tak dapat menyembunyikan rasa cemburu dan emosinya.
""Hari ini kau tidak perlu melakukan tugasmu. Kau cukup menemaniku bermain saja."
Dengan langkah lebar, Lee Min Im mendekati istrinya. "Tunggu dulu. Apa maksudmu dengan menemanimu bermain? Bukankah kau hanya ingin memeluknya?"
"Ya, tapi aku menyukai wajahnya. Dia sangat manis." Jawab Park Jong Ah polos. Ia tak perduli akan tatapan cemburu yang dilayangkan oleh Lee Min Im padanya.
__ADS_1
"Apakah suamimu masih belum cukup tampan dan manis menurutmu?"
"Kau memang tampan dan manis. Tapi, wajahmu terlalu kaku. Akan sangat sulit bermain denganmu." Park Jong Ah segera menarik lengan pemuda itu untuk duduk di sofa. Ia pun mengeluarkan sekotak peralatan make up nya dan mulai mendandani wajah Tee Dong.
'Ya Tuhan, kesalahan apa yang telah kulakukan? Di mana harga diriku sebagai seorang pria? Oh Nyonya Presdir, kumohon untuk mengasihaniku sedikit saja.' Batin Tae Dong. Ia tak dapat melawan, Tae Dong hanya dapat menuruti setiap perlakuan Park Jong Ah padanya. Lee Min Im yang semula emosi, kini mulai bersyukur.
'Untung saja, dia tidak menginginkanku untuk menemaninya bermain. Jika tidak, nasibku akan sama sepertinya. Entah bagaimana para karyawan akan memandangku kelak.' Batin Lee Min Im seraya terkikik.
Dan hari-hari yang di lalui Tae Dong di perusahaan akan selalu begitu bila Park Jong Ah tidak pergi ke rumah sakit. Meskipun Lee Min Im telah memberikannya bonus khusus, tapi sebagai seorang pria dewasa, Tae Dong tentu saja tetap merasa terhina. Namun, lagi-lagi ia tidak dapat berbuat apapun selain menuruti keinginan istri atasannya itu. Hingga usia kandungan wanita itu telah menginjak usia sembilan bulan, barulah Park Jong Ah berhenti memperlakukan Tae Dong layaknya boneka.
Mendekati hari kelahiran buah hari mereka, selama kurang dari satu bulan, Lee Min Im telah melakukan pekerjaan kantornya ke rumah. Ia ingin menjadi suami siaga bagi Park Jong Ah ketika sewaktu-waktu akan melahirkan.
Hari ini, Park Jong Ah sedang bersiap untuk menyiapkan sarapan pagi Lee Min Im. Seperti biasanya, sebelum Lee Min Im bangun, Park Jong Ah telah berada di dapur dan berkutat dengan peralatan di sana. Semenjak kehamilannya telah membesar, Lee Min Im melarang Park Jong Ah untuk pergi bekerja ke rumah sakit. Jadi, selain pergi keperusahaan dengan Lee Min Im, Park Jong Ah hanya dapat melakukan beberapa pekerjaan ringan di rumah.
Segelas susu ditangan Park Jong Ah terjatuh dan pecah. Wanita itu memegangi perutnya yang terasa sakit. Dengan mengatur nafas, Park Jong Ah berusaha untuk duduk.
"Nyonya!" Teriak para pelayan yang melihat darah segar telah mengalir di kaki Park Jong Ah.
"Cepat panggil Tuan dan katakan bila Nyonya akan segera melahirkan." Titah kepala pelayan pada salah satu pelayan muda.
__ADS_1
"Baik!" Pelayan muda itu berlari secepatnya menuju kamar Tuannya yang berada di lantai tiga.
Tok..tok..tok..!!!
"Tuan! Cepat bangun! Nyonya akan segera melahirkan!"
Lee Min Im yang baru saja selesai mandi, belum sempat mengenakan baju. Mendengar ucapan pelayannya yang mengatakan bila Park Jong Ah akan segera melahirkan, dengan tergesa-gesa, ia berlari keluar.
"Apa kau bilang?"
"Nyonya mengeluarkan banyak darah. Ia akan segera melahirkan."
Dengan hanya menggunakan celana pendek setinggi lutut, Lee Min Im berlari turun ke lantai satu. Bahkan saking gugupnya, ia lupa bila rumahnya tersedia lift yang biasa mereka gunakan. Dengan nafas rersengal, Lee Min Im akhirnya tiba di lantai satu dan melihat Park Jong Ah yang telah meringis kesakitan.
"Tuan, mobil telah siap."
Dengan sigap Lee Min Im mengangkat tubuh Park Jong Ah dan membawanya menuju mobil.
"Em, Tuan. Apakah tidak sebaiknya kamu mengenakan pakaianmu terlebih dahulu?" Tanya kepala pelayan yang melihat Lee Min Im hanya mengenakan celana pendek.
__ADS_1
"Apakah ini saat yang teoat untuk memikirkan itu?!" Lee Min Im tidak perduli lagi dengan pendapat orang mengenai penampilannya saat ini. Yang terpenting bagi Lee Min Im adalah segera membawa Park Jong Ah menuju rumah sakit.
BERSAMBUNG.....