ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PERMINTAAN PARK JONG AH PART 1


__ADS_3

Kretek..!


Suara pintu ruang UGD terbuka, Park Jong Ah, Kang Dae dan yang lainnya segera menghampiri Dokter yang keluar.


"Bagaimana keadaannya?"


"Untunglah kalian membawanya tepat waktu, hingga janinnya masih bisa tertolong. Kini kita hanya tinggal menunggunya kembali sadar. Tapi untuk kedepannya saya harap ini tidak lagi terjadi."


Dokter itu melangkah pergi dari kerumunan orang-orang disana yang sudah terlihat lebih manusiawi saat ini. Bila sebelumnya tempat itu terlihat seperti medan tempur, kini telah jauh lebih tenang dan bersahabat.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Sarrah ketika melihat Yo Ri telah kembali sadarkan diri. Park Jong Ah tidak berada di sana karena Lee Min Im sudah lebih dulu membawanya kembali. Lee Min Im takut kondisi emosi Park Jong Ah yang sering meluap-luap akan mempengaruhi janin di dalam perutnya.


"Entahlah," Jawab Yo Ri dengan pandangan mata nanar. Pantulan mata Yo Ri menyiramkan rasa sakit dan kecewa bersamaan. Bayangkan saja, ketika kita mencintai seorang pria tapi pria yang kita cintai justru mencintai wanita lain. Dan ketika pria itu mengatakan ingin mencoba membuka hati pada kita, dia justru menghempaskan hati dan seluruh perasaan kita ke jurang penuh duri tajam.


"Jangan terlalu dipikirkan, kondisi bayimu jauh lebih penting. Sekarang lebih baik kau habiskan bubur ini," Sarrah mengangkat sesendok bubur, Yo Ri baru saja ingin membuka mulutnya ketika Kang Dae masuk dan menghilangkan selera makannya.

__ADS_1


Sarrah ingin memberikan ruang bagi Kang Dae dan Yo Ri untuk saling menjelaskan.


"Maaf,"


"Pergilah!" Usir Yo Ri dingin tanpa menatap wajah memelas Kang Dae. Namun sedikitpun pria itu tak bergeming, ia masih berdiri di tepi ranjang Yo Ri.


"Aku tidak berniat menyakiti hatimu. Aku, aku hanya-"


"Menjauhlah dariku. Dari awal aku memang tidak berniat untuk mengharapkan pertanggung jawaban darimu. Hadi, aku tidak perlu rasa kasihanmu kini, ataupun kedepannya."


"Aku akui aku memanglah bodoh. Aku yang salah. Tapi ku mohon, tolong jangan minta aku untuk menjauhimu. Ku mohon berikan kepadaku kesempatan terakhir. Bola kali ini aku kembali membuatmu kecewa, kau bisa lakukan apapun yang kau inginkan."


"Apakah kau berpikir hatiku ini adalah sebuah mainan? Kau tau betapa sakitnya aku ketika kau menuduhku? Kau keterlaluan Kang Dae!"


Kang Dae memeluk tubuh Yo Ri, ia mencurahkan rasa sesal atas perbuatannya dalam pelukan itu. Kang Dae tau Yo Ri pasti amat membencinya, tapi ia juga tidak ingin wanita itu memintanya untuk menjauh. Biarlah Orang mengatakan bila dirinya begitu egois, yang penting dia tidak akan berpisah dari Yo Ri.


FLASH BACK OFF. . .

__ADS_1


Acara pernikahan megah itu telah berakhir dengan khidmat. Semua tamu yang hadir, benar-benar merasa takjub akan pesta pernikahan tersebut. Tak terkecuali juga Park Jong Ah, ia tiba-tiba saja ingin merasakan rasanya menjadi pengantin untuk kembali merasakan rasanya seorang pengantin wanita.


"Ada apa?" Tanya Lee Min Im, yang melihat istrinya selalu diam setelah menghadiri pesta pernikahan Yo Ri.


"Tidak. Aku hanya ingin kembali merasakan rasanya menjadi seorang pengantin."


"Kau yakin?" Tanya Lee Min Im seraya melirik Park Jong Ah sebentar. Bila memang itu keinginan Park Jong Ah, maka dengan mudah ia akan mengabulkannya.


"Apakah kau bersedia mengabulkannya?"


"Tentu. Acara pernikahan seperti apa yang kau inginkan?"


Park Jong Ah mulai membahas keinginannya dengan antusias. Ia telah berangan-angan mengenakan gaun pengantin dan mendapatkan tatapan takjub dari semua orang.


Sedangkan Lee Min Im, ia hanya menyimak setiap kata yang keluar dari bibir mungil istrinya. Bagi Lee Min Im, apapun yang Park Jong Ah inginkan, sekuat tenaga ia akan berusaha untuk mewujudkannya. Meskipun istrinya itu meminta sebuah planet sekalipun, asalkan dapat melihat senyum manis Park Jong Ah, bagi Lee Min Im semua itu bukan masalah.


Kehamilan Park Jong Ah kali ini memanglah tidak seperti sebelumnya. Permintaan wanita itu pun tergolong unik dan cukup merepotkan Lee Min Im. Tak jarang Park Jong Ah akan memintanya untuk melakukan hal-hal mengesalkan dan memalukan di hadapan publik. Bahkan permintaan Park Jong Ah yang aneh-aneh juga membuat karyawan Lee Min Im kesulitan. Seperti suatu hari Park Jong Ah pernah ingin memeluk karyawan tampan di perusahaan. Hal itu tentu saja membuat Lee Min Im marah besar. Tapi ia juga tidak dapat menolak, akhirnya Lee Min Im mengumpulkan setiap pegawai pria ke ruangannya untuk di pilih oleh Park Jong Ah.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2