ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
SALAH PAHAM KEMBALI


__ADS_3

Lee Min Im membawa Park Jong Ah kembali ke kediamannya untuk sarapan bersama sang Adik yang selalu meminta untuk bertemu dengan Park Jong Ah.


Saat memasuki halaman rumah Lee Min Im, Park Jong Ah seakan tidak percaya akan kemegahan rumah itu. Apa lagi ketika mereka telah masuk kedalam, semua perabotan yang berbeda di sana terlihat sangat mahal dan mewah.


"Kakak!" Teriak seorang gadis yang berlari menghampiri keduanya.


"Bagaimana? Apakah kali ini tuan putriku sudah puas akan kejutan yang ku persembahkan?" Tanya Lee Min Im pada sang Adik.


Im Jee Sok mengangguk cepat sambil tersenyum puas. Sudah lama ia ingin bertemu lagi dengan Park Jong Ah,namun selalu gagal karena kesibukan Kakaknya. Tapi hari ini dia puas karena sudah dapat berbincang lagi dengan wanita yang pernah menolongnya dulu.


"Apakah Kakak Park akan tinggal di sini?"


"Tidak, kita hanya akan sarapan bersama." Sanggah Park Jong Ah cepat.


"Ya, dia belum saatnya tinggal di sini. Aku harus mempersiapkan pesta besar untuk menyambut kedatangannya di rumah ini."


Im Jee Sok menutup mulutnya yang menganga, ia seakan tak percaya akan apa yang di dengannya barusan.


"Kau akan menikah dengannya? Kau akan menikahinya?" Tanya gadis kecil polos itu pada Park Jong Ah dan Lee Min Im bergantian.


"Tentu saja! Jadi mulai hari ini kau harus bertingkah baik pada Kakak iparmu ini."


Wajah Park Jong Ah sudah merah padam saat ini, ia tak menyangka bila Lee Min Im kan berkata terus terang begitu pada sang Adik.


Im Jee Sok kembali mengangguk antusias akan ucapan Lee Min Im. Pagi ini benar-benar menjadibpagi yang istimewa baginya.


Bukan hanya ia yang dapat bertemu kembali dengan Park Jong Ah, tapi wanita itu yang akan segera menjadi Kakak iparnya kelak.


"Lalu kapan kau akan menikahinya?" Tanya Im Jee Sok saat mereka telah duduk di meja makan.


"Kita lihat nanti, aku harus mempersiapkan acara yang termegah untuk menyambut kedatangannya dalam keluarga ini." Lee Min Im berkata sambil menggenggam telapak tangan Park Jong Ah.


"Ya, kau benar Kak! Kita harus menyambut kehadiran sang ratu dengan istimewa."


"Ah, kalian Kakak beradik terlalu berlebihan."

__ADS_1


"Tentu saja tidak! Untuk sang ratu, segalanya harus di persiapkan sebaik mungkin." Im Jee Sok berujar dengan nada manis.


Setelah sarapan pagi bersama, Lee Min Im mengantarkan Park Jong Ah menuju rumah sakit tempatnya berkerja. Di perjalanan ingin menanyakan perihal Lee Min Im yang tidak mengunjunginya padahal ia juga sedang berada di London waktu itu.


"Lee," panggil Park Jong Ah sambil menatap wajah Lee Min Im.


"Hem?"


"Bolehkah aku menanyakan sesuatu?"


"Apa?" Tanya Lee Min Im yang sekilas melihat wajah Park Jong Ah, kemudian kembali fokus ke jalanan.


"Sewaktu aku di London, kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?"


Lee Min Im tidak menjawab pertanyaan dari Park Jong Ah, dua menatap sekilas mata cantik gadis itu lalu mencari sebuah tempat untuk memarkirkan mobilnya.


'Aku rasa hal ini harus di bicarakan dengan serius.' batin Lee Min Im kemudian menepikan mobilnya di sisi jalan.


Pria itu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya sebelum kembali menatap wajah cantik Park Jong Ah.


Park Jong Ah yang merasa tidak pernah menghianati kekasihnya itu pun kebingungan atas pertanyaan yang di layangkan oleh Lee Min Im.


"Tentu saja tidak!"


"Apakah kau yakin? Jujurlah, aku tidak akan menyalahkanmu."


"Hah!" Park Jong Ah mendengus kesal, mengapa pernyataan Lee Min Im seakan dirinya benar-benar telah berselingkuh.


"Aku bersumpah, aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain di sana."


Lee Min Im terdiam kala mendengar sumpah yang keluar dari mulut Park Jong Ah. Ia ingin sekali percaya akan apa yang di ucapkan oleh gadis itu, tapi telinga dengan jelas mendengar saat Park Jong Ah menerima cinta dari seorang pria malam itu.


"Lalu, bisa kau jelaskan tentang pernyataan cinta dari seorang pria di pesta kaum bangsawan malam itu?"


'Pesta kaum bangsawan?' Park Jong Ah hampir saja melupakan kejadian itu andai saja Lee Min Im tidak mengungkitnya.

__ADS_1


'Tapi dari mana dia tau tentang pesta kaum bangsawan? Ataukah dia juga menghadiri pesta itu dan mendengar pernyataan cinta Edward?' Tanya Park Jong Ah dalam hati.


"Aku menolaknya."


"Benarkah?" Tanya Lee Min Im dengan nada mencemooh.


Mendengar hal itu, Park Jong Ah yang sudah kehabisan kesabaran langsung melepaskan sabuk pengamanan yang melingkar di tubuhnya.


"Itu masalahmu bila tidak mempercayaiku. Maaf, tapi aku masih memiliki banyak urusan, permisi."


Park Jong Ah membuka pintu dan langsung turun, gadis itu juga menghentikan sebuah taksi untuk mengantarnya pergi ke rumah sakit.


Lee Min Im menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Mengapa ia tidak bisa berpura-pura saja untuk mempercayai ucapan kekasihnya itu. Setidaknya hubungan mereka akan tetap baik-baik saja saat ini.


Dan ketika Lee Min Im ingin membujuk Park Jong Ah, gadis itu telah berlalu dengan taksi. Lee Min Im makin bertambah kesal pada dirinya sendiri.


Sedangkan Park Jong Ah kini telah tiba di rumah sakit dengan wajah yang begitu kusut. Kang Daek yang melihat kedatangan gadis itu lalu menghampirinya.


"Apakah kau baik-baik saja? Apakah Kau tidak terluka?" Tanya Kang Dae dengan penuh kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja, aku ingin ke ruangan dulu." Ucap Park Jong Ah dengan nada lemas.


Melihat hal itu Kang Dae makin curiga, ia yakin pasti terjadi sesuatu pada gadis itu semalam. Akhirnya Kang Dae menghubungi Yo Ri dan Edward untuk membahas kondisi Park Jong Ah saat ini.


"Ya, dia sudah kembali. Tapi dari wajahnya sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja sekarang." Ucap Kang Dae pada kedua orang itu dari sambungan telpon.


"OK, akan ku usahakan."


Kang Dae kemudian mengakhiri panggilan dan menyusul Park Jong Ah ke ruangannya. Di sana ia melihat Park Jong Ah yang tengah melamun sambil menatap layar laptopnya.


BERSAMBUNG....


**Seru gak???


Kalau kurang seru, ayo kita seru seruan di episode selanjutnya...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya...**


__ADS_2