
Park Jong Ah dan Lee Min Im tiba di rumah sakit yang kini telah resmi menjadi miliknya. Mereka menemui Dokter kandungan untuk memeriksa kondisi janin Park Jong Ah yang sudah menginjak tiga bulan. Sepanjang koridor menuju ruangan tempat Park Jong Ah memeriksakan diri, ia mendapati banyak pasang mata yang menatapnya dengan beragam makna. Park Jong Ah tau, itu semua pasti disebabkan oleh bergantinya kepemilikan rumah sakit atas namanya. Park Jong Ah menoleh kerah Lee Min Im yang nampak acuh akan hal itu, berbeda dengan dirinya saat ini yang begitu risih akan tatapan orang-orang.
"Selamat datang Presdir Lee, Direktur Park." Sambut sang Dokter Obgyn pada Park Jong Ah dan Lee Min Im di depan pintu ruangannya. Park Jong Ah yang masih merasa baru akan panggilan yang diterimanya ini, masih amatlah canggung. Ia hanya mengangguk dan tersenyum lalu langsung membaringkan tubuhnya ke atas brankar. Dokter yang melihat Park Jong Ah telah berbaring pun tak bertanya apapun lagi. Ia langsung mengambil alat transducer dan mengoleskan sebuah jelas pada perut Park Jong Ah yang masih rata.
"Bayi Anda kelihatannya sudah makin sehat. Semuanya baik, detak jantungnya juga terdengar jelas dan dari ukurannya, nampaknya Direktur Park telah berhasil memperbaiki pola makan."
Park Jong Ah dan Lee Min Im melihat ke dalam monitor, di sana nampak calon bayi mereka yang masih belum berbentuk. Kehidupan yang kini menempel dan bergantung pada Park Jong Ah tumbuh jauh lebih besar dari waktu terakhir kali mereka melihatnya.
Lee Min Im amat takjub akan apa yang ia lihat saat ini. Meskipun buah cintanya bersama Park Jong Ah itu masih belum benar-benar terbentuk, tapi ia telah amat menyayangi dan menantikan kelahiran bayi itu. Bahkan instingnya sebagai seorang Ayah perlahan telah mulai tumbuh. Terbukti dari perhatian yang ia berikan pada Park Jong Ah setiap kali memberikan susu dan vitamin pada wanita itu tepat waktu.
Usai puas melihat janin mereka, Park Jong Ah kini melakukan beberapa prosedur kesehatan seperti melakukan vaksin tetanus, menimbang berat badan dan banyak lagi. Dengan sabar Lee Min Im menemani Park Jong Ah melakukan hal itu hingga akhirnya pun selesai.
Keduanya keluar dari ruangan itu, Park Jong Ah yang merasa rindu pada pekerjaannya berhenti sebentar di depan pintu ruangan miliknya. Wanita itu ingin membuka ruangan itu saat sebuah suara menghentikan gerakan tangan Park Jong Ah.
"Selamat pagi Dokter Park, atau harus ku sebut Direktur Park?" Pertanyaan itu berasal dari seorang wanita cantik yang sebaya dengan Park Jong Ah. Dengan senyum cerah yang menampakkan kedua lesung pipinya, Park Jong Ah memeluk wanita yang menyapanya barusan.
"Yo Ri, apa yang kau lakukan di sini? Tunggu dulu, seragam ini? Kau bekerja di rumah sakit ini?"
"Bukankah kau pemilik rumah sakit ini? Bagaimana kau tidak tau adanya pertukaran Dokter-Dokter terbaik dari beberapa rumah sakit untuk menjalin kerjasama?"
"Benarkah? Aku tidak tau akan hal itu, kau tau, aku bahkan sudah sangat lama tidak datang ke rumah sakit ini." Ucap Park Jong Ah sambil menatap kesal pada Lee Min Im di sebelahnya. Sedangkan orang yang ditatap tetap acuh tak acuh seakan tak bersalah.
__ADS_1
"Dan kau adalah salah satu Dokter yang di tugaskan di rumah sakit ini?" Tanya Park Jong Ah lagi masih belum percaya.
"Yup! Untuk beberapa minggu kedepan aku akan berada di rumah sakit ini."
"Apakah kau ada waktu luang? Aku ingin berbincang denganmu tentang beberapa hal."
"Maaf sekali Direktur Park, aku adalah Dokter yang sibuk. Banyak sekali pasien yang masih harus aku tangani, dan aku pun bukan istri dari pria kaya, jadi gajah kecilku amatlah berarti." Tutur Yo Ri mengejek Park Jong Ah dengan wajah memelas.
"Kau!" Park Jong Ah yang geram akan ucapan sahabatnya itu langsung menarik telinga Yo Ri hingga wanita itu mengaduh kesakitan.
"A..a..a...! Ampun, kau ingin membuat telingaku lepas?! Aku tau kau adalah istri orang kaya sekarang, tapi telinga hasil operasi plastik tidaklah sebaik yang aslinya." Cecer Yo Ri lagi setelah Park Jong Ah melepaskan telinganya. Dengan tawa puas dan menyilangkan tangan ke depan dadanya, Park Jong Ah menatap Yo Ri.
"Itulah akibatnya kau suka menggoda ku."
"Hei, kau-"
"Aku tidak pernah menyesal karena telah menikah dengannya. Justru dialah yang membuat hari-hariku kian berarti." Potong Lee Min Im sambil merenggut mesra pinggang sang istri. Kini Park Jong Ah tersenyum puas akan jawaban yang diberikan oleh Lee Min Im.
"Ah kalian memang pasangan sejati," Belum selesai Yo Ri berbicara, seorang suster menghampirinya dan memintanya untuk segera menemui pasien di ruangannya.
"Maaf Dokter Yo Ri, pasien atas nama Song Geol telah menunggu Anda."
__ADS_1
"Kau dengar bukan? Kalau begitu aku pergi dulu, selamat tinggal Direktur Park, Presdir Lee."
Ucapan Yo Ri barusan membuat suster tadi menatap wajah Park Jong Ah lekat.
'Direktur Park? Bukankah dia dulunya salah seorang Dokter di rumah sakit ini? Dokter Park, Park Jong Ah? Jadi, jadi dia adalah wanita yang dicintai Dokter Kang?' Batin Ah In bergumam.
"Baiklah, selamat bertugas Dokter Yo Ri." Ucap Lee Min Im dan melangkah pergi bersama dengan istrinya.
'Bila dia itu adalah Dokter Park, jangan-jangan pria di sisinya tadi adalah Lee Min Im. Sang dewa bisnis yang sudah membeli rumah sakit ini dalam semalam dan memberikannya pada Dokter Park?'
"Hei, apa yang kau lihat?" Tanya Yo Ri yang membuat Ah In tersentak dari lamunannya.
BERSAMBUNG....
☆☆☆halo readers...
tekan like dan jadikan favorit biar bisa dapat notifikasi bila ada bab baru...
jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...
dijamin ga kalah seru deh!
__ADS_1
judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cinta☆☆☆