ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
KEKUATAN SANG WAKTU


__ADS_3

Di dalam kamar, Park Jong Ah yang di temani sahabatnya Yo Ri tengah menangisi kisah percintaannya.


Waktu memanglah pemegang kendali dalam setiap langkah manusia. Dalam setiap kehidupan yang di jalani oleh makhluk hidup, waktu adalah penentu keputusan yang mutlak.


Bahkan, manusia yang memiliki kecerdasan di atas mahluk lain pun tidak dapat menentang bila sang waktu telah berbicara.


Begitulah yang dialami olegPark Jong Ah kini. Walaupun ia telah kembali ke masa lalu dan memperbaiki masa depannya namun, waktu tetap saja mempermainkan kisah cintanya.


Membawanya lagi-lagi bertemu dengan pria yang tidak pernah percaya dengan apa itu cinta. Bertemu dengan laki-laki yang hanya mementingkan pemikirannya sendiri dan tidak memperdulikan hati pasangan hidup mereka.


Dulu waktu membawanya bertemu dengan Kim Nam Jun. Teman semasa SMA, yang kemudian menjadi pasangan hidup selama sepuluh tahun namun, bercerai akibat perselingkuhan.


Dan kini, waktu mempertemukannya dengan laki-laki tampan lain yang juga kembali menyakitinya.


Bahkan rasa sakit yang di berikan oleh orang ke dua lebih sakit dari orang pertama yang mengisi hatinya terlebih dahulu.


"Sudahlah Park, mungkin dia memanglah bukan jodoh yang tepat untukmu." Ucap Yo Ri yang tidak tega melihat sahabatnya kembali terpuruk seperti lima tahun lalu dengan laki-laki yang sama.


Park Jong Ah ingin sekali menghentikan deraian air mata yang membanjiri pipinya. Namun, rasa sakit dari dalam hatinyalah yang terus mendesak bulir bening itu berjatuhan.


"Yo Ri, bisakah kau membawakan beberapa botol bir kemari? Aku ingin menikmati malam ini dan melupakan sesaat hal yang terjadi barusan."


Yo Ri mengangguk dan bangkit menuju dapur, ia mengambil beberapa botol bir kaleng dan memberikannya pada Park Jong Ah.


Dalam sekali tenggak Park Jong Ah telah menghabiskan satu botol bir yang memiliki kadar alkohol lumayan tinggi tersebut.


Gadis manis yang tengah patah hati itu pun terus menikmati bir yang dibawakan oleh Yo Ri. Bersama dengan sahabat karibnya itu, Park Jong Ah menghabiskan hampir sepuluh botol bir.


Dan benar saja, alkohol itu mampu mengurangi sedikit rasa sakit yang ******* di dalam hatinya.


"Ah...! Bir ini memang sangat nikmat. Hiks!"


"Cukup Park, kau sudah mulai mabuk. Sekarang lebih baik kita tidur, aku harus kembali ke London besok karena cutiku telah habis."


"Kau juga akan meninggalkanku Yo Ri?" Park Jong Ah kemudian tersenyum miring dan melanjutkan ucapannya "Baguslah! Lebih baik aku srndiri, setidaknya aku tidak akan sakit karena terlalu berharap pada kalian."

__ADS_1


"Maaf Park, bukan aku yang ingin meninggalkanmu. Tapi ini adalah panggilan tugas untuk profesi kita." Jelas Yo Ri yang takut Park Jong Ah kecewa padanya.


"Ya, ya... kau benar! Dan akulah yang salah. Aku salah karena telah berharap berlebihan pada seseorang."


Yo Ri menghela nafas berat, ia tau Park Jong Ah saat ini sedang meracau akibat alkohol yang di minimumnya.


Jadi, Yo Ri hanya membiarkan Park Jong Ah mengucapkan semua yang ada di dalam benaknya. Mungkin itu bisa meringankan sedikit beban dalam hati gadis muda itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamar lain, Edward berasa tunangannya tengah duduk bersama dan membahas mengenai kemunculannya bersama pria yang bernama Lee Min Im tadi.


Gadis muda itu pun menceritakan awal pertemuannya dengan Lee Min Im dan tujuannya mengajak pria itu datang ke pesta barbeque mereka.


"Aku sungguh tidak menduga bila semuanya akan kacau seperti tadi. Maaf bila kedatanganku mengacaukan semuanya." Lirih Sarrah dengan wajah sendunya.


"Hey, tak apa. Tapi aku harap lain kali kau memberitahukan padaku lebih dulu bila kau ingin mengikuti acara yang aku selenggarakan. Sebab, aku tidak ingin kejadian semacam ini terulang kembali."


"Ia, aku berjanji,"


"Sekarang kau istirahatlah! Aku ingin mencari udara segar dulu di luar."


Sementara Edward keluar dari dalam kamar dan melihat Kang Dae tengah duduk meminum beberapa botol kaleng bir.


Edward berjalan mendekat dan mengambil sebotol bir dan ikut menenggaknya.


"Kau menyukai Park Jong Ah?"


"Ya, dua adalah gadis teraniaya yang pernah ku temui." Jawab Kang Dae jujur.


Edward sebenarnya sedikit tidak nyaman atas pengakuan Kang Dae, namun ia juga tidak dapat mencegah perasaan seseorang untuk menyukai gadis impiannya.


Di tambah kagi, gadis itu telah menolaknya secara langsung. Edward pun kini telah memiliki seorang wanita yang telah menjadi tunangannya.


"Kalau begitu berjuanglah untuk mendapatkan hati gadis itu. Karena ku rasa pria yang bernama Lee Min Im itu telah menguasai seluruh tempat sensitif itu."

__ADS_1


Kang Dae mengangguk dan tersenyum, dia tu dengan sangat jelas. Dia juga dapat melihat betapa Park Jong Ah mencintai Lee Min Im.


Itu semua terlihat jelas dari sorot mata Park Jong Ah saat melihat wajah Lee Min Im tadi.


Tak lama Yo Ri pun keluar dengan wajah kusutnya, gadis muda itu ikut mendudukkan bokongnya di sisi jeda lelaki berpapasan tampan itu.


"Bagaimana Park Jong Ah? Apakah dia sudah tertidur?" Tanya Kang Dae.


"Em, ya. Dia minum begitu banyak bir, mungkin besok dua tidak akan sempat mengantarkanku ke bandara."


"Tenanglah! Masih ada kami. Biarkan dia mengistirahatkan dirinya dulu."


Yo Ri mengangguk setuju atas ucapan Kang Dae, raut wajahnya nampak sangat sedih.


Bukan karena Park Jong Ah yang tidak dapat mengantarkannya ke bandara besok, melainkan pernyataan cinta Kang Dae yang dia dengar barusan.


Ya, Yo Ri mendengar semua percakapan di antara Kang Dae dan Edward. Bagaimana laki-laki itu dapat jatuh cinta pada sahabatnya Park Jong Ah, dan segalanya.


Dan sama seperti Edward, Yo Ri pun tidak dapat mencegah orang lain untuk memiliki rasa pada seseorang seseorang walaupun ia sangat menyukai orang itu.


Yo Ri hanya dapat menelan pil pahit itu dengan senyum getir yang terukir di wajah cantiknya.


Tujuannya kembali ke tanah air adalah untuk menyatakan perasaan yang sudah di pendamnya selama kuliah untuk Kang Dae.


Namun, sepertinya itu semua harus kembali di kuburnya dalam-dalam. Ia tidak ingin memperlakukan dirinya sendiri, sebab hati laki-laki itu telah di berikan untuk sahabatnya sendiri.


Yo Ri menikmati malam terakhir kebersaannya bersama sang pujaan hati. Dan cukup menikmati wajah tampan laki-laki itu dalam diam saja.


Biarlah semua rasa yang ada di dalam hatinya menjadi sebuah angan dan terbang bersamaan hembusan angin malam ini.


BERSAMBUNG....


...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN BELAKA!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN LAINNYA ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA**....

__ADS_1


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote


Jangan lupa untuk menjadikan cerita ini sebagai favorit kalian ya...


__ADS_2