
"Malam ini kita akan mengadakan barbeque, jadi tolong Aku untuk mempersiapkan semuanya!" Ucap Edward yang menyambut kedatangan dua gadis cantik itu.
Yo Ri dan Park Jong Ah mengangguk setuju sengal senyum manis di wajah mereka. Saat tiba di dalam bungalow Kang Dae nampak tengah sibuk dengan daging dan beberapa sosis di tangannya.
Yo Ri dan Park Jong Ah pun kemudian membantu pria tampan itu untuk menyiapkan bumbu serta bahan lain yang akan di butuhkan.
Park Jong Ah dan Yo Ri bertugas untuk menyiapkan bumbu yang akan di gunakan untuk barbecue nanti. Sedangkan Kang Dae dan Edward menyiapkan tempat di pinggiran pantai.
Mereka sengaja memilih lokasi itu, dengan tujuan agar Park Jong Ah dapat melupakan sejenak masalahnya.
Semua persiapan di pinggir pantai telah di selesaikan oleh dua pria tampan itu. Kini Edward dan Kang Dae menyusul para gadis ke dapur untuk memberikan bantuan.
"Apakah semuanya sudah siap?" Suara dari Kang Dae membuat Yo Ri dan Park Jong Ah menoleh.
"Ya, bisa kau tolong kami membawanya ke luar?" Pinta Park Jong Ah pada dua laki-laki itu.
Ke empat muda-mudi itu lalu membawa semua bahan yang akan di gunakan untuk pesta barbeque malam ini.
Saat semuanya hampir beres, tiba-tiba saja Yo Ri tersandung kakinya sendiri dan menumpahkan saus ke baju Park Jong Ah.
"Oh, astaga! Maafkan aku Park, aku sungguh tidak sengaja."
"Haish kau ini! Aku tidak membawa baju ganti!" Ucap Park Jong Ah dengan kesal.
Dengan wajah bersalah Yo Ri menangkupkan kedua telapak tangannya sembari minta maaf. Gadis itu juga memasang pupy eye's untuk meluluhkan hati Park Jong Ah.
Dan tentu saja itu berhasil, Park Jong Ah tak lagi menggerutu. Melihat baju Park Jong Ah yang kotor akibat saus, Edward pun melepaskan kemeja yang di kenalannya dan menyerahkannya pada Park Jong Ah.
"Pakai ini saja,"
Park Jong Ah menatap ke arah tangan yang memberikan kemeja untuknya. Ternyata Edward masih mengenakan baju kaos, jadi Park Jong Ah langsung mengambil kemeja itu dan membawanya masuk.
__ADS_1
Kang Dae sebenarnya juga ingin memberikan kemeja yang di kenaikannya pada Park Jong Ah, namun Edward lebih dulu mendahuluinya Jadi, dua mengurungkan niatnya dan berpura-pura sibuk dengan menata meja.
Tak lama Park Jong Ah pun keluar, tubuh mungilnya tertutupi oleh kemeja besar milik Edward yang memang memiliki tinggi tubuh 196 cm. Sedangkan Park Jong Ah sendiri hanya 155 cm, perbedaan tinggi yang sangat signifikan bukan?
Kehadiran Park Jong Ah dengan mengenakan kemeja terlihat sangat seksi di mata Kang Dae. Itu membuat hidung Kang Dae hampir saja mimisan.
Berbgai macam pikiran kotor pun bermunculan di otaknya. Ia buru-buru memalingkan wajahnya dan menyongkirkan semua pikiran tak senonoh itu.
"Wah, kau seperti manusia cebol saat menggunakan kemeja milik Edward." Ledek Yo Ri sambil tertawa terbahak-bahak dan memerangi perutnya.
"Cih, kau masih bisa menertawakanku? Bukankah ini semua karenamu yang ceroboh?"
"Ya, ya... Dokter Park,jangan marah lagi."
Edward tiba dengan sekantong plastik bir di tangannya dan meletakkan itu semua di atas meja.
Ketika ia memalingkan wajahnya pandangan lelaki itu tertuju pada Park Jong Ah. Dan seperti yang terjadi padaKang Daebarusan, itu pun terjadi padanya.
Park Jong Ah nampak sangat seksi saat mengenakan kemeja miliknya. Dan pikiran laki-laki itu tentu saja langsung traveling dengan banyak gambaran mereka di atas ranjang.
Hal itu membuat Edward sedikit tersentak dan tersadar dari lamunannya. Ya, walaupun Edward telah memiliki tunangan, tapi di dalam hatinya ia masih menyimpan rasa untuk Park Jong Ah.
...----------------...
Ketika Lee Min Im dan dua sahabatnya tengah berbincang mengenai masalahnya bersama Park Jong Ah, pintu ruangannya di ketuk seseorang dari luar.
"Permisi Presdir, kita harus segera bertemu klien dari Perusahaan KOF." Ucap sekretaris baru Lee Min Im, Baek Song.
"Ok, kita bicarakan masalah ini lain kali. Carilah waktu untuk kembali berbicara dengan gadis itu dan selesaikan kesalahpahaman di antara kalian." Ucap Song Hye Gun dan berlalu pergi bersama Seo Khiu.
Lee Min Im pun bangkit dan mengikuti sekretaris barunya itu menuju mobil. Sesampainya mereka di tempat meeting, Lee Min Im langsung membahas mengenai kerja sama bisnis yang akan mereka lakukan bersama.
__ADS_1
"Kami akan memastikan bahan terbaik dalam pembuatan bangunan dan dengan biaya yang pasti akan jauh lebih rendah namun juga, kualitas bahan yang bermutu. Bagaimana menurut Anda Presdir Lee?"
"Baiklah saya akan menyerahkan proyek ini pada Anda Tuan Goong Nam."
Setelah menyepakati kerjasama dari kedua belah pihak, Lee Min Im dan perwakilan dari perusahaan KOF saling berjabat tangan.
Pria paruh baya itu kemudian membungkuk dan memberi hormat pada Lee Min Im dan meninggalkan pria muda itu.
"Setelah ini apakah aku masih memiliki jadwal temu lain?" Tanya Lee Min Im pada sekretaris barunya itu.
"Kita masih harus bertemu dngan seorang utusan dari Malaysia dan kembali ke perusahaan untuk kembali rapat dengan para anggota kepala divisi."
Lee Min Im mengangguk dan membuka pintu, baru saja dia melangkahkan kakinya ke luar, seorang gadis muda menabraknya dan menumpahkan sebetulnya air ke jas yang di kenalannya.
"Ya Tuhan, maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak sengaja." Ucap gadis itu dan membantu membersihkan jas dengan tisu. (Dalam bahasa Inggris)
Lee Min Im menatap wajah gadis yng menabraknya. Gadis itu nampaknya bukanlah orang Korea, melainkan seorang turis dari negara lain. Jadi Lee Min Im tidak ingin memperdulikan hal itu dan ingin segera berlalu pergi.
"Tuan, bagaimana jika aku mengundangmu untuk bertemu dengan tunanganku. Kebetulan dia dan teman-temannya sedang ada di pantai ini dan mengadakan pesta barbeque. Anggap saja ini adalah sebuah permintaan maaf dariku. Pliss..." (Dalam bahasa Inggris)
Gadis muda itu sangat berharap Lee Min Im bisa menerima undangannya. Sebab, benar-benar merasa bersalah pada lelaki berwajah tampan itu.
"Bukan masalah, tapi aaf tapi saya sedang terburu-buru. Mungkin lain waktu saya akan menerima tawaran dari Nona." Tolak Lee Min Im dengan nada dingin. (Dalam bahasa Inggris)
"Saya mohon, sebentar saja..." Pinta gadis itu lagi dengan nada memelas yang membuat Lee Min Im kinibtak bisa menolak ajakannya lagi.
Akhirnya Lee Min Im pun mengikuti gadis itu dan tiba di sbuah bungalow besar pinggir pantai. Dan dari kejauhan terlihat beberapa orang yang tengah memanggang sambil menikmati indahnya suasana pantai malam ini.
BERSAMBUNG.....
......**CERITA INI HANYALAH KARANGAN SEMATA!......
__ADS_1
...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN KEJADIAN ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA**....
MOHON DUKUNGAN KALIAN DENGAN MEMBERIKAN LIKE, KOMEN DAN VOTE. KALAU BISA JADIKAN FAVORITNYA YA...