
Saat Lee Min Im telah mendapatkan beberapa gambar Park Jong Ah yang tertidur, gadis itu pun terbangun. Mata cantiknya perlahan terbuka, memperlihatkan netra hitam pekat yang indah.
"Oh, apakah aku tertidur? Maaf sudah merepotkanmu."
Lee Min Im tersenyum pada Park Jong Ah, wajah bantal gadis itu nampak sangat menggemaskan di matanya.
"Tak apa, lagi pula kita baru saja tiba. Aku awalnya ingin membiarkanmu tidur lebih lama, tapi ternyata kamu sudah bangun lebih dulu."
"Kalau begitu, aku akan turun. Terimakasih Lee."
Usai berkata demikian Park Jong Ah pun turun dari mobil Lee Min Im, gadis itu kemudian melambaikan tangan sambil berlari masuk kedalam rumahnya. Mobil Lee Min Im kini telah meninggalkan rumah Park Jong Ah.
Sedangkan di dalam rumah, wanita tua yang telah berubah kembali menjadi gadis muda itu kini, tengah merasakan sesuatu yang mekar di dalam hatinya. Rasa yang begitu familiar dalam memori ingatannya itu, sama persis seperti yang dia rasakan pada Kim Nam Jun dulu.
Park Jong Ah memegangi dadanya sambil tersenyum, gadis itu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Ingin rasanya Park Jong Ah berteriak saking senangnya namun, ia urungkan karena takut akan mengganggu orang rumah.
"Aku pulang!" Ucapnya sambil melepaskan sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah. Park Jong Ah memasuki ruang tengah dan mendapati kedua orang tuanya sedang menikmati acara di televisi bersama.
Itu memang kebiasaan mereka sebelum saatnya tidur. Ayah dan Ibu Park Jong Ah adalah contoh cinta sejati bagi gadis itu. Park Jong Ah dulu berharap bila suatu saat nanti, ia akan hidup bahagia dan menua bersama Kim Nam Jun. Sebelum kejadian menyedihkan itu terjadi di malam ulang tahun pernikahan mereka.
Tidak ingin larut lebih jauh, Park Jong Ah melangkah dan mendekati kedua orang tuanya. Dan dengan manjanya, gadis remaja itu merebahkan diri kepangkuan sang Ibu.
"Bagaimana perjalananmu hari ini? Apakah menyenangkan?" Tanya sang ibu, sambil membelai lembut surai panjang putrinya.
"Sangat menyenangkan, kau tau Bu, Lee itu adalah orang yang baik. Dia bahkan mengantarkanku ke wahana roller coaster, yang sejak dulu ingin kudatangi. Dan juga kami memasuki rumah hantu."
"Kau memasukinya? Kau sungguh masuk kedalam sana?" Tanya sang ayah tidak percaya.
__ADS_1
"Ya," belum selesai Park Jong Ah berbicara,sang ayah kembali memotong ucapannya. "Dan dia melihat semua kebodohanmu?"
Park Jong Ah merasa seakan ayahnya saat ini sedang benar-benar meremehkan dirinya. Park Jong Ah lupa, bagaimana bodohnya dirinya saat memasuki wahana rumah hantu di kehidupannya yang lalu.
ParkJong Ah bangkit dan mendudukan dirinya sambil menatap tajam kearah sang Ayah.
"Kenapa?! Kenapa Ayah berkata seperti itu? Apakah Ayah pikir putrimu ini adalah seorang pengecut?"
"Ti..tidak, hanya saja kau selalu menolak memasuki wahana itu saat Adikmu mengajak. Dan karena Park Nam Jong sangat memaksa, akhirnya kau menuruti keinginannya. Tapi belum apa-apa, kau sudah menangis histeris sambil meronta ingin segera keluar."
Penuturan sang Ayah yang menceritakan tentang dirinya di masa lalu, membuat Park Jong Ah kembali mengingatnya. Dia mengedip-ngedipkan mata, gadis itu lalu tertunduk malu dan menyembunyikan wajah tomatnya pada perut sang ibu.
'Aish, bagaimana aku bisa melupakan kebodohanku dulu? Sangat memalukan' batin Park Jong Ah. Sang Ayah yang melihat tingkah putri sulungnya seperti itu, justru makin ingin menggodanya.
"Apa? Apa kini kau sudah ingat kebodohanmu? Aku yakin bila kau masih bertingkah seperti itu tadi, Lee Min Im pasti menganggapmu aneh sekarang."
Plak..!
Nyonya Park memberikan satu pukulan di bahu sang suami. Wanita paruh baya itu juga memelototi sang suami, yang mengusap bahunya akibat pukulan yang dilakukannya tadi.
"Kau ini, putrimu itu sedang jatuh cinta. Tapi kau malah merusak modnya, sekarang lihat apa yang sudah kau lakukan." Ucap Nyonya Park, pada suaminya.
Di kamarnya, Park Jong Ah menghubungi Lee Min Im. Ia ingin menanyakan perihal kejadian di wahana tadi, apakah benar bila hal itu membuatnya terlihat aneh di mata Lee Min Im.
"Ya?"
"Em Lee, bisakah kita bicara sebentar ada hal yang ingin ku tanyakan padamu."
__ADS_1
"Oh begitukah? Hal apa?"
"Apakah kau berfikir kalau aku ini adalah orang yang aneh?"
"Kenapa kau menanyakan hal ini?"
"Em, tolong jawab saja."
Untuk sesaat tidak ada jawaban dari Lee Min Im, membuat gadis itu berpikir bila yang diucapkan oleh Ayahnya tadi adalah benar. Namun, ucapan pria itu bukan hanya menghilangkan pikiran negatif dari otak Park Jong Ah. Tapi juga membuat dadanya bergemuruh, seperti ada ratusan kembang api yang sedang meledak di sana.
"Di mataku, Park Jong Ah selalu terlihat manis, entah dalam ekspresi seperti apa pun itu. Karna aku menyukaimu."
Kini giliran keterdiaman yang dilakukan oleh Park Jong Ah yang membuat Lee Min Im berpikiran negatif. Ia mengira, Park Jong Ah marah padanya atas apa yang diucapkannya barusan. Ia pun berinisiatif untuk meminta maaf dan menyuruh gadis manis itu untuk melupakan apa yang sudah ia katakan barusan lalu mengakhiri panggilan.
Hingga panggilan berakhir Park Jong Ah baru tersadar dari keterkejutannya. Gadis itu kini meloncat-loncat kegirangan, sambil membungkam mulutnya agar tidak berteriak.
Park Jong Ah malam ini sungguh gembira, ia tidak menyangka bila Lee Min Im juga memiliki rasa yang sama untuknya. Setelah menjalani masa tua sendirian selama 48 tahun, akhirnya kini Park Jong Ah bisa kembali merasakan jatuh cinta pada seseorang.
'Tuhan, kau benar-benar baik padaku. Terimakasih Tuhan, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua kali ini' batin Park Jong Ah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di tempat lain, Lee Min Im sedang gelisah. Ia masih mengira Park Jong Ah marah padanya. Sambil berjalan mondar mandir, dia mencari solusi agar gadis itu masih tetap mau berbicara dengannya di kemudian hari.
"Haish, apa yang sudah ku katakan tadi? Tentu saja dia sangat terkejut, bahkan mungkin juga dia kini sangat marah padaku." Ucap Lee Min Im pada dirinya sendiri. Ia lalu menatap cermin dikamarnya dan kembali berkata "Dasar bodoh! Bodoh! Bodoh! Apa yang harus aku lakukan sekarang, bila memang benar Park Jong Ah marah besar padaku."
BERSAMBUNG....
__ADS_1
***Hem....maaf sekali lagi ya reader's, aku lama gak up. Ada banyak hal yang harus aku selesaikan dulu. Aku mohon dukungan kalian, agar urusanku cepat selesai dan aku bisa lancar lagi buat nyambung karyaku🙏🙏***