
Tak terasa seminggu masa ujian telah berlalu, Park Jong Ah kini tinggal menunggu hasil ujian keluar. Kejadian di perpustakaan waktu itu membuat hubungan antara dia dan Lee Min Im semakin dekat. Hari ini mereka pergi ke taman hiburan bersama empat temannya yang lain.
Mereka berencana memasuki wahana yang tersedia di sana satu persatu. Di mulai dengan menaiki roller coaster, Lee Min Im dan Park Jong Ah dudk bersebelahan. Saat roller coaster mulai bergerak Lee Min Im menggenggam erat lengan Park Jong Ah, lengan lelaki itu sangat terasa dingin.
'Apakah dia takut?' Batin Park Jong Ah sambil menatap wajah pucat Lee Min Im.
"Kau takut?"
"Ti..tidak! A..aku sudah sering naik wahana ini, jadi mana mungkin aku masih takut. Kalau kau takut peganglah tanganku!"
Sebenarnya ini baru kali kedua Lee Min Im menaiki wahana roller coaster. Terakhir kali ia menaikinya dulu saat masih duduk di bangku SMP kelas tiga bersama teman-temannya dan mengalami trauma hingga kini. Namun, melihat betapa antusiasnya Park Jong Ah yang ingin menaiki wahana itu membuatnya terpaksa mengikuti.
"Apakah kau pernah naik wahana ini sebelumnya?"
Park Jong Ah menggeleng, ini untuk kali pertama ia meniki wahana itu. Dulu ia ingin menaikinya sewaktu pergi bersama Ayah, Ibu dan juga Adiknya namun, dilarang oleh kedua orang tuanya. Itulah mengapa saat teman-teman Lee Min Im mengajaknya untuk menaiki wahana itu Park Jong Ah sangat bersemangat.
Lee Min Im terkejut akan gelengan yang didapatinya dari Park Jong Ah. Ia tahu betul betapa menyeramkannya wahana roller coaster ini. Lee Min Im takut bila Park Jong Ah akan merasa sangat ketakutan seperti dirinya dulu. Jadi dia ingin mengajak gadis itu segera turun, sayangnya belum sempat ia bangkit dari duduknya roda roller coaster mulai bergerak cepat.
"Aaaaaaaaaaa...!"
Terdengar teriakan dari semua orang yang menaiki roller coaster. Benda itu membawa mereka naik, turun dan berputar. Genggaman Lee Min In pada lengan Park Jong Ah makin erat hingga membuat gadis itu meringis.
"Ssst, ah!" Ucapnya merasakan sakit pada jemarinya dan sepontan menolehkan pandangan pada Lee Min Im yang terlihat amat ketakutan. Air mata dan suara lelaki itu yang parau membuat Park Jong Ah terkekeh geli.
'Cih, bukannya dia mengatakan sudah sering menaiki wahana ini? Lalu apa sekarang? Dia ketakutan sampai menangis seperti itu' batin Park Jong Ah.
Roller coaster akhirnya berhenti,Lee Min Im segera mencari tempat untuknya mengeluarkan isi perut yang sejak tadi sudahbergejolak. Tak memperdulikan lagi bagai mana Park Jong Ah akan menilainya nanti.
Melihat Lee Min Im lari terburu-buru, Park Jong Ah langsung mengikutinya. Bahkan gadis itu mengikuti Lee Min Im hingga ke dalam toilet pria. Untung saja saat itu keadaan toilet sedang kosong jadi tidak akan ada yang memperdulikannya.
Terdengar suara muntahan dari dalam toilet dengan cepat Park Jong Ah masuk dan membantu memijat tengkuk Lee Min Im. Lelaki itu nampak sangat lemas saat usai mengeluarkan isi perutnya.
__ADS_1
"Minumlah!" Ucap Park Jong Ah sambil mengulurkan air mineral pada Lee Min Im. Lelaki itupun menyambutnya dan segera menenggak air di dalamnya.
Plak..! satu tamparan bersarang di kepala Lee Min Im. Lelaki itu mendongak menatap Park Jong Ah sambil mengusap kepalanya yang terasa agak panas.
"Bodoh! Kenpa kamu mengikuti kami bila sudah tau akan begini?! Kau ini."
"A..ku...aku...aku hanya tidak ingin kamu kecewa," gumam Lee Min Im lirih namun masih bisa terdengar oleh Park Jong Ah.
"Konyol! Mana mungkin hanya karena kamu tidak ikut naik roller coaster lalu aku akan kecewa. Kau justru membuatku merasa bersalah saat ini." Ucap Park Jong Ah sambil menundukkan kepalanya. Lee Min Im yang melihat itu menjadi merasa bersalah.
"Maafkan aku, aku semestinya tidak kekanak kanakan."
Kedua orang itu lalu memutuskan untuk keluar dari dalam toilet, sayangnya kondisi toilet saat ini sedang penuh. Lee Min Im yang lebih dulu keluar segera kembali masuk dan melepas jaketnya untuk menutupi wajah Park Jong Ah. Park Jong Ah yang tidak mengerti mengapa Lee Min Im melakukan itu hanya bisa terdiam.
"Diluar ada banyak orang sebaiknya kita berjalan cepat dan jangan kamu buka jaket ini sampai aku sendiri yang melepasnya." Ucap Lee Min Im yang di angguki oleh Park Jong Ah.
Dengan menggenggam jemari Park Jong Ah, Lee Min Im menuntunnya keluar hingga menjauh dari toilet. Saat merasa sudah cukup jauh Lee Min Im baru melepaskan jaket yang menutupi seluruh wajah Park Jong Ah, menampilkan wajah dan mata cantik yang semula terpejam.
Degh..!
Jantung Lee Min Im kembali berdetak kuat kala memandang wajah Park Jong Ah dari jarak yang cukup dekat. Seperti terkena hipnotis, Lee Min Im bahkan tidak mampu untuk mengedipkan matanya.
"Hei...! Kamu sudah membaik?" pertanyaan yang di barengi dengan pukulan dari slah satu teman Lee Min Im, membuatnya segera tersadar dari dunia fantasynya.
"Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke rumah hantu? Aku dengar di sana sedang diadakan lomba. Dan akan mendapatkan hadiah istimewa bagi orang pertama yang keluar dari dalam sana."
"Benarkah? Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu?"
Dengan penuh semangat semua orang menuju ke dalam sana. Dalam wahana rumah hantu itu ada tiga lorong,satu lorong di bagian kiri, satu lagi dibagian kanan dan satu lagi dibagian tengah. Jadi mereka berenam memutuskan untuk memasuki setiap lorong dengan pasangan masing-masing.
Park Jong Ah bersama dengan Lee Min Im memasuki lorong bagian tengah. Saat keduanya berda di persimpangan, tiba-tiba tubuh tak berkepala muncul dan mengejutkan mereka. Park Jong Ah yang terkejut langsung memeluk Lee Min Im dengan erat.
__ADS_1
Mendapati pelukan dari Park Jong Ah, tentu saja Lee Min Im sangat bahagia. Ia bahkan memanfaatkan kesempatan itu untuk terus mendapatkan pelukan dari Park Jong Ah. Dan benar saja, tiap kali para hantu itu muncul dengan wajah yang begitu mengerikan, Park Jong Ah akan melompat dan kembali memeluk Lee Min Im.
'Gadis ini, tadi dia yang paling bersemangat untuk masuk ke dalam sini. Ku fikir dia adalah seorang pemberani yang tidak mengenal rasa takut pada apa pun. Ternyata hanyalah seekor kucing berbulu harimau,' batin Lee Min Im kala mendapat terjangan pelukan dari Park Jong Ah.
Tibalah mereka di depan dua pintu dengan dua warna yang berbeda. Satu pintu berwarna hitam legam dengan ukiran tengkorak di tengahnya. Sedangkan satu pintu lagi berwarna merah darah dengan ukiran kepala monster dibagian tengah.
Park Jong Ah dan Lee Min Im memilih memasuki pintu pertama. Rupanya di dalam sana sudah ada dua pasangan yang lebih dulu tiba. Alangkah terkejutnya Park Jong Ah melihat Kim Nam Jun juga berada di ruangan itu bersama seorang wanita yang nampak tidak asing.
Kim Nam Jun tersenyum lebar kala melihat Par Jong Ah berada di tempat itu. Namun, senyumnya perlahan luntur kala melihat telapak tangan gadis itu bertaut dengan telapak tangan milik pria lain yang tidak asing.
"Ketua Lee, bagaimana bisa kau juga berada di sini bersama Park Jong Ah?"
Pertanyaan yang terdengar aneh dari mulut Kim Nam Jun membuat Park Jong Ah tersenyum sinis.
"Apa masalahnya denganmu? Lagi pula dia dan aku sama-sama belum memiliki pasangan. Jadi kami bebas untuk pergi kemana pun."
Setelah berkata demikian Park Jong Ah makin mendekatkan dirinya pada Lee Min Im. Baru di ingatnya wanita di samping Kim Nam Jun saat ini adalah wanita yang sama dengan orang yang bercinta di tempat tidurnya di kehidupannya yang lalu.
BERSAMBUNG....
***thank you banget buat yang udah mau baca novel karyaku...
maaf kalau masih kurang memuaskan...
mohon di maklumi aja ya,kalo beberapa penulisanku kurang tepat๐ณ
sekedar bocoran,aku bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi jadi beberapa hal yang aku tulis harus aku cari lewat google๐
aku cuman lulusan SD,jadi maaf banget kalau misalnya cerita yang aku buat agak ga nyambung...
untuk kalian yang udah mau dukung karya ku...
__ADS_1
I LOVE YOU ALL...๐๐๐***