
Sepanjang jalan Park Jong Ah selalu menggumamkan kalimat kalimat umpatan untuk Lee Min Im. Gadis itu bahkan terisak sesekali, membuat ketiga orang yang berada dalam satu mobil dengannya ikut merasa ibadah pada gadis manis itu.
"Sebenarnya siapa itu Lee Min Im? Dan mengapa Park Jong Ah selalu menyebutkan namanya?" Tanya Kang Dae pada Yo Ri.
Dia juga berasal dari negara yang sama dengan kedua gadis itu, jadi tentu saja Kang Dae mengerti akan ucapan Park Jong Ah barusan. Saat mabuk orang akan berkata jujur, jadi dia akan mengatakan apapun yang ingin ia katakan namun, tertahan ketika dia masih sadar.
"Lee Min Im adalah kekasih Park Jong Ah ketika masih di Korea. Dia bahkan menolak Edward hanya demi pria itu." Ucap Yo Ri memberikan penjelasan untuk Kang Dae.
"Lalu kenapa Park Jong Ah bisa sampai begini?"
"Park Jong Ah kemarin melihat Lee Min Im bersama wanita lain di sebuah mall. Kebetulan hari itu aku mengajaknya pergi bersama, karena kami sama-sama tidak memiliki mata kuliah kemarin."
"Tapi dia tadi baik-baik saja, kenapa baru sekarang dia menjadi begini?"
Yo Ri pun tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Tingkah Park Jong Ah sangat berbeda saat dia kembali dari toilet.
"Mungkinkah terjadi sesuatu padanya saat di toilet tadi?" Tanya Yo Ri, kemudian.
Karena percakapan keduanya dalam bahasa Inggris, Edward pun dapat memahami percakapan dari kedua orang itu.
"Mungkin, kita bisa melihatnya di rekaman CCTV bar milikku."
Edward lalu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang untuk mengirimkan rekaman CCTV di bar hari ini.
Saat mereka tiba di depan asrama wanita tempat tinggal Park Jong Ah dan Yo Ri tinggal, sebuah pesan masuk ke ponsel Edward.
Di sana terlihat Park Jong Ah yang memasuki toilet, beberapa saat kemudian dia keluar dan bertabrakan dengan seorang pria. Tak lama seorang juga tiba dan pergi bersama pria yang di tabrak oleh Park Jong Ah.
Wajah Park Jong Ah langsung berubah saat melihat kepergian kedua orang itu. Hingga dia kembali ke ruangan tempat mereka berkumpul dan menenggak bir hingga menjadi mabuk seperti ini.
"Apakah itu pria yang bernama Lee Min Im?" Tanya Edward pada Yo Ri.
Yo Ri yang tidak pernah melihat langsung wajah Lee Min Im hanya bisa menggedikkan bahunya. Tapi dia sangat yakin bila pria itu memanglah Lee Min Im.
"Aku rasa begitu, lihat saja ekspresinya yang langsung berubah saat kepergian pria itu." Ucap Kang Dae sambil menunjuk rekaman CCTV di ponsel Edward.
__ADS_1
Kemudian mereka membantu Yo Ri membawa tubuh Park Jong Ah ke dalam kamar dan membaringkannya. Edward dan Kang Dae lalu meninggalkan asrama wanita itu dengan mobil mereka.
Keesokan harinya, Park Jong Ah terbangun sambil memegang kepalanya yang terasa berat dan seakan ingin pecah. Yo Ri tiba dengan semangkuk bubur di tangannya.
"Kau sudah bangun? Aku sudah membuatkan sup ginseng untuk mengurangi rasa sakit di kepalamu."
Gadis itu lalu menyerahkan mangkuk sup itu pada Park Jong Ah dan mendudukkan dirinya di sisi sahabatnya itu.
"Apakah kemarin kau melihat Lee Min Im lagi?"
"Bagaimana kau tau?"
Yo Ri tersenyum dan menjawab "Kami telah melihat rekaman CCTV di toilet saat kau dan seorang pria bertabrakan. Wajahmu langsung berubah saat itu."
"Ya, aku terlihat menyedihkan bukan?" Tanya Park Jong Ah dengan suara bergetar.
Yo Ri lalu memeluk sahabatnya itu dan mengelus bahu Park Jong Ah. Dia tau betapa sakitnya hati sahabatnya itu saat ini. Dia tidak tau harus berbuat apa untuk membantu Park Jong Ah selain memberikan pelukan hangat.
Tiba-tiba saja, Park Jong Ah teringat akan kejadian yang terjadi di kehidupan masa depannya. Lee Min Im adalah pasien yang akan di tangani oleh seniornya Kang Dae, dan meninggal akibat keterlambatan mereka menyadari pembekuan yang ada di kepala pria itu.
...----------------...
Di tempat lain, Lee Min Im juga melampiaskan emosinya dengan banyak menenggak minuman beralkohol. Ia pun merasa kecewa pada kekasihnya yang telah melupakan hubungan mereka.
Bukan hanya Park Jong Ah saja yang sedang hancur saat ini, Lee Min Im pun merasakan hal yang sama. Keduanya sama-sama terjebak dalam kesalah pahaman masing-masing yang membuat sepasang kekasih itu saling berjauhan.
Lee Min Im mengira dialah yang dikhianati, sedangkan Park Jong Ah mengira Lee Min Im lah yang telah menghianatinya. Keadaan Lee Min Im saat ini membuat asisten dan sekretarisnya menjadi kebingungan.
Mereka membawa Lee Min Im kembali ke Korea dengan penerbangan darurat. Sepanjang jalan, Lee Min Im selalu menggumamkan nama Park Jong Ah dan sesekali meracau tentang wanita itu.
Hingga kini pesawat telah mendarat di Negara ginseng, tempat asal Lee Min Im dan orang-orangnya. Asisten dan sekretaris Lee Min Im terpaksa membawa sang Presdir ke kediamannya saat pria itu masih terlelap.
Baru saja Lee Min Im terbangun dari tidur nyenyaknya, Ia membuka mata dan mendapati dirinya telah berada di kamar miliknya. Dia memegang kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.
"Selamat siang Tuan, ini ada sup pereda mabuk yang sudah saya siapkan. Silahkan di minum." Ucap kepala pelayanan yang melihat Lee Min Im yang baru saja bangun.
__ADS_1
Tanpa ada jawaban, pria itu bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Di sana ia membasuh wajah dan menatap ke arah cermin. Teringatnya kembali kejadian di mana Park Jong Ah menerima pernyataan cinta dari seseorang pria asing. Dan semalam, gadis itu sedang pergi bersenang-senang dengan beberapa pria di sebuah bar.
Lee Min Im menampar cermin itu dan keluar dari kamar mandi dengan buku jari di penuhi darah segar yang menetes ke lantai. Kepala pelayan yang melihat itu langsung menghampiri Lee Min Im dengan penuh kekhawatiran.
"Tuan! Apa yang terjadi?"
Lee Min Im tidak menggubris pertanyaan dari kepala pelayanan itu. Dia malah meraih sebotol whisky dari atas meja kemudian menenggaknya hingga tandas.
"Tuan kita harus ke rumah sakit sekarang! Luka pada tangan Tuan harus segera di obati."
"Tinggalkan aku sendiri!"
"Ta..tapi Tuan,"
"Pergi!"
Kepala pelayan itu lalu membungkuk dan meninggalkan Lee Min Im sendiri di kamarnya. Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Tuan muda mereka. Pria itu tidak pernah kasar pada siapa pun sebelumnya. Tapi hari ini dia sangat jauh berbeda, Pria itu bagaikan orang yang asing.
...----------------...
Setahun telah berlalu semenjak kepulangannya dari negara yang memiliki julukan the black country, Lee Min Im kini berubah menjadi manusia yang amat sangat dingin dan kasar. Hanya dengan sang Adik satu-satunyalah dia akan menjadi dirinya yang dulu.
Bahkan, banyak para pelayan yang sudah tidak tahan akan sikap Lee Min I'm yang begitu kejam dan lebih mirip seperti orang dengan gangguan mental
BERSAMBUNG....
☆☆Ok gais ini karya ke tiga ku...
sory banget ya kalau namanya kaya ga kreatif atau ceritanya kurang menarik...
tapi aku usahakan akan menyajikan alur yang menantang di kemudian hari...
Jangan lupa dukung karya aku dengan memberikan like ya...
i love you all readers...😘😘☆☆
__ADS_1