
Seorang suster magang nampak berjalan santai di suatu koridor rumah sakit. Ia melangkah di sertai senyum manis yang merekah pada bibir mungilnya. Namun tanpa sengaja gadis itu justru bertemu dengan Kang Dae yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan rutin terhadap pasien.
"Se..selamat pagi Dokter Kang," Sapanya malu-malu. Kang Dae tak memandangnya sama sekali, ia hanya mengangguk dan berlalu pergi. Sikap dingin Dokter tampan itu membuat sang gadis cantik menjadi makin penasaran dan tertarik pada Kang Dae.
"Ah In! Rupanya kamu di sini, aku kira kamu belum datang. Ayo, sebentar lagi senior Dong akan datang, bila kau terlambat, maka tamatlah riwayatmu."
Gadis magang cantik yang bernama Gang Ah In itu kemudian pergi bersama salah satu teman magangnya.
Di ruangannya, Kang Dae duduk sembari memandang fotonya bersama Park Jong Ah. Walaupun ia telah berusaha untuk merelakan gadis itu, namun sangatlah sulit menghilangkan perasaan dalam hati yang telah tumbuh selama bertahun-tahun. Senyum manis Park Jong Ah, dan sikap ceria gadis itu mampu menghipnotis alam bawah sadar Kang Dae untuk selalu mencitainya.
'Akankah aku dapat melenyapkan perasaan ini? Perasaan yang telah berakar hingga menembus jantung dan hatiku.' Lirih Kang Dae dalam hati dan menutup bingkai foto dirinya bersama Park Jong Ah.
Tok..tok..tok...
"Permisi Dokter Kang, ada seorang wanita yang mengaku memiliki janji dengan Anda menunggu di luar."
Kang Dae mengangkat alisnya sebelah, ia tak merasa memiliki janji temu dengan siapapun. Dengan masih kebingungan, akhirnya Kang Dae memerintahkan orang itu menemuinya.
"Suruh dia masuk."
Tak lama setelah kepergian suster tadi, seorang wanita cantik yang tak asing masuk ke dalam ruangan Kang Dae dan duduk di kursi depan meja pria itu.
"Yo Ri, kau belum kembali ke London?"
"Rumah sakit ini dan rumah sakit London melakukan pertukaran beberapa Dokter spesialis. Apakah kau tidak mengetahuinya?"
"Apa? Tapi aku benar-benar tidak tahu hal itu."
"Bagaimana kau bisa tau tentang segala sesuatu yang berada di sekitarmu, bila kau terus berfokus pada Park Jong Ah?"
__ADS_1
Kang Dae sedikit terkejut dengan pertanyaan Yo Ri barusan. Namun ia mencoba menetralkan keterkejutannya dan berusaha menutupi.
"Kau tau ini tidak ada hubungannya. Aku hanya terlalu sibuk dengan pasien-pasienku."
"Hahahaha....! Kau pikir akau ini anak TK? Ayolah senior Kang, semua orang bisa membaca isi hatimu hanya dengan melihat tatapan yang kau berikan pada Park Jong Ah."
'Apakah begitu? Sebegitu jelasnyakah?' Batin Kang Dae dan tertunduk malu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻
Sementara di sebuah restoran, Kim Nam Jun bertemu dengan Baek Yeol. Sebenarnya ia amat enggan berurusan dengan wanita itu lagi. Hanya saja Kim Nam Jun masih belum dapat menemukan pekerjaan lain. Dengan kata lain, Kim Nam Jun masih harus bergantung pada wanita itu.
"Ada apa denganmu belakangan ini? Kau terlihat sangat murung, apakah kau ada masalah? Coba kau ceritakan padaku."
"Tidak, semuanya baik-baik saja. Bagaimana dengan kandunganmu?"
"Dia baik-baik saja, terimakasih karena kau telah mau menjadi Ayah bagi bayiku ini."
Kim Nam Jun hanya tersenyum simpul, beragam umpatan meluncur satu per satu di benaknya. Tapi sayangnya, semua itu hanya bisa ia ungkapkan dalam hati, sebab Kim Nam Jun masih ingin memanfaatkan kekuasaan yang di miliki wanita itu.
"Apakah kau sudah melakukan pengecekan pada kandunganmu?"
"Belum, aku...aku takut."
"Kalau begitu biar aku yang menemanimu."
Setelah menikmati waktu yang cukup lama di restoran itu, Kim Nam Jun membawa Baek Yeol pergi dari sana dan menuju rumah sakit. Kim Nam Jun benar-benar menemani Baek Yeol untuk mengecek kandungan wanita itu bersama. Ia sudah selayaknya seorang suami yang bertanggung jawab. Padahal baginya, bayi yang ada di dalam kandungan Baek Yeol ini hanyalah sebuah batu loncatan untuk meraih masa depan seperti dulu lagi.
...----------------...
__ADS_1
"Kandungan Nyonya Lee telah benar-benar membaik. Kini dia telah bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Harap tetap memperhatikan pola makan dan juga hindari pergerakan yang berbahaya lagi." Tutur pribadi spesialis kandungan yang merawat Park Jong Ah selama ini menjelaskan pada Lee Min Im.
Sebenarnya setiap kata yang di ucapkan oleh Dokter itu sudah sangat jelas. Namun Lee Min Im masih saja menyalah artikan ucapan sang Dokter.
"Kau dengar itu? Kau masih tidak boleh bekerja keras rumah sakit lagi. Aku akan meminta Ban Swon untuk memperpanjang cuti hamilmu kepada pihak rumah sakit."
Dokter Lin dan Park Jong Ah sampai ternganga di buatnya, entah harus dengan cara apa lagi Dokter Lin menjelaskan bila Park Jong Ah dan janinnya telah baik-baik saja saat ini. Namun sebagai seorang Dokter yang berpengalaman, Dokter Lin mengerti akan maksud Lee Min Im barusan.
'Mungkin Presdir Lee ingin Dokter Park berhenti dari rumah sakit dan hanya berfokus pada kehamilannya.' Pikir Dokter Lin dan meninggalkan kedua suami istri tersebut.
"Jangan konyol! Aku bisa dikenai sanksi bila terus seperti ini."
"Kalau begitu, aku akan membeli rumah sakit itu dan mengatasnamakan dirimu. Jadi, tidak akan ada orang yang berani memberikan sanksi lagi padamu."
"Lee! Bukan begitu, aku... Ah! Kau benar-benar menyebalkan!"
Lee Min Im sebenarnya tau maksud pembicaraan Dokter Lin dan istrinya. Hanya saja ia tidak ingin Park Jong Ah kembali kelelahan dan membahayakan calon bayi mereka.
BERSAMBUNG....
☆☆Ok gais ini karya ke tiga ku...
sory banget ya kalau namanya kaya ga kreatif atau ceritanya kurang menarik...
tapi aku usahakan akan menyajikan alur yang menantang di kemudian hari...
Jangan lupa dukung karya aku dengan memberikan like ya...
i love you all readers...😘😘☆☆
__ADS_1