ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
UNDANGAN PESTA KAUM BANGSAWAN


__ADS_3

Seluruh universitas Oxford di hebohkan dengan adanya pesta yang akan diadakan oleh salah satu mahasiswa yang ternyata masih keturunan bangsawan. Ada desas desus yang mengatakan bila, orang yang akan mengadakan pesta adalah seorang pria berwajah tampan.


Hal itu tentu saja membuat banyak kaum wanita yang mengharapkan diundang ke pesta kaum bangsawan tersebut. Sayangnya, hanya beberapa orang saja yang akan mendapatkan undangan ke pesta itu.


"Park Jong Ah, apakah kau tidak penasaran dengan pesta kaum bangsawan Inggris? Seperti apa kira-kira pesta itu ya?" Tanya Yo Ri pada sahabatnya Park Jong Ah.


Sedangkan orang yang di tanya hanya sibuk dengan buku-buku di tangannya. Park Jong Ah hanya bergumam sebagai jawaban untuk Yo Ri. Hal itu tentu saja membuat Yo Ri menjadi agak kesal.


Gadis itu lalu merebut buku dari tangan Park Jong Ah dan membawanya pergi. Membuat Park Jong Ah mau tidak mau mengejar sahabatnya itu.


Tapi tanpa sengaja tali sepatutnya terlepas dan di injak sendiri olehnya. Membuat tubuh Park Jong Ah limbung seketika dan hampir terjerembab ke lantai.


Untungnya ada lengan seseorang yang menahan tubuh Park Jong Ah, hingga tubuh gadis itu tak jadi menyentuh lantai. Park Jong Ah mendongak dan melihat wajah orang yang sudah menolongnya.


Rupanya itu adalah pria yang di temuinya sewaktu dia dalam perpustakaan.


"Ah, terimakasih Ed. Hampir saja aku terjatuh kalau kau tidak tanggap menolongku."


Edward tersenyum ramah pada Park Jong Ah dan melepaskan pegangannya pada pinggang gadis manis itu.


"Berhati-hatilah lain kali. Oh, ya, aku memiliki sesuatu untukmu."


Edward merogoh kantung jaketnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Rupanya itu sebuah undangan pesta, mata Park Jong Ah terbelalak saat membaca isi undangan itu.


Ia tak menyangka bila ternyata ia telah berkenalan dengan salah satu Bangsawan yang dibicarakan oleh seluruh Mahasiswa saat ini.


"Kau keturunan bangsawan itu? Kenapa tak kau ceritakan hal ini dari awal padaku?"


"Apakah itu perlu? Intinya aku ingin kau hadir dalam pestaku malam ini." Ucap Edward dengan tegas dan tidak ingin mendapat bantahan.


"Tapi, aku sama sekali tidak memiliki gaun untuk pergi ke pesta, jadi lebih baik kau memberikan undangan ini untuk orang lain saja."

__ADS_1


"Masalah itu biar aku yang urus, yang pasti aku tidak ingin kau menolak untuk menghindari pestaku malam ini."


Park Jong Ah tersenyum canggung, di kehidupannya yang lalu sekalipun dia tidak pernah menghadiri pesta semacam itu. Jadi bagaimana mungkin dia akan mampu berbaur dengan orang-orang dari kalangan atas malam nanti.


Edward lalu pergi meninggalkan Park Jong Ah yang masih kebingungan. Gadis itu masih terdiam di tempatnya dengan berbagai macam praduga di otaknya.


Hingga kelas kali ini telah berakhir, Park Jong Ah masih terlihat tidak bersemangat. Sahabatnya Yo Ri yang melihat hal itu menjadi bingung dan akhirnya memutuskan untuk bertanya.


"Park Jong Ah, ada apa? Kau terlihat cemas, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"


"Hem ya, ini tentang pesta yang akan diadakan oleh kaum bangsawan malam ini." Jawab Park Jong Ah dengan nada yang sangat lemah.


"Apakah kau ingin menghadirinya? Bukankah pagi tadi kau terlihat tidak perduli akan pesta itu? Sudahlah Park Jong Ah, orang dari golongan kita ini mana mungkin bisa menghadiri pesta semacam itu? Jadi lupakanlah!"


Yo Ri mencoba menghibur dan menasehati sahabatnya itu. Yang tidak ia ketahui adalah, Park Jong Ah kini telah mendapatkan undangan itu. Hingga Park Jong Ah memberitahukannya pada Yo Ri.


"Masalahnya aku sudah mendapatkan undangan itu."


Yo Ri, yang semula ingin kembali menasehati Park Jong Ah, langsung menoleh dan terbelalak dengan ucapan sahabatnya itu.


Park Jong Ah mulai menceritakan kejadian saat dia dan Edward bertemu di perpustakaan hingga pagi tadi menerima undangan dari pria itu.


"Kau bertemu dengan pria setampan itu dan tidak menceritakannya padaku?!" Tanya Yo Ri dengan nada merajuk.


"Maaf, akupun tidak mengetahui bila dia itu ternyata keturunan bangsawan. Dan bagiku, dia tidak terlalu tampan." 'Masih jauh lebih tampan Senior Lee' lanjut batin Park Jong Ah memuji sang kekasih yang telah lama tidak ada kabar. Dan hal itu membuat hati Park Jong Ah menjadi sedikit sakit.


Walaupun sudah hampir setengah tahun dia berjauhan dari kekasihnya Lee Min Im bahkan tidak pernah lagi mendapatkan kabar dari pria itu namun, jauh di lubuk hatinya masih sangat merindukan orang itu.


Saat Park Jong Ah dan Yo Ri kembali ke asrama, beberapa orang wanita berseragam lengkap menghampiri keduanya.


"Permisi, diantara kalian siapakah yang bernama Park Jong Ah?"

__ADS_1


Kedua gadis itu saling menatap untuk sesaat, hingga Park Jong Ah mengangkat tangannya. Para pelayan itu membungkuk dan memberikan sebuah bingkisan untuk Park Jong Ah.


Dengan ragu-ragu, gadis manis itu menerima bingkisan yang diberikan oleh orang yang tidak dikenalnya. Park Jong Ah perlahan membuka tutup bingkisan dan melihat isi didalamnya.


Ternyata sebuah gaun mewah berwarna hitam, dengan corak merah di bagian sisi kiri dan kanan, serta bagian dada yang berhiaskan permata. Park Jong Ah dan Yo Ri memandang takjub pada gaun itu.


Ini adalah kali pertamanya mendapatkan gaun yang seindah itu selama dua kehidupan yang telah dijalaninya.


"Ini adalah gaun yang di berikan oleh Tuan Edward, dia juga berpesan pada kami agar membantumu berhias untuk menghindari pesta malam ini." Ucap salah seorang pelayan yang dikirim oleh Edward pada Park Jong Ah.


"Em, tidak perlu. Aku akan melakukannya sendiri. Kalian sekarang bisa kembali dan ucapkan rasa terimakasihku pada Edward."


Semua pelayanan itu membungkuk pada Park Jong Ah sebelum berlalu pergi. Kini tinggalah Park Jong Ah dan sahabatnya Yo Ri yang masih tertegun di depan pintu sambil menatap kepergian orang-orang itu.


Akhirnya Park Jong Ah dan Yo Ri masuk ke dalam kamar mereka dan mulai berdiskusi mengenai apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


"Apakah aku harus pergi?" Tanya Park Jong Ah dengan tatapan kosong memandangi gaun mewah pemberian Edward.


"Kau bercanda? Tentu saja kau harus pergi! Hey, Nona Park, kau adalah wanita yang beruntung karena bisa menghadiri pesta yang di impikan oleh para mahasiswi di universitas ini, kau tau?"


"Ya, kau mungkin benar, tapi aku tidak pernah menghadiri pesta semacam ini. Jadi aku tidak tahu harus bagaimana?"


"Hal pertama yang harus kau lakukan saat ini adalah mandi, setelah itu aku akan membantumu berdandan. Selebihnya kita pikiran nanti." Ucap Yo Ri dan mendorong tubuh Park Jong Ah menuju kamar mandi.


BERSAMBUNG....


☆☆Ok gais ini karya ke tiga ku...


sory banget ya kalau namanya kaya ga kreatif atau ceritanya kurang menarik...


tapi aku usahakan akan menyajikan alur yang menantang di kemudian hari...

__ADS_1


Jangan lupa dukung karya aku dengan memberikan like ya...


i love you all readers...😘😘☆☆


__ADS_2