ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
BERTEMU DI BAR


__ADS_3

Edward menelpon Park Jong Ah dan membujuk wanita itu untuk bertemu di sebuah bar mewah kelas atas. Awalnya, Park Jong Ah sempat menolak ajakan tersebut, tapi Edward terus membujuknya hingga membuat Park Jong Ah akhirnya setuju.


Park Jong Ah telah tiba di bar, tempat Edward menunggunya. Edward telah menyewa sebuah ruangan pribadi, agar tidak bercampur dengan orang lain. Dan di ruangan itu bukan hanya ada mereka berdua saja, melainkan di temani juga oleh seorang pria lain.


"Akhirnya dia tiba, Park Jong Ah ayo kita bersenang-senang malam ini." Edward bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan Park Jong Ah. Ia juga membawa gadis itu duduk di meja yang di sana juga sudah ada Kang Dae.


"Sayang sekali di sini tidak ada Yo Ri," ucap Park Jong Ah sambil mendudukkan bokongnya ke atas sofa.


"Siapa bilang?" Terdengar suara seorang gadis dari balik pintu dan muncullah orang yang baru saja di bicarakan oleh oleh Park Jong Ah.


"Yo Ri!!!" Park Jong Ah kembali berdiri dan berlari menuju sahabatnya itu. Mereka saling melepaskan rindu sambil berpelukan, Edward dan Kang Dae ikut tersenyum melihat kedua sahabat yang sudah lama terpisah kini dapat kembali berkumpul.


"Kenapa kau kembali tidak memberitahukan dulu padaku?"


"Apakah itu akan menjadi kejutan?"


"Hey, apakah malam ini hanya akan saya kalian berdua saja?" Tanya Edward dengan wajah masam yang di buat-buat olehnya.


Park Jong Ah dan Yo Ri sama-sama tertawa mendengar ucapan Edward. Keduanya ikut duduk dan menikmati kebersamaan kembali seperti dulu sewaktu masih di London.


Mereka bercerita tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan Yo Ri di rumah sakit besar London, hingga pertunangan Edward yang juga tidak akan lama lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang sebelah juga terisi oleh orang-orangdari kalangan atas. Kelihatannya mereka itu adalah kelompok pebisnis besar. Itu jelas terlihat dari penampilan mereka yang masih mengenakan jas serta kemeja kantoran.


Para pria itu semuanya membahas mengenai bisnis yang akan mereka lakukan di perusahaan masing-masing. Dengan di temani oleh beberapa LC, para kaum pengusaha yang seluruhnya adalah pria di tempat itu tengah berpesta miras.


"Pressdir Lee, mengapa Anda terlihat begitu muram? Apakah pelayanan tempat ini kurang memuaskan? Perlukah aku membantumu untuk mendapatkan teman bersenang-senang untukmu?"


Lee Min Im yang mendengar ucapan tak senonoh dari salah satu rekan bisnisnya kemudian mengalihkan pandangannya dari gelas yang dipenggangnya sejak tadi.

__ADS_1


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya Pressdir Jung, saya tidak berminat dengan gadis kotor. Karena saya bukanlah tukang sampah!"


"Aaa...kau benar, haha..! Mereka tidak layak untuk seorang pria terhormat sepertimu." Ucap Pressdir Jung canggung.


Apa yang di ucapkan oleh Lee Min Im membuat Pressdir Jung menjadi amat geram. Ingin rasanya ia merobek mulut lelaki muda di hadapannya itu.


Namun ia tak dapat melakukannya, sebab Ia masih memerlukan bantuan Lee Min Im untuk menyuntikkan dana di perusahaan miliknya.


'Cih! Kita lihat saja, apakah kau masih dapat bertahan setelah meminum ini?' Batin Pressdir Jung sambil memasukkan sesuatu ke dalam gelas dan menyodorkannya pada Lee Min Im.


"Pressdir Lee, saya minta maaf atas ketidak sopanan dari ucapan saya tadi. Mohon Pressdir Lee mau menerima minuman ini sebagai permintaan maaf saya."


Tanpa berpikir panjang ataupun rasa curiga pada minuman yang di berikan oleh pria paruh bayar di hadapannya saat ini, Lee Min Im menerima gelas itu dan menenggak habis isi yang ada di dalamnya.


Beberapa saat kemudian, Lee Min Im merasakan pusing, juga rasa gerah yang amat menyiksa di tubuhnya saat ini. Ia bangkit dan ingin meninggalkan ruangan itu.


Namun, Pressdir Jung segera memerintahkan beberapa orang LC untuk mendekati Lee Min Im. Pria tua itu tersenyum jahat saat melihat obat yang di minum oleh Lee Min Im telah bereaksi.


"Pressdir Jung, caramu ini sungguh kurang*jar! Jangan pernah bermimpi untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan GMC. Dan tunggulah kehancuran perusahaanmu!" Ucap Lee Min Im lalu meninggalkan ruangan itu.


Dengan langkah terhuyung dan beberapa kali terjatuh, Lee Min Im mencari asisten kepercayaannya. Dengan posisi meringkuk di lantai, Lee Min Im merobohkan saku jasnya dan mengambil benda pipih dari sana.


"Cepat kemari!" Hanya itu kalimat yang mampu diucapkan oleh Lee Min Im. Ia sangat tersiksa akibat obat yang di berikan oleh saingan bisnisnya tadi.


Park Jong Ah yang baru saja kembali dari toilet melihat seorang pria yang tersungkur di lantai. Gadis itu bergegas mendekat dan ingin membantu pria tersebut.


"Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya Park Jong Ah dan meraih pundak pria tersebut untuk membantunya berdiri.


Lee Min Im sangat mengenal suara lembut itu, suara yang selalu ia rindukan, suara seorang gadis yang membuatnya tersiksa selama bertahun-tahun.


Bagaikan mendapat angin dari surga, tubuh Lee Min Im yang semula lemah kini kembali bertenaga. Ia pun mengangkat tubuh Park Jong Ah ke atas bahunya seperti membawa sekarang beras.

__ADS_1


(Prof Author: aku gak tau gaya gendong kaya gitu apa namanya, jadi kalian bayangin aja kuli panggul di pasar yang lagi angkat karung beras besar di bahunya😁😁)


Merasa tubuhnya di angkat oleh orang asing itu, Park Jong Ah mencoba melawan dengan memukul-mukul punggung sang pria.


"Hey! Lepaskan aku! Tolong!!!"


Seorang pria bertubuh tegap dengan tergopoh-gopoh menghampiri mereka. Nafasnya yang masih terengah kini langsung terhenti kala mendapati atasannya yang tengah membawa seorang gadis.


"Maaf saya terlambat Tuan, ini?"


"Cepat siapkan mobil dan bawa kami ke sebuah hotel!"


"Be..baik Tuan!"


Mendengar kata hotel dari pria asing itu, pikiran Park Jong Ah langsung tertuju atas hal apa yang akan terjadi di sana nanti. Sekuat tenaga ia meronta agar dapat terlepas dari tangan orang ini.


Hingga kini mereka telah tiba di dalam sebuah mobil barulah pria itu melepaskan Park Jong Ah dan duduk di sisi gadis itu. Mata cantik Park Jong Ah terbelalak saat mengetahui siapa pria yang membawanya saat ini.


"Lee Min Im? Kau gila? Cepat turunkan aku!"


Lee Min Im yang sudah terlanjur terpengaruh oleh obat yang di berikan Pressdir Jung tadi, makin merasa panas di sekujur tubuhnya. Ia mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya saat ini.


"A..apa yang kau lakukan? Cepat hentikan mobil ini dan turunkan aku!"


BERSAMBUNG...


*Sory banget ya reader's kalo episode pertamanya ga menarik...😖😖


Itu semua gara-gara aku yang baru aja belajar jadi penulis dan pertama kali ngetik di aplikasi ini....😔


Tapi aku janji bakal bayar kelalaian aku dengan cerita yang bakal bikin kalian berimajinasi dengan kisah seru di novelku ini...

__ADS_1


mohon dukungan kalian semuanya ya...😄😄😄*


__ADS_2