ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PERMAINAN TAKDIR


__ADS_3

Di perusahaan besar milik Lee Min Im, seorang pria yang tengah serius dalam mengerjakan beberapa file mendapat sebuah kejutan dari seseorang.


"Hai Kakakku yang tampan, bagaimana kabarmu? Aku sengaja mampir ke perusahaan ini untuk mengajakmu pergi makan siang."


"Aku sibuk hari ini." Ucap Lee Min Im dan hanya melirik sekilas dan kembali pada file di tangannya.


"Oh, ayolah...tidakkah kau kasihan pada Adik kecilmu yang cantik ini? Apakah aku tidak lebih penting dari pekerjaanmu itu?"


"Mee Rha, kau sudah dewasa. Jadi berpikirlah sesuai dengan usianmu."


Saat wanita muda yang bernama Mee Rha itu ingin kembali berucap, sebuah ketukan di pintu lebih dulu menghentikannya.


"Maaf Tuan, pertemuan dengan CEO dari Inggris akan di mulai. Anda di harapkan segera menuju Cafe Ss tempat janji temu dengan orang itu."


Ucap sekretaris Lee Min Im dan pergi meninggalkan ruangan itu saat Lee Min Im sudah memberikan sebuah anggukan sebagai jawaban.


Lee Min Im pun bangkit dan meninggalkan Mee Rha begitu saja tanpa ada ucapan apa pun.


Setibanya Lee Min Im di Cafe Ss, dia mendatangi meja yang sudah ditempati oleh seorang pria asing.


"Selamat siang Tuan Daniel Edward, saya CEO dari GMC grup." Ucap Lee Min Im ramah sambil mengulurkan tangannya.


Pria yang di sapanya pun bangkit dan menyambut uluran tangan dari Lee Min Im sambil tersenyum ramah.


"Senang berjumpa dengan Anda, Tuan...?"


"Lee, Anda bisa memanggilku dengan sebutan Lee."


"Oh, ok Tuan Lee. Senang berkenalan dengan Anda."


Keduanya kemudian duduk dan ingin memulai perbincangan mengenai kerja sama bisnis yang akan mereka lakukan. Hingga seorang gadis manis tiba dan mengalihkan perhatian Lee Min Im.


Pria itu seketika berdiri dan terpaku di tempatnya seakan melihat sesosok gaib saat ini. Begitu juga dengan sang gadis yang mendapat tatapan itu dari Lee Min Im, ia juga seakan tak percaya akan penglihatannya saat ini.


Melihat kedua orang di hadapannya yang saling memandang satu sama lain tanpa berkedip, Edward berdiri dan menghampiri sang gadis. Ia lalu memperkenalkan gadis itu pada Lee Min Im.

__ADS_1


"Tuan Lee, perkenalkan ini teman baikku Park Jong Ah."


Park Jong Ah tersadar dari keterkejutannya dan melangkah ke arah Lee Min I'm sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya.


"Selamat siang Tuan Lee, perkenalkan saya Park Jong Ah"


Ucapan gadis itu yang seakan baru saja bertemu dengannya, membuat Lee Min Im merasa sangat kecewa. Pria itu sampai menghembuskan nafas melalui mulut dengan cepat sambil tersenyum miring.


Lee Min Im lalu menyambut uluran tangan Park Jong Ah dan kembali duduk tanpa menyebutkan namanya terlebih dahulu.


Melihat sikap dingin Lee Min Im, Park Jong Ah tentu saja sangat kecewa. Gadis itu kemudian pamit pada sahabatnya Edward dan beralasan masih memiliki pasien yang menunggunya saat ini.


"Maaf Ed, aku masih ada pasien yang membutuhkanku saat ini. Jadi aku harus segera kembali ke rumah sakit."


"Baiklah, tapi bisakah kita makan malam bersama? Aku masih ingin berbincang banyak hal denganmu."


"Kita lihat nanti, aku akan menghubungimu bila ada waktu."


"Baiklah kalau begitu."


Ia tidak menyangka, lagi-lagi harus berjumpa dengan pria itu. Bahkan pertemuan keduanya kali ini kembali menggoreskan luka lama.


Entah mengapa Tuhan sangat senang mempermainkan hati Park Jong Ah. Bahkan dua pria dalam kisah hidupnya masih saja mengkhianati kesetiaan yang ia coba tanam.


FLASH BACK ON...


Park Jong Ah yang telah selesai memeriksa seorang pasien, ingin kembali ke ruangannya. Namun, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk dan memberitahukannya bila ada seorang pasien yang sangat memerlukan bantuan darinya saat ini.


Park Jong Ah pun menuju tempat yang di beritahukan oleh sang penelpon tadi. Hingga ia melihat seorang pria yang sudah terkapar tak berdaya di lantai.


Dengan cepat Park Jong Ah mendekati pria itu dan ingin memeriksa kondisi sang pria tersebut. Hingga kedua bola mata cantiknya terbelalak kala mengetahui siapakah pria yang kini sangat membutuhkan bantuannya.


"Edward!" Park Jong Ah segera melakukan pemeriksaan awal, namun ia tidak mendapati sesuatu yang membahayakan dalam tubuh pria itu. Hingga akhirnya Park Jong Ah tau bila Edward sedang mengejarnya saat ini.


'Huh, berani-beraninya kau mencoba untuk mengerjaiku? Baiklah, kita lihat saja siapa yang lebih unggul dalam hal mengerjai.' Batin Park Jong Ah.

__ADS_1


Gadis itu lalu berpura-pura menelepon seseorang melalui ponselnya dan mengatakan untuk menyiapkan ruang otopsi untuk memeriksa kematian seorang pria yang di tangannya saat ini.


Mendengar hal itu, Edward lalu menyudahi aktingnya dan bangkit dengan wajah cemberut.


"What? Tidak, tidak! Apakah kau benar-benar seorang Dokter? Kau bahkan tidak dapat membedakan antara orang yang masih hidup dengan orang yang sudah mati."


Park Jong Ah menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Kau kalah Ed, kau tidak dapat menang dariku dalam hal berpura-pura."


Edward kini tahu bila Park Jong Ah sedang balik mengerjai dirinya. Hingga pria itu kemudian tertawa dan di susul oleh Park Jong Ah. Keduanya pun bangkit dan saling berpelukan.


"Bagaimana kabar pertunanganmu?"


"Kamin akan melangsungkan pernikahan akhir tahun ini. Ku harap kau dan Kang Dae dapat hadir saat itu."


"Tentu saja, aku akan menjadi tamu istimewa dalam acara kalian nanti."


Keduanya kemudian berbincang hangat, melupakan rasa rindu setelah hampir setahun tidak bertemu. Walaupun mereka masih saling memberi kabar melalui ponsel, namun itu tentu saja terasa berbeda.


Hingga Park Jong Ah berpamitan untuk menuju toilet dan meninggalkan Edward yang masih di meja tersebut. Yang tidak di ketahui oleh Park Jong Ah adalah, Edward juga saat ini tengah menunggu kedatangan seorang tamu penting.


Hingga ia kembali untuk menemui sahabat lamanya itu dan melihat pria yang sangat tidak asing di matanya. Park Jong Ah pun terpaku di tempatnya, ia benar-benar tidak habis fikir bagaimana mungkin ia dapat kembali bertemu dengan pria itu lagi.


Edward yang tidak mengetahui cerita di balik keduanya pun berinisiatif untuk memperkenalkan mereka.


Park Jong Ah memutuskan untuk berpura-pura tidak pernah mengenal dengan pria itu sebelumnya. Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Lee Min Im.


Namun reaksi pria itu lagi-lagi mengacuhkan kehadirannya. Hingga Park Jong Ah pun menertawakan dirinya sendiri dalam hati.


Merasa tak sanggup lagi berada di tempat itu, Park Jong Ah berpamitan pada sahabatnya Edward dan bergegas pergi.


FLASH BACK OFF...


BERSAMBUNG.....


☆☆☆Tunggu episode selanjutnya yang pasti akan sangat menarik!😉

__ADS_1


Tolong tetap dukung karyaku dengan menekan like,vaforit dan komentar😄☆☆☆


__ADS_2