
"Kau yakin akan mengenakan gaun ini?"
"Kenapa? Apakah aku terlihat tidak cantik?"
Lee Min Im mendekat pada Park Jong Ah. Ia tidak tahan melihat istrinya mengenakan gaun biru malamnya itu. Dengan wajah mesum, Lee Min Im mendekap pinggul ramping Park Jong Ah dan berbisik lirih.
"Kau sangat cantik. Bahkan saking cantiknya, aku tidak tahan untuk tidak memakanmu." Tanpa aba-aba lagi, Lee Min Im langsung m3lum4t b1b1r ranum Park Jong Ah. Tangan nakalnya mulai menggrayangi tubuh indah itu dan perlahan-lahan menurunkan resleting kebawah.
"Emh, Lee. Kita akan terlambat bila kau seperti ini." Lirih Park Jong Ah menahan geli di sekujur tubuhnya. Bila ia tidak segera menghentikan perbuatan suaminya srkarang, mereka pasti tidak akan bisa menghadiri pesta pernikahan sahabatnya.
"Masih ada satu setengah jam lagi sebelum pesta dimulai. Aku berjanji tidak akan lebih dari itu."
"Aah...!" Teriak Park Jong Ah saat Lee Min Im mengangkat tubuhnya dan menghempaskan ke atas ranjang. Sia-sia ia berdandan selama hampir satu jam. Semuanya di rusak oleh Lee Min Im dalam waktu sekejap. Gaun yang telah ia pilih dari jauh-jauh hari, kini telah robek sana sini dan tidak dapat di pakai lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pesta pernikahan di sebuah gereja yang diselenggarakan oleh Kang Dae dan Yo Ri di hadiri rekan-rekan kerja mereka dari beberapa rumah sakit. Dan yang lebih menambah kemerahan pesta itu adalah, hadirnya kaum bangsawan Inggris. Beberapa orang yang belum pernah melihat gaya berpakaian dari kaum bangsawan, di buat terkagum-kagum. Bukan hanya karena gaun-gaun mewah dan bermerek mereka, tapi juga karena keeleganan yang mereka tampilkan.
"Wah...! Apakah mereka itu kaum bangsawan Inggris yang di kabarkan itu? Aku tidak menyangka akan dapat melihat mereka di pesta ini."
__ADS_1
"Cobalah kau lihat gaun yang mereka pakai. Mungkin gajihku selama setahun belum tentu mampu untuk membeli hmgaun semewah itu."
"Ah, pria di sana tampan sekali! Apakah dia Pangeran Inggris? Aku rasa telah jatuh cinta padanya!"
Begitulah kira-kira perbincangan yang terjadi di antara para tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan tersebut. Suasana yang begitu meriah seketika hening kala Yo Ri dan Park Jong Ah melangkah menuju altar. Penampilan cantik Yo Ri sukses memukau hati Kang Dae. Mata pria itu bahkan hampir tidak berkedip melihat kedatangan calon mempelainya.
"Kau lihat. Mata senior Kang hampir terlepas dari tempatnya karena kecantikanmu hari ini." Bisik Park Jong Ah pada Yo Ri, membuat pipi wanita itu bersemu merah.
Pendeta mengucapkan ikrar janji suci untuk kedua pasangan itu. Kata, demi kata terucap begitu saja dari bibir keduanya. Hingga janji setia pernikahan pun telah Kang Dae dan Yo Ri ucapkan di hadapan Tuhan dan semua orang yang menghadiri pesta tersebut. Riuh tepuk tangan menggema, saat Kang Dae mencium lembut bibir Yo Ri.
"Mengapa kalian terlambat?" Tanya Sarrah ketika mereka tengah duduk bersama.
"Ada sedikit insiden kecil ketika aku memilih gaun pagi tadi." Jawab Park Jong Ah sambil menatap tajam ke arah suaminya.
"Lalu apakah kau baik-baik saja?"
"Ya, semuanya baik. Aku hanya perlu mengganti gaun pesta ku dengan yang baru."
Pasangan pengantin yang sudah selesai mengucapkan terimakasih pada tamu-tamu lain itupun, menghampiri tempat duduk Park Jong Ah dan lainnya.
__ADS_1
"Istirahatlah. Aku akan segera kembali." Titah Kang Dae pada Yo Ri. Ia tau Yo Ri sangat mudah lelah, jadi Kang Dae membawa istrinya untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Tolong jaga dia sebentar. Aku masih harus menemui beberapa tamu lagi." Ucapnya pada Park Jong Ah dan Sarrah.
"Hei, Yo Ri adalah saudariku. Untuk apa kau mengatakan hal yang begitu konyol. Tanpa kau beri perintah pun aku akan menjaganya dari pria-pria tak bertanggung jawab sepertimu."
"Kau! Baiklah," Kang Dae tidak ingin berdebat lagi dengan Park Jong Ah. Ia jera setelah wanita itu mengamuk padanya beberapa minggu yang lalu.
FLASH BACK ONN...
Usai bertemu dan berbincang dengan Park Jong Ah tempo hari, Yo Ri yang sudah memutuskan untuk menerima menghubungi Kang Dae. Dengan perasaan berdebar, Yo Ri menempelkan ponsel ke dekat telinganya.
"Aku tunggu di hotel XC siang ini."
"Baiklah,"
Hanya satu kata yang keluar dari mulut Kang Dae sudah sukses membuat hati Yo Ri berdebat hebat. Selama mereka sama-sama berkuliah dulu, Yo Ri sangat jarang berbicara dengan Kang Dae. Ia cenderung lebih dekat pada Edward saat itu. Bagi Yo Ri, Kang Dae adalah pria yang istimewa. Kecerdasan, ketampanan dan juga keramahan yang ia miliki, sukses membuat hati Yo Ri bergetar tiap kali mereka bersama.
Perasaan kagum yang semakin bertumpuk tiap hari, tumbuh menjadi benih cinta. Sayangnya, ketika cinta itu makin berakar kuat, Yo Ri mengetahui perasaan Kang Dae pada sahabatnya, Park Jong Ah. Ia mencoba membunuh rasa itu perlahan. Mencoba meyakinkan hatinya, bila Kang Dae memanglah bukan jodohnya. Namun hati bukanlah langkah kaki yang dapat kita atur arahnya. Hati, akan pergi ke mana ia merasa nyaman dan tak dapat di kendalikan.
__ADS_1
Hingga malam penyatuan keduanya pun terjadi, Yo Ri makin tersakiti atas perlakuan Kang Dae yang memaksa dirinya. Namun walaupun begitu, sedikitpun Yo Ri tidak pernah menyesal telah memberikan tubuhnya pada Kang Dae. Sebab bagi Yo Ri, hubungan semalam yang mereka lakukan itu adalah impiannya seumuseumur hidup.
BERSAMBUNG....