
"Kau terlihat begitu waspada Tuan Lee, apakah kau telah mempersiapkan peperangan dengan seseorang?" Tanya Tuan Han saat duduk di hadapan Lee Min Im bersama istrinya.
"Tidak, aku hanya berjaga-jaga. Kalau-kalau ada seekor binatang yang sudah bosan hidup. Maka dengan senang hati aku akan mengabulkan permintaan mereka." Jawab Lee Min Im dengan tatapan mata menusuk.
'Cih! Sombong sekali bocah sialan ini! Awas saja bila sampai kau melukai putri kesayanganku! Akan ku pastikan kehancuran keluargamu!' Batin Ibu Han Kyong Si mengutuk.
"Kita tidak perlu berbasa basi lagi. Aku ingin kau segera melepaskan putriku!"
"Heh! Bagaimana bila aku menolak?"
"Kau-!" Ucapan Nyonya Han di tahan oleh suaminya yang menggelengkan kepala. Ia amat mengenal bagaimana sikap Lee Min Im dalam menghadapi rival bisnisnya. Jadi, Tuan Han mencoba untuk menggunakan sedikit taktik, berharap itu dapat melunakan hati Lee Min Im dan mau melepaskan putrinya.
"Aku tahu kesalahan putriku memang tidak dapat dimaafkan. Tapi kuharap, kau dapat memandang persahabatan yang telah terjalin antara aku dan orang tuamu."
"Aku sangat menghargai anda Tuan Han. Dan karena aku masih mengingat persahabatan yang terjalin antara kau dan juga almarhum Ayahku, maka aku masih membiarkan putrimu hidup. Karena perbuatan putrimu, masih harus dipertanggungjawabkan."
"Ya kau benar! Namun ku harap, kau masih dapat memandang wajahku dan memaafkan Han Kyong Si. Lepaskanlah dia, biarkan kami yang akan memberi hukuman padanya." Pinta Ayah Han Kyong Si memelas.
"Maaf Tuan Han, aku rasa perbuatan putrimu kali ini sudah sangat keterlaluan. Dia bukan hanya melakukan penyerangan terhadap aku dan istriku. Tetapi juga membunuh calon bayi kami. Lalu, apakah menurutmu aku harus memaafkannya?" Pertanyaan Lee Min Im membuat orang tua Han Kyong Si terdiam. Dan keterdiaman dua orang itu, makin membuat Lee Min Im geram. Ia meluncurkan ucapan-ucapan yang makin menyudutkan kedua orang tua Han Kyong Si.
__ADS_1
"Aku harus membebaskannya, hanya demi kalian? Tentu tidak, Tuan Han! Dia pun harus merasakan, ribuan kali lipat rasa sakit yang dirasakan oleh istriku akibat kehilangan bayi kami. Bahkan karena perbuatan putrimu, istriku harus selalu mengalami mimpi buruk setiap kali dia memejamkan mata! Dapatkah kamu membayangkan, bagaimana sakitnya aku melihat Istriku seperti itu? Dan kini, kalian datang untuk meminta pembebasan atas Putri kalian?!" Bentak Lee Min Im dengan suara menggelegar. Suara pria tampan itu bahkan menggema hingga ke setiap sudut ruang keluarga yang berukuran 30×30 Meter itu.
"Bermimpilah setinggi langit, aku tetap tidak akan pernah melepaskannya!" Ucap Lee Min Im seraya tersenyum sinis.
"Baik! Maka bersiaplah atas kehancuran keluargamu!" Ancam Nyonya Han yang sudah amat emosi atas sikap Lee Min Im pada mereka.
"Aku tunggu hari itu." Tegas Lee Min Im dengan nada tenang dan kembali bersandar pada penyangga sofa.
Nyonya Dan Tuan Han meninggalkan kediaman Lee Min Im dengan amarah serta kekecewaan. Tak Ada cara lain untuk membebaskan putrinya, kecuali melakukan perlawanan balik. Meskipun mereka tau, hal itu akan sangat berpengaruh pada bisnis dan perusahaan mereka. Sebab, meskipun Lee Min Im masih amat muda, akan tetapi selama Lee Min Im memegang perusahaan, pria itu telah menguasai perekonomian di negara ging seng tersebut hingga menduduki peringkat pertama untuk orang paling berpengaruh.
Lee Min Im menghembuskan nafasnya kasar, ia kemudian menghubungi asisten kepercayaannya, Ban Swon.
"Semuanya telah terkendali. Hanya ada beberapa perusahaan asing yang masih menolak untuk bekerja sama. Namun itu tidak terlalu berpengaruh besar. Saya yakin kali ini, mereka akan segera berakhir."
"Bagus! Ku serahkan semuanya padamu dan ... Aku masih harus mempersiapkan hal lainnya di sini." Ucap Lee Min Im dan mengakhiri panggilan. Ia kemudian menghubungi sahabatnya yang kini memiliki geng mafia terbesar di seluruh Korea.
"Persiapkan orangmu, aku membutuhkan mereka tak lama lagi."
"Tenang, kau hanya tinggal memberikan isyarat, dan mereka akan membereskan sisanya."
__ADS_1
"Baiklah. Aku mengandalkanmu kali ini."
"Dengan senang hati membantumu Presdir Lee."
Usai berbincang dengan orang-orang kepercayaannya, Lee Min Im menemui Park Jong Ah di taman belakang. Ia sengaja meminta Im Jee Sok untuk membawa wanita itu ke sana, agar tidak mendengar pembicaraan antara kedua orang tua Han Kyong Si dan dirinya.
Lee Min Im melihat Park Jong Ah dan Adiknya tengah menikmati buah-buahan di tepi danau. Dengan senyum lebar, Lee Min Im menghampiri dua bidadari cantik tak bersayap itu.
"Apakah semuanya baik-baik saja? Aku dengar, kau bertemu dengan beberapa penjahat?"
"Siapa yang mengatakan itu padamu?"
Park Jong Ah tak menjawab, ia masih menatap mata Lee Min Im dan mencari jawaban di sana. Dan Lee Min Im tau, isterinya itu tidak mudah di bohongi. Jadi dia hanya dapat tersenyum dan menenangkan Park Jong Ah dengan rayuan manisnya.
"Tenanglah, aku masih bisa mengatasi masalah sepele itu. Kau tidak perlu takut kehilangan suami tampanmu ini, aku akan selalu baik-baik saja untuk menjaga kalian."
"Ya! Kau tau bukan? Kakakku ini adalah orang yang paling hebat dalam dunia bisnis. Jadi dia tidak akan mudah kalah! Sebaiknya kita tidak perlu risau dan menikmati hari yang cerah sambil memakan buah-buahan segar ini." Tutur Im Jee Sok yang mengubah suasana kelabu menjadi lebih berwarna. Gadis remaja itu, laksana mentari yang memberikan kehangatan pada semesta. Membuat Park Jong Ah dan Lee Min Im melupakan sejenak kekhawatiran dalam pikiran mereka.
BERSAMBUNG....
__ADS_1