
"Hei, apa yang kau lihat?" Tanya Yo Ri yang membuat Ah In tersentak dari lamunannya.
"A...ah, bukan apa-apa."
Keduanya pun melangkah menuju ruang kerja Yo Ri untuk menemui pasien yang bernama Song Geol tadi.
Sementara Park Jong Ah dan Lee Min Im telah meninggalkan halaman rumah sakit itu. Sebelum kembali Lee Min Im membawa Park Jong Ah menuju sebuah tempat yang indah. Tempat itu penuh dengan pepohonan yang rindang dan udara sejuk, serta terdapat sebuah sungai kecil yang jernih. Airnya begitu bening, hingga menampakkan bebatuan di bawahnya.
"Kau suka tempat ini?"
"Ya, tapi kenapa kau tiba-tiba membawaku ke mari?"
"Aku menemukan tempat ini saat kau berada di London. Tempat ini membuatku nyaman dan betah untuk berlama-lama berada di sini. Sama sepertimu, kau membuatku selalu nyaman dan tidak dapat jauh darimu."
"Ah Presdir Lee rupanya memiliki mulut yang begitu manis. Semestinya kita tadi meminta obat metformin. Sebab aku takut tak lama lagi akan menderita diabetes bila terus bersamamu."
Lee Min Im tertawa mendengar penuturan sang istri. Mereka berjalan-jalan di sekitar tempat itu sambil bergandengan tangan. Benar yang diucapkan oleh Lee Min Im, tempat itu memang amat nyaman. Park Jong Ah merasakan ketenangan di tempat itu. Mereka berhenti di bawah sebuah pohon besar, Lee Min Im dan Park Jong Ah duduk di atas rerumputan, sambil menghirup udara segar.
"Kelak aku akan sering mengajak anak-anak datang ke tempat ini." Ucap Lee Min Im sambil merebahkan dirinya di atas rerumputan berbantalkan tangan kirinya. Park Jong Ah dapat membayangkan apa yang diucapkan oleh suaminya barusan betapa bahagianya mereka kelak saat bayi mereka telah lahir.
__ADS_1
Di tengah khayalan yang begitu membahagiakan, tiba-tiba datanglah beberapa orang pria yang bertubuh tinggi tegap. Dari tubuh mereka tercium aroma alkohol yang begitu menyengat. dengan sempoyongan mereka mendekat ke arah Lee Min Im dan Park Jong Ah.
"Hey lihatlah ada seorang gadis yang begitu cantik." Ucap salah seorang dari beberapa pria itu.
"Hey kawan kau tidak akan menikmati gadis ini sendirian bukan? Bagaimana kalau kau berbagi dengan kami? Dengan begitu kami tidak akan menyakitimu."
Lee Min Im tersenyum miring seraya bangkit dari tempatnya. Ucapan para pria itu membuat Lee Min Im amat garam. Ia tidak terima istrinya dilecehkan seperti itu, apa lagi orang yang melecehkannya adalah pria-pria rendahan.
"Kau bermimpi menyentuh wanitaku? Coba saja bila kau berani aku akan mematahkan setiap tangan yang mencoba menyentuh istriku."
Para pria tadi merasa tersinggung atas ucapan Lee Min Im. Mereka kemudian menyerang Lee Min Im secara membabi buta. Namun, dari sekian banyak serangan yang mereka lakukan tidak ada satupun yang dapat menyentuh Lee Min Im. Dua diantara para pria itu Bahkan tidak dapat berdiri lagi akibat tendangan Lee Min Im.
Hal itu membuat teman-temannya yang lain makin geram. Salah seorang dari mereka mengeluarkan sebilah pisau dan Mengayunkan kepadaLee Min Im. Lee Min Im yang tidak siap pun tergores pada bagian lengannya. Park Jong Ah berteriak histeris dan ingin menghampiri Lee Min Im namun, segera dicegah oleh pria itu karena takut ia akan ikut terluka akibat pria-pria yang mengeroyoknya.
Ban Swon yang merasa kepergian Lee Min Im dan Park Jong Ah terlalu lama memutuskan untuk menyusul keduanya. Alangkah terkejutnya Ban Swon menemukan Park Jong Ah telah tergeletak di atas tanah dengan bersimbah darah. Ketibaan Ban Swon bersamaan dengan Lee Min Im. Pria itu bahkan sampai terpaku melihat tubuh sang istri yang telah berlumuran darah. Ban Swon menyadarkan Lee Min Im dan bergegas membawa Park Jong Ah menuju mobil.
Lee Min Im melepaskan kemeja yang ia pakai dan membalutkan ke perut Park Jong Ah, berharap pendarahan itu dapat berkurang. Otak Lee Min Im seakan menjadi beku, dia tak tahu lagi harus bagaimana. Yang ia tau hanyalah berharap semoga istrinya itu baik-baik saja.
"Sayang, bukalah matamu, ku mohon, buka matamu. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu," Ucap Lee Min Im dengan beruarai air mata.
__ADS_1
Ban Swon membawa mobil mereka dengan kecepatan penuh, hingga dalam waktu kurang dari setengah jam akhirnya mobil pun tiba di rumah sakit. Lee Min Im mengangkat tubuh istrinya dan berlari masuk ke dalam rumah sakit. Kedatangan Lee Min Im disambut oleh para suster dan dokter jaga di sana. Mereka segera menyiapkan ruang operasi dan juga Dokter terbaik untuk merawat luka Park Jong Ah serta mencoba menghentikan pendarahan pada wanita itu.
"Presdir, tangan Anda juga terluka. Sebaiknya kita segera mengobati luka itu sebelum terinfeksi." Ucap Ban Swon.
"Aku telah gagal menjaga istri dan anakku. Aku adalah pria prasangka tidak berguna." Lirih Lee Min Im sembari menarik rambutnya frustasi.
"Ini bukanlah saatnya untuk menyalahkan diri Anda. Kita harus segera mengobati luka pada lengan Anda dan mencari tau orang yang telah melukai Nyonya."
Lee Min Im berpikir apa yang diucapkan oleh asistennya itu Memanglah benar. Ia setuju untuk mengobati luka pada lengannya dan kembali lagi untuk mengetahui kondisi Park Jong Ah saat ini.
BERSAMBUNG....
☆☆☆halo readers...
tekan like dan jadikan favorit biar bisa dapat notifikasi bila ada bab baru...
Dan juga, di bab ke 50 nanti aku akan menghadirkan bayangan pemeran IMD. nantikan ya...
jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...
__ADS_1
dijamin ga kalah seru deh!
judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cinta☆☆☆