ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
IM JEE SOK


__ADS_3

Sudah hampir empat bulan Park Jong Ah bekerja di rumah sakit, dia pun memiliki banyak pasien yang datang dengan berbagai macam keluhan. Gadis itu selalu menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit. Bahkan tak jarang, Park Jong Ah akan mengulur waktu kepulangannya demi para pasien.


Seperti malam ini, Park Jong Ah harus rela pulang jam sepuluh malam karena menolong seorang pasien balita yang mengidap cystic fibrosis atau biasa di sebut kelainan pada paru-paru.


Untungnya jarak antara apartemennya dan rumah sakit tidak begitu jauh, jadi ia dengan mudah mencapai tempat tinggalnya itu. Tapi saat Park Jong Ah melewati sebuah gang, samar-samar ia mendengar suara rintihan.


Park Jong Ah yang penasaran lalu mendekat ke arah sumber suara. Semakin dekat ia dengan sumber suara, semakin jelas pula suara itu terdengar.


Di balik tempat sampah, ia melihat tubuh seorang gadis kecil yang meringkuk kedinginan dan penuh luka. Park Jong Ah bergegas mendekat kemudian memeriksa kondisi anak itu, rupanya gadis kecil di hadapannya ini tengah demam tinggi.


Gigi gadis itu sampai gemelutuk akibat hawa dingin malam ini. Park Jong Ah kemudian menghubungi nomor Kang Dae dan meminta bantuan pria itu untuk membawa tubuh gadis itu ke apartemennya.


Untungnya pria itu masih belum tidur, jadi saat Park Jong Ah menghubungkannya, ia dengan cepat menuju tempat gadis itu berada saat ini.


Kang Dae membaringkan tubuh gadis kecil itu ke atas tempat tidur Park Jong Ah. Sedangkan Park Jong Ah sendiri mengambil kotak P3K untuk mengobati luka-luka di tubuh gadis kecil malang itu.


"Kau mengenal gadis ini?"


"Tidak," jawab Park Jong Ah sambil menyeka tubuh gadis kecil yng belum di ketahui siapa namanya.


"Lalu mengapa kau membawanya ke apartemenmu dan bukannya rumah sakit?"


Park Jong Ah menghentikan gerakannya, lalu menatap mata Kang Dae.


"Kau lihat gaun yang di kenakannya? Ku rasa dia bukanlah orang biasa dan sedang memiliki masalah dengan orang jahat. Jadi membawanya ke rumah sakit hanya akan memudahkan orang-orang itu untuk menemukannya."


Kang Dae memandang tubuh sang gadis kecil itu dan melihat pakaian yang dikenakannya. Bahkan ada beberapa perhiasan yang terlihat biasa saja tapi Kang Dae tau itu bukanlah barang murah.


Ia telah terbiasa melihat benda mewah semacam itu sewaktu di Inggris. Karena Edward adalah keturunan bangsawan Inggris yang menyukai perhiasan mahal dan banyak mengoleksinya. Jadi Kang Dae dapat dengan mudah membedakan mana barang mewah palsu dan yang mana barang mewah asli.


"Kau benar, lalu apa yang akan kau lakukan dengan anak ini? Lapor polisi?"

__ADS_1


"Tidak, aku akan menunggunya sadar dan menanyakannya langsung. Bila memang benar dia sedang bermasalah dengan orang-orang jahat maka aku akan mencari keluarganya langsung."


"Baikalh, kalau begitu aku akan kembali. Bila perlu apa-apa kau hubungi saja aku lagi."


Park Jong Ah tersenyum dan mengangguk, ia mengantar Kang Dae hingga pintu depan kamarnya kemudian kembali menemui sang gadis kecil.


Sepanjang malam Park Jong Ah terjaga hanya untuk memastikan demam anak itu sudah turun. Baru pukul 3 pagi tadi Park Jong Ah memejamkan matanya.


Gadis manis yang di tolong oleh Park Jong Ah semalam kini mulai membuka matanya. Ia melihat sekeliling dan menemukan Park Jong Ah yang tertidur di sisinya. Ia mengira Park Jong Ah adalah salah satu orang yang ingin berbuat jahat padanya semalam. Jadi gadis itu memutuskan untuk melarikan diri dan perlahan menuruni ranjang.


Park Jong Ah yang merasakan ada pergerakan mulai membuka matanya dan melihat gadis kecil itu yang langsung terjatuh saat mengetahui Park Jong Ah telah bangun dari tidurnya.


"Tenanglah, aku bukan orang jahat. Aku menemukanmu di jalanan semalam dan membawamu kemari." Ucap Park Jong Ah sambil menggenggam telapak tangan gadis kecil itu.


Dapat Park Jong Ah lihat ketakutan yang amat sangat dari mata si gadis kecil. Perlahan gadis itu menangis dan memeluk tubuh Park Jong Ah.


"Ssst... tenanglah, kau baik-baik saja sekarang. Ada aku yang akan melindungimu." Ucap Park Jong Ah sambil mengelus punggung gadis kecil itu.


"Namaku Im Jee Sok. Semalam aku..aku.."


"Ssst, kau tidak perlu menceritakannya bila belum siap. Apa kau lapar? Aku akan membuatkan sarapan untuk kita."


Gadis yang bernama Im Jee Sok itu mengangguk dan ikut Park Jong Ah menuju dapur. Ia melihat Park Jong Ah yang sangat pandai dalam menggunakan pisau saat memotong sayur dan daging.


Park Jong Ah kemudian meletakkan makanan yang di buatnya ke atas meja. Ia juga memesan beberapa baju ganti untuk gadis kecil itu melalui online shop.


"Makanlah, maaf hanya hidangan ini yang bisa ku buat."


Im Jee Sok memakan masakan Park Jong Ah dengan lahap. Gadis kecil Malang itu terlihat sangat kelaparan, hingga begitu lahap saat memakan masakan Park Jong Ah.


Ada suara bel di pintu luar, Park Jong Ah bergegas ke sana lalu melihat apakah itu kurir yang mengantarkan baju pesanannya. Dan saat di depan pintu, rupanya itu melangkah kurir pengantar paket. Park Jong Ah lantas mengambilnya dan menyerahkan itu pada Im Jee Sok.

__ADS_1


"Kau mandilah dulu, itu baju ganti untukmu. setelah itu baru kau ceritakan semuanya padaku, ok?"


Im Jee Sok mengangguk dan menuju kamar mandi. Setelah ia membersihkan tubuhnya, gadis kecil itu kembali menemui Park Jong Ah di ruang makan. Park Jong Ah tersenyum melihat penampilan gadis cantik itu.


Saat Im Jee Sok sudah duduk manis di kursi, Park Jong Ah mulai menanyakan kejadian yang menimpa gadis malang itu. Im Jee Sok pun mulai bercerita awal mula kejadian hingga dirinya berakhir di samping tempat sampah malam itu.


FLASH BACK ON...


Siang Hari yang cerah Im Jee Sok berniat ke perusahaan sang Kakak dan memberinya kejutan. Tapi di perjalanan mobilnya tiba-tiba saja ditabrak oleh mobil lain dari arah samping. Supir dan penjaganya sebenarnya selamat, tapi ada tiga orang pria yang bersenjata menembak mereka hingga tewas.


Im Jee Sok yang belum sempat keluar dari mobil hanya bisa pasrah saat tiga orang jahat itu membawanya ke suatu tempat. Dia di sikap di sana selama tiga hari dan kemudian orang-orang jahat itu membawanya ke suatu tempat yang tidak ia ketahui sebab matanya ditutup dengan kain hitam.


Para penjahat itu menarik lengan Im Jee Sok dengan paksa, sekuat tenaga Im Jee Sok meronta sekuat tenaga. Ia bahkan menggigit tangan salahbsatu orang jahat yang membawanya hingga melepaskan pegangannya pada lengan gadis kecil itu.


Dengan cepat Im Jee Sok melepas ikatan kain hitam di matanya dan berlari tanpa henti. Tapi untunglah ia dapat lari dan akhirnya bersembunyi di dekat tempat sampah.


Ia terus bersembunyi dan tidak berani keluar, hingga akhirnya pandangannya menggelapkan dan gadis kecil itu tak sadarkan diri. Ketika Im Jee Sok membuka mata, ia mengira telah kembali di tangan para penjahat itu.


Im Jee Sok berencana kembali kabur dengan perlahan-lahan menuruni ranjang, tapi ternyata Park Jong Ah terbangun karena pergerakan dari Im Jee Sok.


FLASH BACK OFF...


BERSAMBUNG....


☆☆☆halo readers...


tekan like dan jadikan favorit ya...


jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...


dijamin ga kalah seru deh!

__ADS_1


judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cinta☆☆☆


__ADS_2