ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PERTEMUAN SUAMI DAN MANTAN SUAMI


__ADS_3

Park Jong Ah akhirnya mulai siuman, perlahan mata indah gadis itu terbuka. Hal pertama yang ia dapati adalah senyum manis dari sahabatnya Yo Ri.


"Bagaimana perasaanmu Park Jong Ah?"


"jauh lebih baik" jawab Park Jong ah. Dengan memegangi kepalanya yang masih terasa berdenyut, gadis itu mulai mendudukkan dirinya. Tak lama kemudian muncullah Lee Min Im yang datang menghampiri wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya itu.


"Bagaimana perasaanmu? Apakah ada rasa yang sakit? Bila iya, kita akan pergi ke rumah sakit."


Park Jong Ah tersenyum dan menggeleng, Yo Ri menyadari akan kehadirannya yang menghalangi pembicaraan keduanya. sahabat Park Jong Ah itu, tinggalkan keduanya agar lebih leluasa berbicara.


"Aku akan mencari Kang Dae, kalian berbicaralah. Lee Min Im aku titip sahabatku, by..!"


peninggalan Yo Ri, Park Jong Ah mulai bermanja-manja dengan suaminya. Wanita dengan lesung di kedua pipinya itu, memeluk tubuh Lee Min Im dengan erat. Ia seakan takut kehilangan suaminya itu seperti di kehidupan lalunya. Lee Min Im yang menyadari perubahan sikap sang istri pun bertanya.


"Ada apa hem? Coba kau ceritakan padaku."


"Ku mohon jangan tinggalkan aku." Hanya itu kata yang keluar dari mulut manis Park Jong Ah. Suaranya terdengar bergetar, Park Jong Ah mencoba menahan isaknya sekuat tenaga."


"Hei, kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu seumur hidupku. Justru kata-kata itu semestinya akulah yang mengucapkannya, aku tidak bisa hidup tanpamu, istriku."


usai berkata demikian Lee Min Im erat tubuh mungil istrinya itu. Pria itu membawa tubuh Park Jong Ah ke dalam dekapan hangatnya. hingga kini Park Jong Ah merasa jauh lebih nyaman dan lega setelah Lee Min Im berkata demikian.

__ADS_1


"Apakah pestanya telah berakhir?"


"Belum. Ini adalah acara puncak, dan semua orang telah menunggu kehadiranmu untuk melemparkan buket bunga pada para wanita lajang di luar sana."


Park Jong Ah bangkit meninggalkan ruang istirahatnya, dan kembali ke tengah acara yang sempat ia tinggalkan barusan. Kehadirannya disambut oleh riuh tepuk tangan dari para hadirin yang memang sejak tadi menanti kedatangannya untuk melemparkan buket bunga. Park Jong Ah berdiri di atas podium dan mulai melemparkan bunga dalam hitungan mundur.


"tiga, dua, satu...!" Park Jong Ah melemparkan buket bunga di tangannya semua gadis yang telah berdiri menanti di belakang. Park Jong Ah berbalik dan mendapati sahabatnya Yo Ri lah yang mendapatkan buket bunga lemparannya tadi. Semua orang memberinya tepuk tangan dan juga mendoakan gadis itu agar dapat menyusul sahabatnya ke pelaminan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu sudah berlalu pernikahan mewah antara Park Jong Ah dan Lee Min Im. Kini, mereka menjalani hari-hari dan kesibukannya seperti biasa. Park Jong Ah kembali bekerja di rumah sakit dan menangani para pasiennya, sedangkan Lee Min Im kembali memimpin perusahaan besar peninggalan kedua orang tuanya.


Walaupun hingga ia menikah dengan Lee Min Im, Kang Dae masih belum juga mengungkapkan perasaannya pada Park Jong Ah. Akan tetapi pria itu mencoba menerima keadaan dan merelakan gadis impiannya semenjak kuliah itu pada pria lain. Kang Dae masih tersenyum ramah pada Park Jong Ah, hanya saja ia lebih menjaga jarak sebab tau ia tak lagi dapat memiliki gadis itu.


"Selamat siang Dokter Park?"


Park Jong Ah mendongak ke arah suara dan mendapati Kim Nam Jun tengah tersenyum ke arahnya. Park Jong Ah lagu berdiri dan menatap bingung ke arah mantan suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja. Aku tidak menyangka bila kehadiranku akan membuat reaksimu sampai seperti itu."

__ADS_1


"Terima kasih atas kepedulianmu tapi aku tidak memerlukan itu, selamat siang." Park Jong Ah ingin meninggalkan pria yang sempat hadir dalam kehidupannya dulu, namun lengan gadis itu ditahan olehnya. Untung saja Lee Min Im tiba dan melepaskan cengkraman tangan Kim Nam Jun dari istrinya.


"Lee Min Im, kalau di sini?" Tanya Park Jong Ah saat melihat sang suami telah berdiri tegap di sisinya.


"Tentu saja, aku tidak memerlukan orang lain untuk memperhatikan keadaan istri ku." Jawab Lee Min Im dengan maksud menyindir Kim Nam Jun. Lee Min Im yang telah mengetahui cerita masa lalu keduanya pun, menjadi sedikit cemburu pada Kim Nam Jun. Ia hanya berpura-pura tenang saat bertatap muka dengan pria dari masa lalu sang istri.


Dan ucapan Lee Min Im yang mengatakan bila Park Jong Ah adalah istrinya membuat Kim Nam Jun membelalakkan bola mata. Ia menatap tajam ke arah Park Jong Ah seakan dirinya telah dihianati.


"Apa maksud dari ucapannya? Apakah kau benar telah menikah dengan pria ini?" Tanya Kim Nam Jun sambil menunjuk ke wajah Lee Min Im.


"Aku rasa pendengaranmu belum bermasalah, mengingat di tahun ini kau masih berusia dua puluh lima tahun." Jawab Park Jong Ah dengan nada dingin. Ini kali pertama Park Jong Ah menggunakan nada sedingin itu padanya. Selama mereka bersama dulu, Park Jong Ah selalu berkata manis padanya. Tak pernah sekalipun gadis itu bersikap seperti sekarang.


'Mungkinkah rasa sakit yang aku berikan telah membuatmu berubah sejauh ini? Maafkan aku Jong Ah, aku memang bersalah padamu.' Batin Kim Nam Jun menyesali perbuatannya dulu.


BERSAMBUNG....


...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN DARI AUTHOR BELAKA!!!...


...DAN BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT KARAKTER DAN SEBAGAINYA ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN....


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote😄

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berguna bagi AUTHOR, makasih yang udah setia menanti kelanjutan cerita ini


I♡U READER'S 😘😘😘**


__ADS_2