
Park Jong Ah bertekad untuk mengubah sejarah di masa depan dan menyelamatkan keduanya. Dia kembali menjadi dirinya lagi dan mulai berfokus pada kuliahnya agar lekas lulus dari Universitas itu dan kembali ke Negaranya.
Walaupun gads itu memiliki kebiasaan baru, yaitu mengkonsumsi minuman beralkohol untuk mengobati luka di hatinya, akibat kekecewaan yang dilakukan oleh dua orang pria yang amat dicintainya.
Hari ini adalah Hari kelulusannya dari Universitas Oxford. Dia dan Yo Ri telah resmi menyandang gelar sebagai Dokter, bahkan beberapa rumah sakit besar di negara itu menawarkan pekerjaan bagi keduanya.
Namun, Park Jong Ah lebih memilih untuk kembali ke negara awalnya dan menjadi Dokter salah satu rumah sakit di sana. Rumah sakit itu adalah tempatnya berkerja di kehidupan lalunya.
Kepulangan Park Jong Ah di sambut dengan suka cita oleh kedua orang tuanya dan sang Adik. Mereka yang biasa hanya bisa berkomunikasi dengan wanita itu melalui panggilan video, kini dapat langsung memeluk dan mencium secara langsung.
Mereka kini menyantap makan malam yang telah di siapkan oleh kedua orang tuanya khusus untuk menyambut kepulangannya.
"Bagaimana sekolahmu?" Tanya Park Jong Ah pada sang Adik.
"Semuanya baik, tapi seluruh usahaku tidak pernah dilihat oleh Ayah dan Ibu. Mereka hanya membanggakanmu saja setiap saat." Ucap Park Nam Jong mengadu pada sang Kakak.
Park Nam Jong memang merasa iri pada Park Jong Ah, karena kedua orang tuanya seperti tidak perduli padanya. Tapi, jauh di dalam lubuk hati pria muda itu, dia sangat menyayangi sang Kakak. Mendengar hal itu sang Ibu langsung menjewer telinga anak bungsunya.
Nam Jong mengaduh kesakitan dan memerangi telinganya yang memerah akibat jeweran dari sang Ibu.
"Kau ini! Bisa-bisanya iri pada Kakakmu? Kau mengatakan bila kami tidak memperdulikanmu? Lalu apa yang kau kenakan saat pergi ke sekolah? Siapa yang memberikan itu padamu? Hah?!" Tanya sang Ibu dengan nada tinggi.
"Itu juga karena aku dapat memenangkan olimpiade sains." Jawab Nam Jong dengan nada rendah dan menundukkan kepalanya.
"Baru sekali memenangkan perlombaan sains kau sudah mendapatkan motor itu. Sedangkan Kakakmu sudah seringkali memenangkannya tidak mendapatkan apapun dari kami. Oh, astaga anak ini memang!"
"Sudahlah, jangan membuat drama di meja makan. Lihatlah Jong Ah yang sudah kelaparan sejak tadi." Ucap Tuan Park melerai perkelahian antara istri dan anaknya.
"Hais kau benar! Ayo kita makan, setelah ini Ibu ingin mendengar banyak cerita darimu." Ucap sang Ibu.
Mereka semua menikmati makan malam pertama dengan Park Jong Ah, setelah tiga tahun lebih terpisah. Rasa masakan sang Ibu inilah yang amat dirindukan oleh Park Jong Ah selama dia berkuliah di Oxford.
Pagi ini Park Jong Ah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit dan mulai berkerja di sana. Dengan menyandang status sebagai Dokter terbaik spesialis luka dalam, Park Jong Ah langsung mendapatkan panggilan kerja pertamanya.
Ia mendatangi kamar sang Adik lebih dulu dan memberikan sebuah bingkisan pada Nam Jong
__ADS_1
"Itu hadiah dari temanku di Inggris. Dia belum bisa datang kemari dan menjumpai kalian, tapi dia menitipkan itu untukmu."
Nam Jong lalu membuka bingkisan itu dan melihat sepatu keluaran terbaru yang harganya sangat fantastis. Lelaki muda itu melebarkan matanya tak percaya akan apa yang diberikan oleh teman Kakaknya itu untuknya.
"Wah...! Dia sepertinya orang yang kaya. Tapi bagaimana dia bisa mengetahui seleraku? Apakah dia juga seorang pria?" Tanya Nam Jong pada Kakaknya.
"Ya, dia adalah keturunan bangsawan Inggris."
"Benarkah?"
"Kita lanjutkan bercerita saat aku pulang nanti."
Ucap Park Jong Ah dan akan meninggalkan kamar Adiknya . Namun segera di cegah oleh pria muda itu. "Biar aku yang mengantarkanmu ke rumah sakit."
Park Jong Ah tersenyum dan mengangguk, mereka pun naik motor milik Nam Jong untuk menuju rumah sakit.
"Dokter Park Jong Ah, selamat datang dan selamat bertugas." Ucap Kang Dae, menyambut kedatangan Park Jong Ah di rumah sakit tempatnya bekerja.
"Senior Kang, lama tidak bertemu."
"Ya, sangat lama. Dan kau tumbuh semakin cantik. Apakah Edward masih mengjarmu?" Goda Kang Dae pada teman lamanya itu.
"Lalu bagaimana dengan Edward. apakah dia masih mengejarmu?"
"Tidak, dia telah bertunangan dengan seorang putri dari Presiden Jerman saat ini."
Keduanya lalu memasuki rumah sakit sambil berbincang hangat. Hal itu membuat pegawai rumah sakit mengira keduanya memiliki hubungan yang spesial.
"Ini ruanganmu, kau bisa menanyakan apapun padaku bila perlu bantuan."
Usai mengantarkan Park Jong Ah ke ruangannya, Kang Dae pun kembali ke ruangannya. Park Jong Ah mulai melihat-lihat ruangan barunya saat ini, hingga suara ketukan di pintu mengagetkannya.
"Permisi Dokter Park, ada pasien untukmu."
"Dia bernama An Ju dengan gejala sakit pada bagian dada sebelah kiri. Apakah kalian memiliki rekam medis dari rumah sakit yang lain mengenai dia?"
__ADS_1
"Ada Dok, sebentar saya ambilkan." Jawab Suster itu lalu keluar dari ruangan Park Jong Ah.
Tak lama Suster itu kembali dengan map di tangannya dan menyerahkan itu pada Park Jong Ah. Dengan teliti dan saksama Park Jong Ah mulai membaca rekam medis dari rumah sakit lain itu dan membandingkan dengan hasil dari rumah sakit ini.
Rupanya, keluhan sakit dari si pasien itu sama dengan apa yang di laporkan di setiap rumah sakit lain. Hanya gejala dan penyebab rasa sakit yang dideritanyalah yang berbeda.
Park Jong Ah lalu menuju tempat di mana sang pasien berada. Disana dia melihat pasien pria itu tengah merintih kesakitan. Park Jong Ah berjalan mendekat dan memeriksa kondisi pasien.
"Berikan suntikan steroid untuk pasien!" Ucap Park Jong Ah pada salah satu Perawat yang berada di sampingnya.
"Baik Dok!"
Perawat itu pun memberikan suntikan steroid pada selang infus pasien. Beberapa saat kemudian pasien mulai tenang dan sudah bisa di ajak berbicara.
"Apakah selain nyeri pada dada sebelah kirimu kau juga merasakan sakit di bagian lain?"
"Tidak."
"Apakah kau dulu pernah mengalami suatu kecelakaan?"
"Apakah kalian tidak bisa berhenti bertanya dan mulai mencarikan solusi untuk penyakitku?" Tanya pasien itu dengan nada tinggi. Dia sudah bosan mendengar pertanyaan yang sama dari setiap rumah sakit yang dimasukinya.
"Maaf Tuan, tapi saya juga harus mengetahui hal yang lebih rinci untuk mengetahui apa penyebab rasa sakit yang Anda derita."
"Aku adalah orang yang berhati-hati, jadi aku tidak pernah sekalipun terjatuh."
"Baiklah, saya akan memeriksa Anda lebih lanjut lagi nanti. Sekarang, silahkan Tuan beristirahat, permisi."
Park Jong Ah lalu meninggalkan pasien itu bersama para Perawat. Dia menerima hasil rontgen dan MRI, tapi tak ada masalah dengan bagian tubuh pria itu.
BERSAMBUNG...
☆☆☆halo readers...
tekan like dan jadikan favorit ya...😄
__ADS_1
jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga...dijamin ga kalah seru deh!😉
judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cinta☆☆☆