
Tok..tok...
Park Jong Ah mengetuk pintu ruangan sang Direktur dengan perasaan was-was.
Walaupun Park Jong Ah merasa tidak pernah melakukan kesalahan, tapi ia yakin, bila ada alasan tertentu yang membuat pemilik rumah sakit tempatnya bekerja saat ini ingin bertemu dengannya.
"Permisi Direktur Wang, Anda mencari saya?"
"Oh Park Jong Ah, masuklah!" Ucap Direktur Wang dan mempersilahkan gadis itu untuk duduk.
"Ya, aku mencarimu karena ingin meminta sedikit bantuan darimu."
"Apakah itu Direktur Wang? Bila saya dapat membantu, maka pasti akan saya bantu."
"Aku ingin kau membantu dalam merawat seorang pasien, dia adalah keponanku. Dia sangat keras kepala, banyak perawat yang sudah tidak sanggup dalam menjaganya. Dan karena sifat keras kepala yang dimilikinya, kondisi tubuhnya kini makin memburuk." Tutur Direktur Wang dengan raut wajah sedih, membuat Park Jong Ah tidak tega melihatnya.
"Maaf, bolehkah saya tau penyakit apa yang diderita oleh keponakan Direktur?"
"Dia sebelumnya tidak memiliki penyakit serius apapun di tubuhnya. Namun, karena patah hati oleh seorang wanita ia berubah menjadi orang yang teledor dalam menjaga pola makan. Juga selalu menghabiskan waktu dengan banyak minum alkohol. Itu menyebabkan lambungnya terluka parah. Dan kini, anak nakal itu kembali mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan menolak setiap tenaga medis yang ingin membantunya. Ia berkata untuk membiarkannya saja dan kematian akan cepat datang padanya kemudian membebaskannya dari bayangan gadis yang sangat dia cintai itu."
Park Jong Ah terdiam sesaat, sebagai seorang Dokter tentu saja ia sangat geram mendengar ucapan dari seorang pasien. Apalagi pasien itu adalah seorang laki-laki muda yang masih memiliki masa depan cerah.
"Biarkan saya bertemu dengan orang itu."
"Apakah kau yakin ingin merawatnya?" Tanya Direktur Wang meyakinkan.
"Saya bukan hanya ingin merawatnya. Tapi saya juga akan membuat Keponakanmu itu sadar dari kebodohannya."
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Park Jong Ah, Direktur Wang pun tersenyum puas. Ia memang sengaja mengatakan pasien itu adalah keponakannya. Dan tidak mengatakan bila nama dari keponakannya itu adalah Lee Min Im. Itu semua agar Park Jong Ah setuju dalam merawat laki-laki keras kepala itu.
"Dia ada di bangsal Tulip kamar VVIV 802."
"Baiklah, saya akan ke sana. Selamat Pagi Direktur Wang."
Park Jong Ah bangkit dan meninggalkan ruangan sang Direktur lalu menuju ruangan pasien yang di maksudkan oleh pria paruh bayar tadi.
Park Jong Ah tiba di depan pintu ruangan 802, ia baru saja akan membuka pintu itu. Tapi suara teriakan dari seorang laki-laki mengagetkannya.
"Pergi! Aku tidak membutuhkan kalian! Tinggalkan aku sendiri!"
Mendengar ucapan dari laki-laki itu darah Park Jong Ah mendidih seketika. Ia sangat geram akan ucapan yang dikeluarkan oleh pria tersebut. Dengan penuh emosi, Park Jong Ah membuka pintu dan melangkah masuk.
Plak...!
Dengan mata memerah seraya memegangi kepalanya, laki-laki itu menoleh dan ingin mengetahui siapakah orang yang telah berani memukul kepalanya. Kedua netra mata mereka bertemu dan beradu, Park Jong Ah yang semula masih ingin memberi pelajaran untuk orang yang ia pikir terlalu bodoh, kini mengurungkan niatnya dan bergegas pergi.
Namun, Lee Min Im lebih dulu menahannya dan memeluk tubuh Park Jong Ah dari belakang.
"Maafkan aku, maafkan aku. Aku yang salah karena sudah tidak mempercayaimu dan menghinamu. Kamu berhak memukulku, kamu pantas memakiku. Tapi kumohon, jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak sanggup bila harus kembali jauh darimu."
Park Jong Ah tak bersuara sedikitpun, ia masih mencoba menenangkan hatinya yang bergemuruh. Ingin sekali rasanya Park Jong Ah mencaci dan memaki laki-laki yang memeluknya saat ini. Namun, bibirnya tak mampu mengucapkan sepatah kata pun, tenggorokannya seakan terhalang sebuah batu besar yang membuat suaranya tidak dapat keluar.
"Aku mohon maafkan aku!" Kini Lee Min Im berjongkok di kaki Park Jong Ah, ia benar-benar menyesali kebodohan yang sudah ia lakukan.
Walaupun Lee Min Im tau bila Park Jong Ah pasti sangat membencinya saat ini, tapi ia masih berharap agar gadis itu mau memberinya satu kesempatan. Bahkan Lee Min Im tidak perduli perbuatannya saat ini sedang di perhatikan oleh para Dokter dan perawat yang masih ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Cukup! Menjauhlah dariku!" Ucap Park Jong Ah dan menepis kasar tangan Lee Min Im yang melingkar di kakinya hingga tubuh laki-laki itu terbaring di lantai.
"Presdir Lee!" Teriak sang Asisten yang melihat atasannya sudah mengeluarkan darah dari mulut dan juga hidungnya.
Para Dokter dan suster segera mengangkat tubuh Lee Min Im dan membaringkannya ke atas ranjang. Kondisi Lee Min Im saat ini memang sangat lemah, hingga membuat pria itu tak sadarkan diri.
Park Jong Ah tercengang saat melihat para suster dan Dokter lain yang mencoba melakukan pemasangan infus ke tubuh Lee Min Im, juga membersihkan darah yang mengalir dari mulut dan hidung laki-laki itu.
Park Jong Ah memang masih marah dan kecewa pada Lee Min Im. Namun sebagai seorang Dokter ia tidak mungkin membiarkan pasiennya kehilangan nyawa hanya karena egoismenya sendiri.
Ia bergegas membantu para suster dan Dokter lain dalam memberikan obat serta alat bantu pernafasan untuk Lee Min Im.
"Presdir mengalami gangguan lambung akut yang mengakibatkan lambungnya terluka. Bahkan semenjak kejadian malam itu, Presdir tidak memakan apa pun dan terus mengkonsumsi alkohol." Tutur Baek Song, sang sekretaris Lee Min Im.
"Ia benar-benar menyesali perbuatannya padamu Nona," Baek Song pu akhirnya menceritakan awal mula kejadian yang menimpa keluarga Lee Min Im hingga membuat mereka kehilangan kontak selama Park Jong Ah berada di London.
Park Jong Ah terdiam dan menatap wajah pucat laki-laki arogan di hadapannya itu. Rasa marah dan benci lebur begitu saja, setelah mengetahui segala penderitaan yang di alami sang kekasih selama ia tidak ada.
Bahkan ia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa menemani dan menjadi penyemangat bagi laki-laki yang ia cintai saat mengalami masa sesulit itu.
BERSAMBUNG....
...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN BELAKA!...
...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN LAINNYA ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA**....
Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote
__ADS_1
Jangan lupa untuk menjadikan cerita ini sebagai favorit kalian ya...