ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
SESEORANG DARI MASA DEPAN


__ADS_3

Kang Dae menemui Park Jong Ah setelah jam kerjanya usai. Ia berniat untuk mengajak gadis itu makan siang bersama, sembari menanyakan alasan kepala rumah sakit memanggilnya.


Tok...tok...tok


Park Jong Ah yang tengah merapihkan barang-barangnya pun mendongak dan menemukan Kang Dae yang tengah tersenyum padanya.


"Oh, senior Kang, ada apa?"


"Aku ingin mengajakmu pulang bersama, bukankah sebentar lagi jem kerjamu juga akan berakhir?"


"Oh, ia. Tapi aku masih harus menjaga pasien yang dititipkan oleh kepala rumah sakit padaku. Jadi, aku akan pulang sedikit larut." Ucap Park Jong Ah dengan wajah berseri.


Semenjak kejadian malam itu, Park Jong Ah hampir tidak pernah tersenyum. Wajahnya terlihat selalu murung. Tapi hari ini, saat wanita itu membicarakan pasien yang di serahkan padanya oleh kepala rumah sakit langsung, mampu membuat senyuman Park Jong Ah kembali lagi.


"Jadi itu alasan Direktur Wang memanggilmu kemarin?"


Park Jong Ah menggangguki pertanyaan Kang Dae, ia kemudian meraih tas dari atas meja dan menghampiri pria tampan itu.


"Aku sekarang harus ke ruangan pasien itu untuk mengecek keadaannya. Sampai jumpa senior Kang."


Kang Dae membiarkan Park Jong Ah berlalu meninggalkan dirinya. Namun karena rasa penasaran yang begitu besar mengganggu pikirannya, ia pun mengikuti Park Jong Ah secara diam-diam dari kejauhan.


Park Jong Ah nampak memasuki sebuah kamar kelas mewah. Dia mengintip dari balik pintu dan ingin melihat siapakah pasien yang di perintah oleh Direktur Wang untuk Park Jong Ah menjaganya.


"Lee Min Im?" Gumam Kang Dae saat melihat wajah seorang pria yang tengah berbaring di atas ranjang pesakitan.


"Jadi dia adalah pasien yang di maksud oleh Park Jong Ah tadi? Pantas saja wajahnya sangat ceria ketika membicarakannya."


Di dalam sana Park Jong Ah nampak begitu bahagia. Bahkan selama mereka bersama, gadis itu tidak pernah sebahagia ini. Ada sedikit rasa kesal dalam hati Kang Dae, namun ia juga ikut senang melihat wanita yang ia cintai dapat kembali tersenyum bahagia.


Dengan langkah gontai dan senyum yang di paksakan, Kang Dae meninggalkan pintu ruangan di mana Lee Min Im dan Park Jong Ah berada. Ia berusaha untuk merelakan gadis pujaanya semenjak mereka berkuliah di London dulu bersama laki-laki lain.


"Kakak! Kau sudah datang? Coba kau lihatlah bayibesar ini, dia sejak tadi tidak menyentuh makanannya. Dia selalu mengatakan untuk menunggumu menyuapinya." Keluh Im Jee Sok pada Park Jong Ah mengenai kelakuan Kakaknya.

__ADS_1


Park Jong Ah tersenyum dan mendekati brankar Lee Min Im, gadis itu meraih mangkuk bubur yang masih untuk di atas meja.


"Sekarang aku sudah di sini jadi, tidak ada lagi alasan untukmu tidak menghabiskan bubur ini."


Park Jong Ah mulai menyuapi Lee Min Im dengan bubur di tangannya. Malam itu ruang rawat yang di isian oleh tiga orang menjadi terasa hangat. Banyak canda dan tawa yang terdengar dari ketiga orang itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, Lee Min Im akhirnya bisa keluar. Walau sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan rumah sakit, karena bisa selalu dekat dengan Park Jong Ah. Tapi perusahaan sangat membutuhkannya saat ini, jadi Lee Min Im harus kembali kerutinitas sehari-harinya di perusahaan.


Dan selayaknya Lee Min Im, Park Jong Ah pun kembali menjalani profesinya sebagai seorang Dokter. Tak ada alami raut murung dari wajah Park Jong Ah. Sepanjang hari gadis itu selalu tersenyum lebar. Hingga jam kerjanya pun berakhir, Park Jong Ah yang telah bersiap untuk pulang, kembali bertemu dengan seseorang dari masa lalunya.


Kedua bola mata orang itu saling bertemu dan tidak berkedip untuk beberapa saat. Park Jong Ah terpaku dengan apa yang dilihatnya, Kim Nam Jun tengah berdiri di depannya dengan senyum merekah.


"Sayang!" Ucap Kim Nam Jun dan ingin memeluk Park Jong Ah namun segera di tepi oleh gadis itu.


"Maaf, kita tidak saling mengenal, jadi tolong jaga sopan santun Anda!"


Wajahnya begitu jelas menggambarkan kesedihan juga penyesalan. Begitu juga dengan tatapan matanya yang begitu sayu. Pandangan mata itulah yang mampu membuat Park Jong Ah menerimanya di kehidupan lalu.


"Maaf Tuan, saya rasa Anda telah salah ninggalin orang. Permisi!"


Kim Nam Jun tiba-tiba saja memeluk tubuh Park Jong Ah dari belakang dan menangis di bahu wanita itu.


"Maafkan aku! Kimono maafkanlah aku!" Ucapnya lirih.


Park Jong Ah mencoba melepaskan pelukan Kim Nam Jun, tapi semakin ia berusaha semakin pria itu menguatkan pelukannya.


"Aku berasal dari masa depan!" Dan ucapan Kim Nam Jun berhasil membuat Park Jong Ah terdiam. Ia mulai mencerna ucapan Kim Nam Jun barusan.


"A..apa?!"


"Aku juga berasal dari masa depan, sama sepertimu. Aku kembali ke masa ini sedikit terlambat darimu."

__ADS_1


Kim Nam Jun pun melepaskan pelukannya dari Park Jong Ah dan mulai menceritakan kejadian yang membuatnya datang ke masa ini dan bertemu dengan dirinya.


FLASH BACK ON...


Setelah kepergian Park Jong Ah, Kim Nam Jun pun menikah dengan wanita yang menjadi atasannya di perusahaan. Wanita itu adalah seniornya sewaktu kuliah dulu, sekaligus pemilik perusahan tempatnya bekerja.


Berulang kali wanita yang bernama menawarkan jabatan tinggi untuk Kim Nam Jun asalkan dia mau menutupi kehamilannya dengan laki-laki lain, agar kedua ilang tua wanita itu tidak mencabut hak warisannya.


Namun sekalipun Kim Nam Jun tidak pernah berniat untuk menerima tawaran wanita itu. Di dalam hatinya sudah tertarik nama Park Jong Ah, yang menjadi istrinya saat itu. Hingga sebuah kenyataan pahit membuatnya berubah pikiran dan menerima tawaran dari Baek Yeoul.


Kim Nam Jun yang merasa heran mengapa selama sepuluh tahun menjalani pernikahan dengan Park Jong Ah, mereka belum juga di karuniai keturunan. Jadi, Kim Nam Jun diam-diam pergi ke rumah sakit dan melakukan pengecekan terhadap kesuburannya.


Beberapa hari setelah melakukan pengecekkan, hasilnya pun akhirnya keluar. Dan ketika Kim Nam Jun melihat hasil yang menunjukkan bahwa ternyata dirinya tidak dapat memberikan keturunan, ia pun menjadi sangat stres dan frustasi.


BERSAMBUNG....


Maaf karena lama ga up...😔


jujur aku bener-bener kehabisan ide untuk cerita ini karena otakku juga terbagi dengan dua cerita lain.


bahkan aku yang semestinya menulis empat cerita harus rela mengorbankan satu cerita lain agar dapat segera menyelesaikan tiga cerita lagi.


ini juga sebuah pelajaran buat para author lain biar ga serakah kaya aku...jadi ribet sendiri kan😁😁


...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN DARI AUTHOR BELAKA!!!...


...DAN BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT KARAKTER DAN SEBAGAINYA ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN....


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote😄


Dukungan kalian sangat berguna bagi AUTHOR, makasih yang udah setia menanti kelanjutan cerita ini


I♡U READER'S 😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2