
"Ja..jadi aku..?" Tanya Park Jong Ah yang masih tidak percaya akan kehamilannya. Ia baru saja siuman dan Lee Min Im langsung menceritakan semua ucapan Dokter wanita tadi padanya.
Lee Min Im membawa Park Jong Ah pulang ke rumahnya, ia tidak ingin Park Jong Ah sendirian di apartemen dan tidak ada yang akan mengurusi segala kebutuhannya.
Im Jee Sok menyambut kedatangan kedua orang itu, ia juga sudah mendengar kabar mengenai kehamilan Park Jong Ah.
"Kakak!" Im Jee Sok berlari dan memeluk Park Jong Ah. Ia amat bersemangat akan kehamilan wanita muda yang akan menjadi Kakak iparnya itu.
"Im Jee, hati-hati Kau bisa membuat keponakanmu terkejut."
"Maaf Kakak, aku hanya sangat senang. Sebentar lagi aku akan memiliki keponakan yang lucu." Park Jong Ah tersenyum dan membelai rambut gadis kecil itu.
"Ya, tapi aku sekarang sangat lelah. Bisakah kau membiarkanku untuk beristirahat? Besok kita bisa kembali berbincang."
"Baiklah..." Jawab Im Jee Sok dengan wajah cemberut.
Lee Min Im pun membawa Park Jong Ah menuju kamar mereka. Ia membaringkan tubuh Park Jong Ah ke atas ranjang miliknya.
"Bisa kau jelaskan maksud wanita tadi?"
"Namanya Han Kyong Si. Dia adalah putri dari sahabat masa kecil Ayah. Dulu sewaktu kami masih sama-sama kecil, Kakakku menjodohkan kami berdua dan Ayah Kyong Si pun menyetujuinya. Tapi aku tidak pernah menganggap serius perkataan mereka. Bagiku itu hanya sekedar omongan kosong belaka. Hanya Kyong Si lah yang selalu menganggap semua ini nyata."
"Bagaimana dengan kedua orang tuanya?"
Lee Min Im ikut membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dan memeluk Park Jong Ah. Wajahnya di tempelkan pada perut gadis itu yang masih terlihat rata.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, dan aku juga tidak perduli. Yang aku inginkan hanyalah hidup bersama denganmu selamanya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman keluarga Han Kyong Si, gadis muda itu membanting smua perabotan yang ada di dalam kamarnya. Ia sangat marah atas perlakuan Lee Min Im padanya saat mereka bertemu di butik.
"Siapa wanita j4lang itu?! Berani-beraninya dia menggoda Lee Min Im ku! Akan aku hancurkan dia dan seluruh keluarganya." Ucap gadis itu sambil berteriak-teriak bagaikan orang gila.
"Aku mau kau mencari informasi tentang wanita yang sedang dekat dengan Lee Min Im. Cari tau sedetil-detilnya!" Ucap Han Kyong Si pada seseorang di telepon.
"Tidak akan ku biarkan siapapun menghalangi langkahku untuk bersama Lee Min Im. Dia adalah milikku! Hanya milikku!"
Dengan memeluk guling yang bergambarkan wajah serta tubuh Lee Min Im, Han Kyong Si menari-nari di kamarnya yang di penuhi dengan berbagai macam foto pria itu. Bahkan terdapat satu lukisan besar Lee Min Im yang menampakkan tubuh kekar pria tampan itu. Han Kyong Si terlihat seperti seorang manakah yang mengoreksi ratusan foto Lee Min Im dengan berbagai gaya dan tempat.
Han Kyong Si sangat tergila-gila dengan Lee Min Im sejak mereka berusia lima tahun. Mereka tumbuh besar bersama hingga kedua orang tua Han Kyong Si membawanya ke luar negri.
Hal itu membuatnya tumbuh menjadi gadis yang keras kepala dan egois. Han Kyong Si selalu memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Bahkan wanita muda itu juga tidak segan melakukan tindakan kriminal asal bisa mencapai tujuannya.
Untung saja , dua orang tua Han Kyong Si adalah orang yang memiliki kedudukan dan jabatan yang cukup penting, sehingga ia dapat terlepas dari jerat hukum. Han Kyong Si sudah sangat sering keluar masuk penjara akibat kelakuannya yang tidak dapat di katakan sebagai perlakuan seorang wanita.
Banyak kasus yang menyangkut mengenai wanita muda itu. Dia sering terlibat dalam tindak kriminal penculikan, percobaan pembunuhan dan juga banyak lagi. Nama gadis itu sudah sangat terkenal di kantor kepolisian luar negri. Sebab itulah kedua orang tua Han Kyong Si membawanya kembali ke Korea, berharap gadis itu dapat mengubah perlakuan buruknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk pertama kalinya Park Jong Ah tidur di kamar Lee Min Im. Kamar yang berornamen biru navy itu terkesan sangat masculine. Terdapat sebuah foto dengan bingkai emas dan bercorak bunga-bunga cantik menghiasi gambar dirinya.
__ADS_1
"Kapan kau mengambil foto ini?" Tanya Park Jong Ah yang penting lihat gambar dirinya terpasang di dinding kamar itu. Park Jong Ah tidak ingat sama sekali kapan Lee Min Im mengambil fotonya itu.
"Itu aku ambil saat kita berada di pantai, aku mengambilnya secara diam-diam kare waktu itu kau terlihat sangat cantik."
Blush...
Wajah Park Jong Ah langsung merana mendengar pujian dari Lee Min Im. Di atas meja kecil terdapat foto pria itu beserta Im Jee Sok dan kedua orang tua mereka.
"Maaf karena aku tidak ada di sisimu saat kau sedang membutuhkan tempat untuk bersandar."
Lee Min Im menarik Park Jong Ah ke dalam peluknnya, ia mengecup lembut pucuk kepala gadis manis yang akan menjadi pendamping hidupnya itu.
"Bisakah kau menceritakan semuanya? Mengapa kau tidak pernah memberikan kabar untukku?"
"Setelah aku mengantarkanmu pulang, aku di hadangan oleh beberapa orang. Mereka mengambil ponselnya dan juga ingin membunuhku. Untung saja orang suruhan Ayah tiba dan menyelamatkanku dari serangan itu. Sayangnya, Ayah dan Ibuku tidak dapat tertolong. Para penjahat itu menghabisi nyawa mereka dengan sangat kejam."
Lee Min Im berhenti sejenak dan menetralkan deru nafasnya. Ia menengadah ke langit-langit kamar, sembari membayangkan peristiwa beberapa tahun silam.
BERSAMBUNG....
...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN DARI AUTHOR BELAKA!!!...
...DAN BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT KARAKTER DAN SEBAGAINYA ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN....
Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote😄
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berguna bagi AUTHOR, makasih yang udah setia menanti kelanjutan cerita ini
I♡U READER'S 😘😘😘**