
"Tunggu! Bukankah kau tahu perbuatanmu ini adalah sebuah tindak kriminal? Aku bahkan tidak mengetahui apa kesalahanku padamu. Mengapa kau begitu tega padaku?" Lee Min Im makin muak pada Han Kyong Si. Ia akhirnya meminta Ban Swon untuk membawa orang suruhan Han Kyong Si ke hadapan wanita itu. Kini Han Kyong Si tidak dapat mengelak lagi, ia pun akhirnya mengakui perbuatannya pada Lee Min Im dengan raut wajah tetap tersenyum.
"Yah, aku memang melakukan itu. Namun, tahukah kau bila Park Jong Ah memang pantas mendapatkannya! Wanita j4la4ng itu telah merebutmu dariku. Merampas semua harapanku, membuatmu menjauh dariku. Apa yang wanita si4l4n itu miliki hingga membuatmu tergila-gila padanya?! Wanita munafik sepertinya tidak pantas memilikimu!"
Pkak..!
Sebuah tamparan kembali bersarang di wajah mulus Han Kyong Si.
"Jangan pernah kau berucap kata-kata buruk tentang istriku! Bahkan menyebut namanya saja, kau tidak pantas!" Hardik Lee Min Im dengan mencengkeram kuat dagu Han Kyong Si.
"Siksa dia! Buat dia merasakan rasa sakit yang lebih dari apa yang dirasakan istriku. Tapi ingat, jangan sampai dia mati meskipun ia menginginkan kematiannya."
Lee Min Im meninggalkan tempat itu bersama dengan asisten kepercayaannya. Ketika mereka telah berada di dalam mobil, ia mendapat sebuah panggilan dari rumah sakit yang mengatakan kondisi Park Jong Ah makin memburuk. Lee Min Im pun meminta Ban Swon untuk melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Lee Min Im sempat panik saat melihat para perawat dan juga suster yang menangani Park Jong Ah berlarian ke ruang rawat istrinya. Ingin rasanya Lee Min Im ikut masuk ke dalam dan membantu mereka, sayangnya ia hanya dapat melihat dari kejauhan dan menyerahkan keselamatan Park Jong Ah pada mereka.
Untunglah kondisi Park Jong Ah telah membaik, bahkan wanita itu telah kembali sadar saat ini. Dalam hati Lee Min Im, ia benar-benar bersyukur pada Tuhan. Lee Min Im sudah amat ketakutan, saat melihat para Dokter yang memenuhi ruangan istrinya tadi. Lee Min Im tidak rela bila harus kehilangan istrinya. Ia bahkan akan menantang malaikat maut bila sampai itu terjadi.
Dan tugasnya kini hanya menghibur Park Jong Ah yang masih syok akan kehilangan janinnya. Wanita itu masih menangis dalam pelukan Lee Min Im. Park Jong Ah merasa, ia benar-benar gagal untuk melindungi calon anak mereka.
πππππππππππππππ
__ADS_1
Setelah beberapa hari Park Jong Ah menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya kondisi wanita berwajah manis itu telah membaik. Hari ini adalah terakhir kalinya ia menghabiskan waktu di sana. Setelah Dokter menyelesaikan pemeriksaan terakhir padanya, maka ia dan Lee Min Im akan dapat kembali ke rumah.
Mengetahui hari ini Park Jong Ah akan pulang, Kang Dae berinisiatif mendatangi wanita itu. Ia tau, Lee Min Im sedang bersama dengan Dokter Obgyn yang merawat Park Jong Ah. Jadi, Kang Dae memanfaatkan kesempatan itu, untuk berbicara dengan Park Jong Ah.
Tok..tok..tok..
Park Jong Ah melihat ke arah pintu, di sana telah berdiri seorang pria yang merupakan senior, sekaligus rekan kerjanya.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kang Dae, sembari melangkah masuk.
"Sudah jauh lrbih baik."
Kang Dae duduk di sisi Park Jong Ah, ia menatap wajah wanita itu dengan ekspresi serius.
Park Jong Ah menatap bingung pada pria di hadapannya itu. Kang Dae adalah pria yang terus terang dan tidak akan berbelit-belit bila berbicara. Namun kali ini ia terlihat tidak seperti biasanya. Tatapan mata Kang Dae nampak tengah serius, itu berarti hal yang akan ia sampaikan benar-benar penting.
"Katakanlah!"
"Aku harap, kau dapat mempertimbangkan kembali untuk terus hidup bersama Lee Min Im."
"Apa maksudmu?" Tanya Park Jong Ah, terdengar tidak suka. Ia tau Kang Dae memang dari dulu tidak menyukai Lee Min Im, tapi itu bukan berarti ia dapat memberikan asumsinya sesuka hati.
__ADS_1
"Apakah kau tidak berpikir? Selama kau menikah dengannya, kau selalu berada dalam bahaya. Aku-"
"Aku rasa rumah tangga kami tidak perlu sampai orang luar ikut campur Dan mengenai keselamatan istriku, akan aku pastikan, ini adalah terakhir kalinya ia mengalami hal buruk." Ucap Lee Min Im memotong pembicaraan Kang Dae. Ia mendekat pada Park Jong Ah dan meraih tangan wanita itu.
"Dokter mengatakan kondisimu sudah jauh lebih baik. Kita sudah boleh pulang,"
Park Jong Ah langsung mengangguki ucapan suaminya, ia berlalu meninggalkan Kang Dae yang masih berdiri di tempatnya. Setelah memasuki mobil mereka, Lee Min Im memeluk Park Jong Ah erat. Ia mendengar semua ucapan Kang Dae barusan. Dan tidak dapat dipungkirinya, bila itu semua memang benar. Hanya saja, Lee Min Im tidak ingin berpisah lagi dari Park Jong Ah. Ia bersumpah pada dirinya sendiri, bila ia akan melindungi Park Jong Ah dengan seluruh hidupnya.
"Aku berjanji, ini adalah kali terakhir kau mengalami penderitaan. Akan ku pastikan, tidak akan ada lagi orang yang dapat menyakitimu."
Park Jong Ah membalas pelukan Lee Min Im sembari menepuk lembut punggung pria itu. Ia tau bila Lee Min Im amatlah mencintainya, dan kejadian yang menimpa mereka waktu itu memang bukan ketidak sengajan. Park Jong Ah tau betul itu semua sudah direncanakan oleh seseorang. Tapi bagi Park Jong Ah, asalkan Lee Min Im tetap berada di sisinya, maka semua itu bukanlah apa-apa.
BERSAMBUNG....
βββhalo readers...
tekan like dan jadikan favorit ya...
jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...
dijamin ga kalah seru deh!
__ADS_1
judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cintaβββ