ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PART 1 YO RI DAN KANG DAE BERSAMA


__ADS_3

Setelah pernyataan cintanya pada Park Jong Ah tempo hari, Kang Dae menjadi makin tertutup. Sehari-harinya pria itu akan pergi ke bar dan menenggak alkohol hingga tak mampu berdiri. Dan saat pagi tiba, ia akan kembali ke rumah sakit dengan keadaan yang kacau. Meskipun ia tetap menjalankan tugasnya dengan baik, namun kondisinya saat ini membuat Yo Ri prihatin.


"Besok aku akan kembali bertugas ke London. Bisakah malam ini kau menemaniku menghabiskan malam terakhir di kota ini?" Pinta Yo Ri pada Kang Dae. Ia berharap, pria itu dapat berbagi sedikit rasa sakit padanya. Yo Ri ingin, Kang Dae kembali seperti dulu lagi. Pria cerdas dan periang yang mampu mencuri seluruh hati dan pikirannya.


"Maaf, aku tidak ada waktu." Tolak Kang Dae dengan nada dingin. Yo Ri yang geram akan tingkah kekanak-kanakan Kang Dae itu, akhirnya berusaha untuk tidak memperdulikannya lagi.


"Baiklah. Teruskanlah meratapi dia yang sudah bahagia, dan hancurkan karirmu sendiri. Aku yakin, saat itu terjadi, Park Jong Ah akan semakin kecewa padamu dan mungkin saja ia akan membenci dirinya sendiri. Dan bila memang itu yang kau inginkan, maka teruskanlah!"


Kang Dae menatap kepergian Yo Ri, ia sadar, apa yang diucapkan oleh wanita itu barusan memang benar. Namun, hal itu justru membuat Kang Dae ingin bertindak egois. Menurutnya, mungkin dengan cara ini, Park Jong Ah akan tau bila ia benar-benar tulus mencintainya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di sebuah Bar mewah, Yo Ri dan teman-temannya tengah mengadakan pesta perpisahan. Hampir semua Dokter dan perawat yang bekerja di divisi yang sama dengannya hadir malam itu. Mereka semua menikmati malam panjang itu dengan berbagai macam minuman beralkohol sembari melakukan sebuah permainan.


"Malam ini adalah terakhir kalinya kita berkumpul bersama dengan Dokter Yun. Jadi, kita harus membuat malam ini menjadi berkesan baginya." Ucap salah seorang Dokter muda yang setengah sadar pada teman-temannya.


"Benar! Benar, kita harus membuat Dokter Yun selalu merindukan kita di sini."

__ADS_1


Sorak sorai suara orang-orang yang menenggak alkohol itu terhenti, ketika kehadiran seorang pemuda lain di tengah mereka. Kehadiran pria itu mampu membuat Yo Ri sedikit terharu. Ia pikir, Kang Dae tidak lagi memperdulikan dirinya dan hanya berfokus pada rasa sakit hatinya terhadap Park Jong Ah.


"Kau datang?"


"Ya, setidaknya untuk melepas Junior ku. Karena dulu aku tidak sempat berpamitan padamu ketika kembali ke Korea."


"Wah...! Karena Dokter Kang telah bergabung, bagaimana bila kita melakukan sebuah permainan?"


"Ide bagus!" Sahut beberapa orang lainnya.


Para orang dewasa yang telah bergelar Dokter itu mengubah suasana Baru menjadi riuh bagaikan taman bermain anak-anak TK. Kebanyakan dari mereka bahkan sampai tidak mampu lagi untuk berdiri, hingga membutuhkan bantuan yang lain untuk membawanya kembali.


"Biar aku saja, kalian kembalilah lebih dulu."


Yo Ri meminta pada penjaga bar untuk membawa Kang Dae menuju mobilnya. Untunglah tempat tinggal pria itu tidak terlalu jauh dari tempat mereka berpesta, jadi tak perlu memakan waktu lama untuk mengantarkannya kembali. Sekuat tenaga Yo Ri membantu Kang Dae untuk menuju kamar apartemen yang berasa di lantai lima belas. Hingga kini ia telah berhasil membaringkan tubuh Kang Dae ke atas ranjang.


Yo Ri ingin meninggalkan Kang Dae yang terlihat sudah tertidur pulas. Siapa sangaka, pria itu justru menariknya hingga terbaring dan langsung menindihnya.

__ADS_1


"Ap..apa yang kau lakukan? Cepat minggir!"


"Aku mencintaimu Park! Apa yang membuatmu lebih memilih pria itu dibandingkan dengan diriku? Aku juga bisa memberikanmu kebahagiaan. Ku mohon berikan aku kesempatan untuk membuktikannya."


Plak..!!!


Sebuah tamparan bersarang di wajah tampan Kang Dae. Dengan berlinang air mata, Yo Ri berusaha mendorong tubuh Kang Dae agar menyingkir darinya.


"Bukan matamu! Aku bukan Park Jong Ah! Aku- hmft..hmft..!"


Mulut Yo Ri langsung dibungkam dengan b1b1r kenyal milik Kang Dae. Pria itu berubah menjadi semakin bersemangat. Tangan nakalnya mulai menggrayangi tubuh Yo Ri, satu per satu pakaian mereka telah terlepaskan. Teriakan dan jeritan Yo Ri untuk menyadarkan Kang Dae hanya sia-sia. Pria itu telah dikuasai oleh alkohol dan membuatnya salah mengenali orang.


Malam panjang yang menyakitkan itu dilewati Yo Ri dengan derai anda air mata. Ia tidak menyesal memberikan dirinya pada Kang Dae, yang membuatnya merasa sakit adalah, pria itu b4rc1nt4 dengan dirinya, namun mend3s4hkan nama wanita lain. Hingga akhir tubuh Kang Dae roboh, begitu juga dengan kesadaran Yo Ri yang perlahan menghilang. Keduanya sama-sama terlelap di atas ranjang yang sama hingga pagi menjelang.


Kang Dae bangun sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Ia mulai mengingat potongan-potongan kejadian yang ia lakukan semalam. Hingga Yo Ri keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya. Dapat Kang Dae lihat, ada banyak bercakap merah di dada dan leher wanita itu.


'Sial! Apakah aku yang melakukan itu semua?' Umpat Kang Dae dalam hati.

__ADS_1


"Anggap semua ini tidak pernah terjadi. Kita telah sama-sama dewasa, dan hal semacam ini sudah biasa dilakukan oleh orang seumuran kita." Ucap Yo Ri dan memunguti satu per satu pakaiannya yang berceceran di lantai. Tanpa ada kata lagi, Yo Ri berlalu meninggalkan gedung apartemen milik Kang Dae. Ia harus bergegas menuju bandara dan terbang kembali ke London.


BERSAMBUNG...


__ADS_2